Liputan6.com, Jakarta - Menanam alpukat di tanah yang kurang subur seringkali dianggap sebagai tantangan besar bagi para pekebun. Namun, kondisi lahan yang dangkal, memiliki drainase lambat, atau berkandungan lempung tinggi tidak berarti mustahil untuk menghasilkan panen yang melimpah. Tanah dengan karakteristik tersebut dapat menghambat pertumbuhan akar dan penyerapan nutrisi esensial bagi tanaman.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, diperlukan penyesuaian strategi dan teknik budidaya yang tepat. Pendekatan yang cermat dalam setiap tahapan, mulai dari pemilihan bibit hingga perawatan berkelanjutan, menjadi kunci keberhasilan. Artikel ini akan mengulas sembilan tips yang dapat diterapkan untuk menanam alpukat secara optimal di tanah yang kurang subur, memastikan pohon tumbuh sehat dan berbuah lebat.
1. Memilih Varietas dan Batang Bawah yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296775/original/010016700_1784025509-varietas.jpeg)
Pemilihan varietas alpukat yang sesuai menjadi langkah awal yang krusial, terutama ketika berhadapan dengan kondisi tanah yang menantang. Memilih jenis yang dikenal kuat serta adaptif terhadap lingkungan tumbuh yang kurang ideal bisa menjadi pertimbangan.Â
Gunakan varietas terbaik yang tersedia untuk pohon alpukat Anda, khususnya dengan membeli pohon yang memiliki batang bawah yang dikenal kuat dalam kondisi tanah Anda. Ini mungkin berarti mencari batang bawah klonal". Batang bawah klonal menawarkan ketahanan lebih baik terhadap kondisi tanah spesifik.
Di Indonesia, beberapa varietas populer seperti 'Alpukat Miki' dikenal cepat berbuah dan dapat ditanam dalam pot, serta unggul untuk dataran rendah. Selain itu, ras alpukat Meksiko dan Guatemala juga menunjukkan ketahanan yang lebih baik terhadap cuaca dingin dan iklim kering dibandingkan ras Hindia Barat.
Advertisement
2. Mengoptimalkan Penanaman dengan Metode Gundukan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296776/original/044211800_1784025509-menanam2.jpeg)
Salah satu solusi paling efektif untuk mengatasi masalah tanah yang kurang subur, terutama yang memiliki drainase buruk atau kandungan lempung tinggi, adalah dengan menerapkan metode penanaman di atas gundukan. Pendekatan ini secara signifikan meningkatkan peluang keberhasilan budidaya.
Melansir laman Gregalder, hal terbaik yang dapat Anda lakukan saat menanam pohon alpukat di tanah yang kurang subur adalah menanamnya di atas gundukan. Gundukan tanah tidak hanya menambah kedalaman, tetapi juga menciptakan kondisi tanah yang lebih beraerasi dan berkualitas, memudahkan akar menembus dan tumbuh tanpa terhalang lapisan kedap air di bawahnya.
Gundukan juga berperan penting dalam mengatasi drainase yang lambat, mengangkat akar alpukat di atas zona jenuh air. Ketika hujan turun selama seminggu penuh di musim dingin dan terdapat genangan air di beberapa bagian halaman Anda, alpukat yang berada di atas gundukan akan mengering terlebih dahulu dan mendapatkan oksigen kembali ke akarnya. Untuk lahan datar, disarankan membuat gundukan atau bedengan setinggi 30-50 cm dari permukaan tanah asli, memastikan leher akar selalu berada di posisi aman.
3. Menyesuaikan Pola Penyiraman di Lahan Gundukan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296777/original/077722400_1784025509-menyiram.jpeg)
Meskipun penanaman di gundukan memberikan keuntungan drainase yang lebih cepat, strategi penyiraman harus disesuaikan secara cermat. Kondisi tanah di gundukan cenderung lebih cepat kering dibandingkan tanah datar.
Keuntungan gundukan adalah drainasenya lebih cepat dan tanah di bawahnya lebih cepat kering, tetapi drainase dan pengeringan yang cepat ini harus diperhatikan dan penyiraman Anda harus disesuaikan dengannya. Oleh karena itu, frekuensi penyiraman perlu lebih sering.
Setelah bibit alpukat dipindahkan, siram tanah secara menyeluruh hingga basah. Selanjutnya, berikan air secukupnya untuk menjaga kelembapan tanah, namun hindari kondisi terlalu basah atau berlumpur. Penting untuk mencegah genangan air, karena alpukat tidak menyukai tanah yang terus-menerus tergenang.
