Sukses

Niat Mandi Idul Adha dalam Bahasa Arab dan Artinya, Jangan Lupakan Sunnah Ini

Mandi sebelum melaksanakan salat Idul Adha adalah salah satu sunnah yang dianjurkan dalam Islam.

Liputan6.com, Jakarta Mandi sebelum melaksanakan salat Idul Adha adalah salah satu sunnah yang dianjurkan dalam Islam. Praktik ini tidak hanya bertujuan untuk kebersihan fisik, tetapi juga untuk mempersiapkan diri secara spiritual dalam menyambut hari raya. Mandi sunnah Idul Adha dapat membantu umat Muslim merasa lebih segar dan khusyuk dalam menjalankan ibadah.

Membaca niat ini sebelum mandi membantu menanamkan kesadaran spiritual tentang pentingnya kebersihan dan persiapan diri untuk beribadah.Menjalankan sunnah ini menunjukkan ketaatan dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Selain itu, mandi sunnah sebelum salat Idul Adha juga merupakan bentuk penghormatan terhadap hari besar umat Islam. Jangan lupakan sunnah ini agar kita dapat meraih keutamaan dan keberkahan lebih dalam menyambut Idul Adha.

Berikut Liputan6.com ulas mengenai bacaan niat mandi Idul Adha dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (12/6/2024).

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 5 halaman

Niat Mandi Idul Adha dalam Bahasa Arab dan Artinya

Salah satu amaliah yang dianjurkan di hari raya (Idul Fitri/Idul Adha) adalah mandi sunnah sebelum shalat Id. Hal ini sebagaimana dijelaskan Imam al-Ghazali dalam risalahnya berjudul al-Adab fid Din dalam Majmu'ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, t.th., halaman 437) sebagai berikut:

 والاغتسال في صبيحة يومه

Artinya, “Mandi pagi di hari itu (Hari Id).”

Yang dimaksud mandi di sini bukan mandi biasa, tetapi mandi di pagi hari dengan mengguyur seluruh tubuh dan anggota badan, yakni dari rambut di kepala hingga telapak kaki dengan air.

Adapun lafal niatnya sebagaimana petunjuk Syekh al-Baijuri dalam kitab tersebut sebagai berikut:

نَوَيْتُ سُنَّةَ الْغُسْلِ لِعِيْدِ الْأَضْحَى

Arab Latin: Nawaitu sunnatal ghusli li ‘Idil Adlha

Artinya, “Saya niat sunnah mandi Idul Adha.”

3 dari 5 halaman

Waktu Pelaksanaan Mandi Idul Adha

Waktu pelaksanaan mandi bisa sebelum atau setelah shalat subuh di pagi hari itu sebagaimana petunjuk Imam al-Ghazali pada paragraf sebelumnya. Atau jauh sebelumnya, yakni mulai tengah malam sebagaimana penjelasan Syekh al-Baijuri dalam kitabnya Hasyiyatu Asy-Syaikh Ibrahim al- Baijuri ala Syarh al-Allamah Ibn al-Qasim al-Ghazi ‘ala Matn asy-Syaikh Abi Syuja’ (Beirut: Dar al-Kitab al-Ilmiyyah, 1999) Cetakan 2, Juz I, hal. 153 sebagai barikut:

 ويدخل وقت هذا الغسل بنصف الليل 

Artinya, “Waktu masuknya mandi sunnah (Idul Fitri/Idul Adha) adalah pada tengah malam.”

Pun mandi Idul Adha ini juga tidak saja disunnahkan bagi umat Islam yang hendak menunaikan ibadah shalat Idul Adha, tetapi mereka yang tengah berhalangan untuk shalat, seperti perempuan yang tengah haid ataupun nifas, ataupun karena halangan lainnya juga tetap dianjurkan untuk melaksanakannya.

4 dari 5 halaman

Hukum Pelaksanaan Mandi Idul Adha

Dikutip dari laman NU Online, salah satu amalan yang disunahkan di hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, adalah mandi sebelum salat Id. Hal ini sebagaimana dijelaskan Imam al-Ghazali dalam salah satu risalahnya:

"Mandi pagi di hari itu (Hari Id)." (Al-Adab fid Din dalam Majmu'ah Rasail al-Imam al-Ghazali [Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, t.th., hal. 437]).

Selain itu, dalil tentang disunahkan untuk mandi sebelum berangkat ke tempat salat Idul Fitri atau Idul Adha adalah atsar sahabat Abdullah bin Umar,

"Bahwa Abdullah Ibnu Umar ibnu Khattab RA mandi pada hari raya Idul Fitri sebelum berangkat salat."

Lebih lanjut, dalam buku Bimbingan Praktikum Ibadah (2019) karya Prof. Dr. H. Abuddin Nata, menjelaskan akan ada pahala bagi orang yang mandi sebelum salat Idul Adha dan tidak akan disiksa bagi yang meninggalkannya. Tujuan mandi Idul Adha ini adalah membersihkan diri dari kotoran dan mempersiapkan diri sebelum salat.

5 dari 5 halaman

Tata Cara Mandi Sholat Idul Adha

Berikut ini terdapat beberapa tata cara mandi sholat Idul Adha yang benar dan sesuai dengan sunnah, yakni:

1. Membaca Niat Mandi Sholat Idul Adha

Sebelum masuk ke kamar mandi, mulailah dengan membaca niat mandi sholat Idul Adha yang sudah dijelaskan pada paragraf sebelumnya. Langkah ini diiringi dengan masuk ke kamar mandi dengan mendahulukan kaki kiri, kemudian kaki kanan, sebagai tanda memulai aktivitas dengan adab yang baik.

2. Membasuh Telapak Tangan

Setelah membaca niat, langkah pertama dalam proses mandi adalah membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali dengan air mengalir. Hal ini dilakukan untuk membersihkan tangan dari kotoran dan memulai mandi dengan keadaan tangan yang bersih.

3. Membersihkan Najis di Anggota Badan

Sebelum mengguyur seluruh badan, pastikan untuk membersihkan kotoran atau najis yang ada di anggota badan menggunakan air mengalir. Membersihkan najis ini penting agar mandi menjadi sah dan tubuh siap untuk dimandikan secara menyeluruh.

4. Berwudu Seperti Hendak Sholat

Setelah memastikan semua kotoran dan najis sudah bersih, lanjutkan dengan berwudu seperti biasa, yaitu seperti hendak melaksanakan sholat. Mulai dari mencuci tangan, berkumur, membersihkan hidung, membasuh wajah, membasuh tangan hingga siku, mengusap kepala, dan membasuh kaki hingga mata kaki.

5. Menyiram Anggota Badan dari Sebelah Kanan

Setelah berwudu, mulai siram anggota badan dengan air mengalir dimulai dari sebelah kanan sebanyak tiga kali, kemudian lanjutkan ke sebelah kiri juga tiga kali. Setelah itu, mandilah seperti biasa menggunakan sabun, sampo, dan sikat gigi hingga seluruh tubuh benar-benar bersih.

6. Membilas Tubuh

Pada tahap terakhir, bilaslah seluruh tubuh dengan air mengalir mulai dari sisi kanan ke kiri untuk memastikan bahwa tidak ada sabun atau sampo yang tersisa. Bilasan terakhir ini menandakan kesucian dan kesiapan untuk melaksanakan sholat, dan ditutup dengan berwudu lagi jika dirasa perlu untuk memastikan kesempurnaan wudu sebelum sholat.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.