Liputan6.com, Jakarta - Ide ternak modal kecil untuk orang habis PHK menjadi solusi untuk memulai usaha baru dengan modal terbatas dan bisa dijalankan dari rumah. Peluang ini cocok bagi pemula yang ingin segera memiliki penghasilan tanpa membutuhkan lahan luas atau biaya besar.
Berbagai ide ternak modal kecil untuk orang habis PHK dapat dilakukan tanpa keahlian khusus dan tetap berpotensi menghasilkan keuntungan. Fleksibilitasnya membuat usaha ini mudah disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang.
Banyak ide ternak modal kecil untuk orang habis PHK memiliki siklus panen cepat sehingga perputaran modal lebih singkat. Hal ini membantu membangun kembali kestabilan ekonomi secara bertahap.  Â
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang ide ternak modal kecil untuk orang habis PHK yang dapat panen 2 bulan, Rabu (15/4/2026).
1. Ternak Ikan Lele
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555907/original/092963000_1776224442-Ternak_Ikan_Lele__2.jpg)
Budidaya ikan lele menjadi salah satu pilihan paling populer bagi pemula karena perawatannya relatif mudah, tahan kondisi air, dan tidak membutuhkan lahan luas. Sistem pemeliharaannya juga fleksibel, bisa menggunakan kolam terpal, drum, atau bahkan ember besar, sehingga sangat cocok untuk usaha rumahan dengan modal terbatas. Kisaran modal awal biasanya mulai dari Rp300.000 hingga Rp2.000.000 tergantung jumlah bibit dan ukuran wadah yang digunakan.
Dalam kondisi budidaya yang baik, lele bisa mencapai ukuran konsumsi dalam waktu sekitar 60–75 hari, bahkan beberapa varietas unggul dapat dipanen lebih cepat sekitar 50–60 hari. Kelebihan lainnya adalah tingkat permintaan pasar yang sangat stabil, baik untuk warung makan maupun pedagang pasar tradisional. Hal ini membuat perputaran modal menjadi lebih cepat dan risiko kerugian relatif lebih rendah.
Advertisement
2. Ternak Udang Vaname
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555908/original/021665300_1776224443-Ternak_Udang_Vaname.jpg)
Udang vaname merupakan komoditas bernilai tinggi dengan pertumbuhan yang cukup cepat jika dikelola dengan sistem yang tepat. Budidaya skala kecil dapat dilakukan menggunakan kolam terpal atau sistem bioflok sederhana, sehingga masih terjangkau bagi pemula yang baru memulai usaha setelah PHK. Selain itu, manajemen pakan dan air yang baik menjadi kunci utama keberhasilan.
Pada umumnya, udang vaname dipanen dalam waktu sekitar 90–100 hari, namun panen parsial sudah bisa dilakukan saat usia 60–70 hari atau mendekati 2 bulan. Strategi panen bertahap ini membantu menjaga kualitas udang sekaligus mempercepat arus kas. Permintaan pasar yang tinggi, terutama dari restoran dan eksportir, membuat usaha ini memiliki potensi keuntungan yang cukup besar.
3. Budidaya Maggot BSF
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555909/original/046204700_1776224443-Budidaya_Maggot_BSF_4.jpg)
Maggot BSF (Black Soldier Fly) merupakan larva yang mampu mengolah limbah organik menjadi pakan bernutrisi tinggi untuk ikan dan unggas. Usaha ini sangat ramah lingkungan karena tidak menimbulkan bau menyengat dan tidak menjadi sumber penyakit. Skala rumahan bisa dimulai dengan modal kecil untuk kandang sederhana dan bibit lalat BSF.
Siklus panen maggot tergolong sangat cepat, yaitu sekitar 15–21 hari setelah telur menetas. Keunggulan lainnya adalah biaya pakan hampir nol karena menggunakan sampah dapur atau limbah organik. Dengan permintaan yang terus meningkat sebagai pakan alternatif, maggot menjadi salah satu peluang usaha paling cepat balik modal.