Advertisement
4. Memperbaiki Struktur Tanah dengan Bahan Organik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296778/original/093944200_1784025509-Gemini_Generated_Image_jh23zdjh23zdjh23.jpg)
Tanah yang kurang subur seringkali ditandai dengan struktur yang padat atau minimnya kandungan bahan organik. Penambahan materi organik menjadi kunci utama dalam memperbaiki kondisi ini dan meningkatkan kesuburan.
Pupuk kompos, yang dihasilkan dari dekomposisi bahan-bahan organik seperti sisa tanaman, kotoran hewan, dan limbah organik lainnya, sangat ideal sebagai suplemen tanah. Kompos yang sudah matang dapat meningkatkan drainase, aerasi, serta aktivitas mikroorganisme tanah yang bermanfaat.
Untuk tanah berpasir yang cenderung sulit mengikat air, penambahan materi organik dalam jumlah besar seperti kotoran kambing yang sudah jadi atau cocopeat (sabut kelapa halus) sangat dianjurkan. Bahan-bahan ini membantu meningkatkan kapasitas tanah dalam menahan kelembapan.
5. Memberikan Pemupukan yang Seimbang dan Rutin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296779/original/033888300_1784025510-pupuk.jpeg)
Pertumbuhan dan perkembangan pohon alpukat yang optimal sangat bergantung pada ketersediaan setidaknya 12 unsur hara, baik makro maupun mikro. Unsur makro meliputi Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), dan Sulfur (S), sementara unsur mikro mencakup Besi (Fe), Mangan (Mn), Seng (Zn), Tembaga (Cu), Boron (B), dan Molibdenum (Mo).
Pemupukan Dasar dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman alpukat di awal masa pertumbuhannya. Tanaman memerlukan nutrisi dalam bentuk unsur hara Nitrogen (N), Phospate (P) dan Kalium (K) dalam jumlah yang banyak saat awal masa pertumbuhan. Pupuk organik dapat digunakan sebagai dasar, kemudian dilengkapi dengan pupuk NPK sesuai umur tanaman.
Aplikasi pupuk organik seperti kompos dan pupuk kandang disarankan secara rutin setiap 3 atau 4 bulan sekali. Selain itu, pupuk organik cair (POC) juga efektif karena nutrisi dalam bentuk cair lebih mudah diserap oleh akar dan daun, sekaligus meningkatkan kesuburan tanah dan ketahanan tanaman terhadap penyakit.
Advertisement
6. Mengaplikasikan Mulsa untuk Perlindungan Tanah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296402/original/014937800_1784013320-mulsa.jpeg)
Penggunaan mulsa, yaitu bahan penutup tanah, merupakan praktik yang sangat bermanfaat untuk menanam alpukat, terutama pada kondisi tanah yang kurang subur. Mulsa membantu menciptakan lingkungan tumbuh yang lebih stabil bagi pohon.
Adapun manfaat mulsa pada tanaman alpukat diantaranya; 1. Menjaga kelembaban 2. Menjaga kesetabilan ph tanah 3. Merangsang pertumbuhan akar 4. Menekan perkembangan patogen penyakit 5. Menekan pertumbuhan gulma 6.Â
Selain mulsa organik, mulsa plastik hitam perak (MPHP) juga efektif untuk menekan pertumbuhan gulma dan menjaga kelembaban tanah. Pemasangan mulsa sebaiknya dilakukan secepat mungkin, sekitar satu bulan setelah penanaman, untuk memberikan perlindungan optimal sejak dini.
7. Mengatur Derajat Keasaman (pH) Tanah Ideal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7815196/original/058006000_1780632907-al.jpeg)
Derajat keasaman tanah atau pH memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan tanaman alpukat dalam menyerap nutrisi. Alpukat tumbuh paling baik pada tanah dengan pH sedikit asam hingga netral, yaitu berkisar antara 5,6 hingga 6,4.
"Alpukat tidak suka daerah dengan pH di bawah 5,5, karena tanaman akan menderita keracunan. Dimana, unsur hara Al, Mg, dan Fe larut dalam jumlah yang cukup banyak," ungkap NPK Mutiara. Sebaliknya, pada pH di atas 6,5, beberapa unsur fungsional penting seperti Besi (Fe), Magnesium (Mg), dan Seng (Zn) akan berkurang ketersediaannya bagi tanaman.
Untuk menaikkan pH tanah yang terlalu rendah (asam), penambahan kapur pertanian atau kapur dolomit dapat dilakukan. Sementara itu, jika pH tanah terlalu tinggi, penambahan bahan organik dapat membantu menurunkannya hingga mencapai rentang yang ideal.
Advertisement
8. Memilih Lokasi Tanam dan Memberikan Perlindungan Angin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6578839/original/075229400_1779421749-alpukat2.jpg)
Meskipun pohon alpukat dikenal adaptif terhadap berbagai tipe agroklimat, pemilihan lokasi tanam yang tepat merupakan faktor penting untuk memastikan pertumbuhan optimal dan hasil panen yang baik.
