Cara Pengolahan Limbah Kayu dan Tali Jadi Bahan Baku Kerajinan Makrame, Peluang Bisnis Menjanjikan

Limbah kayu atau ranting pohon dan tali bisa diubah jadi kerajinan makrame bernilai jual tinggi.

Diterbitkan 26 Januari 2026, 19:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bagi sebagian orang, limbah atau sampah mungkin adalah sesuatu yang harus dibuang atau disingkirkan karena mengganggu lingkungan tempat tinggal. Namun, beberapa limbah nyatanya bisa diolah kembali dan memiliki nilai jual tinggi.

Limbah kayu dan tali misalnya, dua bahan ini bisa disulap dan dikreasikan menjadi kerajinan makrame yang banyak diminati. Ayundita Dyah, seorang wanita asal Banjarnegara, Jawa Tengah menemukan peluang bisnis sederhana ini hingga berhasil menembus pasar mancanegara.

Berkat kreativitasnya, wanita yang akrab disapa Ayun itu berhasil mengubah limbah di sekitar rumahnya menjadi barang yang bernilai ekonomis. Lalu, bagaimana cara limbah tersebut diolah sampai jadi bahan baku yang siap pakai? Berikut Liputan6 memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda, Senin (26/1/2026).

Pemanfaatan Limbah Kayu dan Tali

Saat ditemui, Ayun menceritakan awal mula dirinya memiliki ide bisnis berjualan kerajinan makrame. Dengan memanfaatkan limbah ranting pohon dan tali, dia awalnya berkreasi membuat gantungan pot sederhana. Setelah memposting hasil karyanya ke media sosial, tak disangka banyak orang justru berminat membelinya.

"Awalnya coba bikin karena lihat tutorial, terus iseng posting di Instagram eh banyak yang minat. Terus dari situ lah coba terima orderan dikit-dikit buat (penghasilan) tambahan," kata Ayun kepada Liputan6 (26/1).

Setelah melihat potensi pasar yang cukup besar, Ayun kemudian mulai serius mengembangkan bisnis rumahannya tersebut. Bahan yang dibutuhkan untuk membuat makrame juga dibilang cukup sederhana, yakni kayu dan tali.

"Bahannya sebenernya sederhana buat bikin kaya gantungan itu butuh ranting-ranting bekas yang udah patah. Nah buat jenis makrame yang besar kaya rak-rak gitu saya ada kerjasama sama temen yang bisa suplai papan kayu gitu dia juga buat dari limbah kayu bekas jadi pasti harganya lebih murah," kata Ayun.

Cara Mengolah Limbah Kayu Jadi Bahan Baku Pembuatan Makrame

Sebelum dibuat menjadi kerajinan makrame berbagai model, berikut langkah yang harus dilakukan untuk mempersiapkan limbah kayu dan tali sebagai bahan baku.

Pengolahan Limbah Kayu

  1. Langkah pertama yang dilakukan ialah mengumpulkan limbah-limbah kayu dan memotongnya dengan berbagai ukuran sesuai desain makrame yang dibutuhkan.
  2. Karena kayu yang digunakan merupakan limbah tidak terpakai, bentuknya biasanya tidak beraturan. Maka dari itu, proses pengamplasan sangat penting dilakukan untuk meratakan tekstur kayu itu sendiri.
  3. Setelah proses pengamplasan, kayu kemudian dilapisi dengan vernis atau lapisan pelindung untuk menghindari jamur dan membuat tampilannya lebih mengkilap.
  4. Setelah itu, jemur kayu di bawah matahari secara langsung sampai benar-benar kering. Proses ini biasanya membutuhkan waktu beberapa jam hingga beberapa hari tergantung cuaca.

Pewarnaan Tali

Jika membutuhkan tali dengan warna tertentu, bisa menggunakan teknik celup menggunakan pewarna tekstil atau pewarna alami. Berikut langkahnya:

  1. Basahi bagian tali yang ingin diwarnai dengan air bersih agar menyerap warna lebih baik.
  2. Siapkan larutan pewarna tekstil dengan air panas (air yang panas bisa memudahkan proses mewarnai).
  3. Celupkan bagian tali yang ingin diwarnai ke dalam wadah berisi pewarna.
  4. Pijat tali agar warna meresap ke dalam serat, sebaiknya gunakan sarung tangan untuk keamanan.
  5. Peras perlahan dan gantung tali di tempat yang beralas plastik hingga kering.
  6. Kemudian tali yang sudah diwarnai (rumbai) sebaiknya disisir agar lebih rapi dan halus

Setelah bahan baku siap, proses pembuatan kerajinan makrame bisa langsung dilakukan. Limbah kayu dan tali yang sudah siap itu kemudian bisa disulap menjadi kerajinan seperti gantungan kunci, pajangan dinding, hingga rak gantung untuk menyimpan barang.

 

 

 

Peluang Bisnis Menjanjikan

Dengan memanfaatkan media sosial dan berbagai marketplace yang ada, Ayun mulai gencar mempromosikan produk-produknya. Berawal dari skala kecil dan hanya dijual di sekitaran tempat tinggalnya, kini produk Makrame dengan brand @buatantanganayun ini berhasil merambah pasar mancanegara.

Melalui platform Etsy, yakni marketplace global yang berfokus pada produk buatan tangan (handmade), produk makrame karya Ayun sudah beberapa kali dikirim ke berbagai daerah di Amerika Serikat seperti Fargo, Chaska, hingga Chicago.

"Iya beberapa kali dapet pesanan dari luar negeri, semuanya saya kerjakan sendiri mulai dari produksi sampai promosi. Belajar-belajar juga soal marketplace luar," ungkapnya.

Selain berkontribusi menyelamatkan lingkungan, daur ulang limbah juga bisa menekan biaya produksi. Hal ini tentu saja akan menurunkan modal dan meningkatkan keuntungan yang didapat.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6