Cara Membuat Disinfektan Kandang Sederhana yang Efektif dan Aman untuk Ternak

Ketahui cara membuat disinfektan kandang sederhana dari bahan mudah didapat untuk menjaga kesehatan ternak dan mencegah penyebaran penyakit secara efektif dan h

Diterbitkan 05 Februari 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kebersihan kandang merupakan salah satu faktor terpenting dalam menjaga kesehatan hewan ternak. Kandang yang kotor, lembap, dan penuh kotoran dapat menjadi tempat ideal bagi bakteri, virus, jamur, serta parasit berkembang biak. Jika kondisi ini dibiarkan, risiko penyakit pada ternak akan meningkat dan berujung pada penurunan produktivitas bahkan kematian. Oleh sebab itu, peternak perlu mengetahui cara membuat disinfektan kandang sederhana.

Sayangnya, masih banyak peternak skala kecil yang menganggap pembersihan kandang cukup dilakukan dengan menyiram air atau mengeruk kotoran saja. Padahal, pembersihan fisik tanpa disinfeksi belum mampu membunuh mikroorganisme penyebab penyakit yang menempel pada permukaan kandang.

Oleh karena itu, memahami cara membuat disinfektan kandang sederhana menjadi solusi praktis dan ekonomis bagi peternak. Disinfektan dapat dibuat dari bahan yang mudah didapat, murah, dan tetap efektif jika digunakan dengan takaran yang tepat, Rabu (4/2/2026).

Cara Membuat Disinfektan Kandang Sederhana dari Cairan Pemutih

Salah satu cara paling mudah dan efektif adalah memanfaatkan cairan pemutih pakaian yang mengandung hipoklorit. Zat aktif ini telah direkomendasikan oleh berbagai lembaga kesehatan seperti WHO dan CDC untuk proses disinfeksi permukaan benda mati.

Alat dan Bahan

  • Botol semprot ukuran 1 liter
  • Air bersih 1 liter
  • Cairan pemutih pakaian

Langkah Pembuatan

  1. Isi botol semprot dengan 1 liter air bersih.
  2. Tambahkan cairan pemutih sebanyak 30 mL atau setara 3 tutup botol.
  3. Tutup botol lalu kocok perlahan hingga larutan tercampur merata.
  4. Disinfektan siap digunakan.

Larutan ini dapat langsung disemprotkan pada lantai, dinding kandang, tempat pakan, pintu masuk, dan peralatan kandang lainnya. Diamkan selama kurang lebih 10 menit tanpa dibilas agar proses disinfeksi bekerja optimal .

Cara Membuat Disinfektan Kandang Sederhana dari Bahan Alami

Selain pemutih, peternak juga bisa menggunakan disinfektan alami yang lebih ramah lingkungan. Salah satu resep populer berasal dari laman pertanian dan peternakan organik thelittlegreenwagon.com, yaitu disinfektan jeruk dan cuka.

Bahan yang Dibutuhkan

  • Kulit jeruk dari 3–5 buah jeruk
  • Cuka putih (distilled white vinegar) secukupnya
  • Wadah tertutup (toples kaca atau botol besar)

Cara Membuat

  1. Masukkan kulit jeruk ke dalam wadah.
  2. Tuangkan cuka hingga seluruh kulit jeruk terendam.
  3. Tutup rapat dan diamkan selama minimal 1 bulan.
  4. Setelah matang, saring larutan dan pindahkan ke botol semprot.

Campuran minyak jeruk dan asam asetat dari cuka memiliki sifat antibakteri alami. Selain membantu menekan pertumbuhan mikroorganisme, aroma citrus juga dapat mengusir serangga dan lalat di sekitar kandang.

Tips Penggunaan Disinfektan Kandang yang Aman

Agar hasil maksimal dan tetap aman bagi peternak maupun ternak, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Gunakan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan saat menyemprot disinfektan kimia.
  • Lakukan disinfeksi setelah kandang dibersihkan dari kotoran.
  • Jangan menyemprotkan disinfektan langsung ke tubuh hewan.
  • Lakukan disinfeksi kandang secara rutin, minimal dua kali dalam sebulan.

Langkah-langkah ini sejalan dengan rekomendasi kesehatan lingkungan peternakan yang dijelaskan dalam berbagai jurnal veteriner .

Pentingnya Disinfeksi Kandang Ternak

Menurut berbagai literatur peternakan, disinfeksi kandang adalah proses penting untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen pada benda mati seperti lantai, dinding, tempat pakan, dan peralatan kandang. Disinfeksi yang dilakukan secara rutin terbukti mampu menurunkan risiko penyakit menular seperti PMK, salmonellosis, brucellosis, hingga infeksi parasit.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh Universitas Negeri Semarang, banyak kandang ternak di pedesaan bersifat terbuka dan kurang steril, sehingga memungkinkan bakteri dan virus berkembang dengan cepat . Oleh sebab itu, edukasi mengenai pembuatan dan penggunaan disinfektan kandang sangat diperlukan.

FAQ Seputar Disinfektan untuk Kandang

1. Apakah disinfektan kandang wajib digunakan setiap hari?

Tidak. Disinfektan cukup digunakan secara berkala, misalnya dua kali sebulan, sementara pembersihan kotoran sebaiknya dilakukan setiap hari.

2. Apakah cairan pemutih aman untuk kandang ternak?

Aman jika digunakan dengan takaran yang tepat dan tidak disemprotkan langsung ke hewan.

3. Mana yang lebih baik, disinfektan kimia atau alami?

Keduanya efektif. Disinfektan kimia lebih kuat, sedangkan disinfektan alami lebih ramah lingkungan.

4. Apakah disinfektan alami bisa membunuh virus?

Disinfektan alami lebih efektif untuk bakteri dan serangga, namun daya kerjanya terhadap virus lebih terbatas dibanding pemutih.

5. Berapa lama disinfektan jeruk dan cuka bisa disimpan?

Jika disimpan dalam wadah tertutup, larutan dapat bertahan hingga beberapa bulan.

 

 

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6