Pohon alpukat membutuhkan paparan sinar matahari langsung setidaknya enam hingga delapan jam setiap hari untuk tumbuh sehat. "Intensitas cahaya antara 40 hingga 80 persen sangat penting untuk mendukung fotosintesis dan pertumbuhan tanaman," menurut Liputan6.com. Oleh karena itu, hindari menanam alpukat di tempat yang terlalu teduh karena dapat menghambat perkembangan daun dan pembentukan buah.
Selain cahaya, perlindungan dari angin juga perlu diperhatikan. Meskipun angin diperlukan untuk proses penyerbukan, angin kencang dengan kecepatan 62,4 hingga 73,6 km/jam dapat merusak ranting dan cabang pohon yang lunak dan rapuh. Pertimbangkan untuk menanam pohon pelindung angin atau menyangga pohon muda di area yang rentan terhadap hembusan angin kuat.
9. Melakukan Pengendalian Hama dan Penyakit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480695/original/063976800_1769064699-pohon_alpukat.jpg)
Tanaman alpukat yang mengalami stres akibat kondisi tanah yang kurang subur cenderung lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu, pengelolaan hama dan penyakit secara rutin menjadi aspek krusial dalam perawatan.
Pohon alpukat yang tumbuh subur dan mampu berbuah lebat memerlukan perawatan yang konsisten, termasuk perlindungan dari berbagai hama dan penyakit. Serangan hama seperti kutu, ulat, dan penggerek batang, serta penyakit jamur, dapat menghambat pertumbuhan dan menurunkan kualitas buah, bahkan menyebabkan kematian pohon jika tidak ditangani segera.
Pemeriksaan rutin pada daun, batang, dan akar sangat dianjurkan. Penyakit jamur seringkali berkembang di lingkungan yang lembap dan kurang terawat, sehingga menjaga kebersihan area tanam menjadi penting. Pencegahan busuk akar yang disebabkan oleh jamur Phytophthora juga krusial. Selain itu, penggunaan pembungkus buah (fruit cover) dapat melindungi buah dari paparan sinar matahari langsung, mengurangi serangan lalat buah dan thrips, serta menekan risiko penyakit jamur dan bakteri.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tips Menanam Alpukat di Tanah yang Kurang Subur
1. Apa ciri-ciri tanah yang kurang subur untuk alpukat?
Tanah yang kurang subur untuk alpukat adalah tanah yang dangkal, memiliki drainase yang lambat, atau memiliki kandungan lempung yang tinggi.
2. Mengapa menanam alpukat di gundukan direkomendasikan untuk tanah yang kurang subur?
Metode gundukan meningkatkan kedalaman tanah, aerasi, dan drainase, sehingga akar alpukat dapat tumbuh lebih mudah dan terhindar dari genangan air.
3. Bagaimana cara memperbaiki struktur tanah yang kurang subur untuk alpukat?
Perbaikan struktur tanah dapat dilakukan dengan menambahkan bahan organik seperti kompos atau pupuk kandang, yang meningkatkan drainase, aerasi, dan aktivitas mikroorganisme tanah.
4. Berapa rentang pH tanah yang ideal untuk pertumbuhan alpukat?
Alpukat tumbuh optimal pada tanah dengan pH antara 5,6 hingga 6,4.
5. Apa manfaat penggunaan mulsa saat menanam alpukat di tanah yang kurang subur?
Mulsa membantu menjaga kelembaban tanah, menekan pertumbuhan gulma, mencegah erosi, menstabilkan pH tanah, merangsang pertumbuhan akar, dan menekan perkembangan patogen penyakit.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296369/original/030425400_1784012720-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T140419.763.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296716/original/039483300_1784021857-cek_fakta_-_gibran_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486478/original/094414700_1769588326-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9238160/original/090232600_1783129383-mes4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296658/original/081223500_1784019662-000_B9YV49G.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292116/original/017292800_1783585765-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294053/original/082906500_1783778628-Jayden_Adams.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296024/original/097611600_1784000800-000_B9FB274.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294052/original/078184700_1783778533-adams_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293767/original/045633200_1783749356-Alexander_Sorloth.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710891/original/090798400_1782791218-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.25__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776165/original/067157000_1782861161-mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294598/original/025685000_1783846347-12999695776166192623.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5486478/original/094414700_1769588326-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5561695/original/089972700_1776757029-Menanam_bibit_alpukat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516075/original/050048400_1772252405-Alpukat_Miki_dan_Mentega.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483939/original/054865500_1769408172-pohot_alpukan_berbunga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296736/original/017251800_1784022816-9f60718d-ba59-4c01-9e28-031af0f09947.jpg)