Advertisement
4. Ternak Jangkrik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5505681/original/097178200_1771393691-Budidaya_Jangkrik.jpg)
Ternak jangkrik menjadi salah satu usaha paling diminati karena siklus hidupnya singkat dan perawatannya sederhana. Kandang dapat dibuat dari bahan kayu atau plastik sederhana, sehingga modal awal hanya sekitar Rp200.000–Rp300.000. Cocok untuk usaha kecil di rumah dengan ruang terbatas.
Dalam waktu sekitar 30–40 hari, jangkrik sudah bisa dipanen dan dijual sebagai pakan burung, ikan, maupun reptil. Permintaan pasar cenderung stabil, terutama dari pecinta hewan dan toko pakan. Kecepatan panen ini membuat usaha jangkrik sangat ideal untuk perputaran uang yang cepat.
5. Budidaya Cacing Sutra
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5505682/original/025942500_1771393692-Ternak_Cacing_Tanah__Vermikultur_.jpg)
Cacing sutra merupakan pakan alami penting bagi ikan hias dan benih ikan konsumsi karena kandungan proteinnya yang tinggi. Budidayanya tidak membutuhkan peralatan mahal dan dapat dilakukan di wadah sederhana dengan air bersih atau sistem lumpur khusus. Hal ini membuatnya sangat cocok untuk pemula dengan modal kecil.
Panen dapat dilakukan dalam waktu sekitar 40–45 hari, bahkan bisa terus berlanjut jika koloni dikelola dengan baik. Permintaan pasar cukup tinggi, sementara ketersediaannya masih terbatas sehingga harga jual relatif stabil. Kondisi ini menciptakan peluang usaha yang menjanjikan dalam jangka panjang.
Advertisement
6. Ternak Ayam Broiler
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555910/original/074642500_1776224443-Ternak_Ayam_Broiler_2.jpg)
Ayam broiler merupakan salah satu ternak paling cepat tumbuh di sektor unggas. Budidaya dapat dimulai dalam skala kecil menggunakan kandang sederhana di halaman rumah. Dengan manajemen pakan yang tepat, usaha ini dapat menghasilkan perputaran modal yang cepat.
Ayam broiler biasanya siap panen dalam waktu 30–40 hari dengan bobot konsumsi ideal. Permintaan daging ayam sangat tinggi di pasar lokal maupun industri makanan, sehingga penjualannya relatif mudah. Stabilitas pasar ini membuat usaha broiler menjadi salah satu pilihan aman untuk pemula.
7. Ternak Burung Puyuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555911/original/006055400_1776224444-Ternak_Burung_Puyuh4.jpg)
Burung puyuh pedaging memiliki siklus pertumbuhan yang cepat sehingga cocok untuk usaha skala rumahan. Modal awal relatif terjangkau, terutama untuk kandang sederhana dan bibit awal. Perawatan juga tidak terlalu rumit sehingga mudah dijalankan oleh pemula.
Puyuh dapat dipanen dalam waktu sekitar 35–40 hari dengan bobot konsumsi yang siap jual. Dagingnya memiliki permintaan stabil di pasar kuliner, restoran, dan warung makan. Selain itu, perputaran modalnya cepat sehingga cocok untuk usaha jangka pendek.
Advertisement
8. Ternak Bekicot
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5505684/original/083614900_1771393692-Ternak_Bekicot_atau_Siput.jpg)
Bekicot termasuk hewan yang mudah dibudidayakan karena tidak membutuhkan pakan mahal dan dapat hidup di lingkungan sederhana. Usaha ini dapat dilakukan di lahan sempit dengan kandang sederhana berbahan dasar murah. Modal awalnya pun sangat rendah sehingga cocok untuk usaha pasca PHK.
Panen bekicot biasanya dapat dilakukan dalam waktu 2–3 bulan tergantung ukuran yang diinginkan pasar. Selain konsumsi lokal, bekicot juga memiliki peluang pasar ekspor dan industri kosmetik. Potensi ini membuatnya memiliki nilai ekonomi yang cukup menarik.
9. Budidaya Ikan Nila
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555913/original/016158500_1776224558-Ikan_Nila_3.jpg)
Ikan nila merupakan jenis ikan air tawar yang kuat, mudah dipelihara, dan cocok untuk pemula. Budidaya dapat dilakukan di kolam terpal dengan sistem sederhana sehingga tidak membutuhkan biaya besar. Perawatan relatif mudah asalkan kualitas air tetap terjaga dengan baik.
Meskipun idealnya panen dilakukan dalam 4–6 bulan, sistem pembesaran cepat memungkinkan sebagian ikan mulai dipanen lebih awal mendekati 2 bulan. Hal ini tergantung pada pakan, kepadatan, dan kualitas air. Permintaan pasar ikan nila yang tinggi membuat usaha ini tetap stabil dan menjanjikan untuk jangka panjang.
Q & A Seputar Topik
Apa saja ide ternak modal kecil yang bisa panen dalam 2 bulan?
Beberapa ide ternak modal kecil dengan potensi panen 2 bulan antara lain budidaya ikan lele, maggot BSF, jangkrik, cacing sutra, udang vaname (panen parsial), burung puyuh pedaging, ayam broiler, dan bekicot.
Berapa modal awal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ternak ini?
Modal awal bervariasi tergantung jenis ternak, mulai dari sekitar Rp200.000-Rp300.000 untuk jangkrik, Rp300.000-Rp2.000.000 untuk lele, hingga sekitar Rp2 juta untuk maggot BSF skala kecil.
Mengapa ide ternak ini cocok untuk orang yang baru saja mengalami PHK?
Ide ternak ini cocok karena modalnya relatif kecil, siklus panennya cepat sehingga dapat segera menghasilkan pendapatan, serta memiliki permintaan pasar yang stabil.
Bagaimana potensi pasar untuk produk-produk ternak ini?
Potensi pasar sangat baik dan stabil. Ikan lele, udang, ayam, dan puyuh memiliki permintaan konsumsi tinggi. Maggot BSF dan cacing sutra diminati sebagai pakan ternak, sementara jangkrik untuk pakan burung/umpan. Bekicot bahkan memiliki pasar ekspor.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5549356/original/044187700_1775616635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-08T094635.806.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296369/original/030425400_1784012720-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T140419.763.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555906/original/066874600_1776224442-ternak_udang.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297070/original/029757400_1784071679-Players_of_France_and_Spain.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297047/original/067992000_1784067138-fran6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297065/original/007044100_1784070064-Spain_goalkeeper_Unai_Simon_and_defender_Pau_Cubarsi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297060/original/000844200_1784067788-Spain_s_Mikel_Oyarzabal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297031/original/089698500_1784066707-Spain_s_Borja_Iglesias__26__celebrates_with_Rodri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297028/original/097743500_1784066595-000_C27T8XW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297022/original/065688300_1784063871-063_2286108373.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297023/original/005665300_1784063890-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297020/original/005987700_1784057750-063_2286100607.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297021/original/002448900_1784061838-063_2286107530.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4879430/original/059892300_1719761953-mICROSOFT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5543573/original/046304500_1775029577-image.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5385925/original/080516200_1760949010-8__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288877/original/099660100_1783339863-Menteri_Ketenagakerjaan_Yassierli-6_Juli_2026c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4469232/original/033619000_1686909646-Gedung_Tokopedia..jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5265397/original/018918900_1750921488-aaf730e4-2600-4e03-8c0a-deec7add401b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288495/original/076229000_1783323775-Menteri_Ketenagakerjaan_Yassierli-6_Juli_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8823004/original/092127200_1782912909-IMG_5218.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9155815/original/094613600_1783083768-1000365688.jpg)