Siapa Odyssey? Tokoh Yunani yang Kembali Populer Berkat Film The Odyssey Karya Christopher Nolan

Film terbaru Christopher Nolan, The Odyssey (2026), kembali mempopulerkan kisah epik Yunani. Artikel ini mengulas perbedaan Odyssey dan Odysseu.

Diterbitkan 23 Juli 2026, 16:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Siapa Odyssey menjadi pertanyaan yang belakangan banyak dicari setelah film The Odyssey garapan Christopher Nolan resmi tayang pada 2026. Film epik tersebut mengangkat kembali kisah petualangan legendaris dari mitologi Yunani yang selama ribuan tahun menjadi salah satu karya sastra paling berpengaruh di dunia.

Meski banyak orang menyebut "Odyssey" sebagai nama tokoh utama, sebenarnya istilah tersebut merujuk pada judul puisi epik karya Homer. Tokoh sentral dalam kisah tersebut adalah Odysseus, raja Ithaca yang terkenal karena kecerdasan, strategi perang, sekaligus perjalanan panjangnya untuk pulang setelah Perang Troya.

Popularitas film terbaru Christopher Nolan membuat generasi baru kembali mengenal Odysseus, sosok yang selama ini menjadi inspirasi berbagai novel, film, karya seni, hingga istilah "odyssey" yang kini digunakan untuk menggambarkan perjalanan panjang penuh tantangan. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (23/7/2026).

Siapa Odyssey? Memahami Perbedaan Odyssey dan Odysseus

Banyak orang masih keliru ketika mencari informasi tentang siapa Odyssey. Berdasarkan penjelasan Encyclopaedia Britannica, Odyssey adalah judul puisi epik Yunani kuno yang ditulis oleh Homer sekitar abad ke-8 SM, sedangkan Odysseus merupakan tokoh utama dalam kisah tersebut.

Dalam bahasa Latin, Odysseus dikenal dengan nama Ulysses. Ia adalah raja kerajaan kecil Ithaca, putra Laertes dan Anticleia, serta suami Penelope dan ayah Telemachus. Seluruh kisah dalam The Odyssey berpusat pada perjuangan Odysseus untuk kembali ke Ithaca setelah berakhirnya Perang Troya.

Britannica menjelaskan bahwa Odysseus merupakan salah satu karakter paling berpengaruh dalam sastra Barat. Berbeda dengan pahlawan Yunani lain yang mengandalkan kekuatan fisik, Odysseus lebih dikenal karena kecerdasan, kecakapan berbicara, kemampuan menyusun strategi, dan kepiawaiannya keluar dari situasi yang hampir mustahil.

Mengapa Odysseus Menjadi Tokoh yang Sangat Terkenal?

Ketika membahas siapa Odyssey, pembahasan tidak bisa dilepaskan dari sosok Odysseus sebagai salah satu pahlawan terbesar dalam mitologi Yunani.

Menurut Britannica, perannya sangat penting dalam kemenangan bangsa Yunani pada Perang Troya yang berlangsung selama sekitar sepuluh tahun. Salah satu strategi paling terkenal yang dikaitkan dengan Odysseus adalah ide membangun Kuda Troya (Trojan Horse).

Saat pasukan Yunani gagal menembus benteng kota Troya melalui peperangan terbuka, Odysseus menyusun siasat membuat kuda kayu raksasa yang tampak seperti hadiah perdamaian. Di dalamnya bersembunyi para prajurit terbaik Yunani. Ketika penduduk Troya membawa kuda tersebut ke dalam kota, para prajurit keluar pada malam hari dan membuka gerbang bagi pasukan Yunani sehingga Troya akhirnya berhasil ditaklukkan.

Ashmolean Museum di Universitas Oxford menjelaskan bahwa kisah Kuda Troya menjadi salah satu simbol paling terkenal dalam sejarah mitologi Yunani dan telah diabadikan dalam berbagai karya seni sejak zaman Romawi.

Perjalanan Pulang yang Menjadi Legenda

Jika kemenangan di Troya menunjukkan kecerdasan Odysseus sebagai ahli strategi, maka The Odyssey memperlihatkan perjuangannya menghadapi berbagai cobaan selama perjalanan pulang menuju Ithaca.

Menurut Britannica, perjalanan yang seharusnya berlangsung singkat justru berubah menjadi petualangan selama sepuluh tahun. Artinya, Odysseus meninggalkan kerajaannya selama sekitar dua puluh tahun jika dihitung sejak awal Perang Troya.

Dalam perjalanannya, ia menghadapi berbagai makhluk mitologi dan ujian yang kini menjadi bagian paling terkenal dari kisah The Odyssey, di antaranya:

  • Cyclops Polyphemus, raksasa bermata satu yang memakan beberapa anak buahnya.
  • Bangsa Lotus-Eaters yang membuat para pelaut kehilangan keinginan untuk pulang.
  • Aeolus, penguasa angin yang menghadiahkan kantong berisi angin untuk membantu perjalanan.
  • Penyihir Circe yang mengubah awak kapal menjadi babi.
  • Sirens dengan nyanyian mematikan yang mampu memikat para pelaut.
  • Scylla dan Charybdis, dua ancaman laut yang memaksa Odysseus memilih risiko paling kecil.
  • Nimfa Calypso yang menahannya selama tujuh tahun di Pulau Ogygia.

Kisah-kisah tersebut bukan sekadar petualangan fantasi. Banyak ahli sastra menilai perjalanan Odysseus sebagai simbol perjuangan manusia menghadapi godaan, kehilangan, kesalahan, dan harapan untuk kembali kepada keluarga.

Karakter Odysseus Ternyata Jauh Lebih Rumit daripada Sekadar Pahlawan

Selama bertahun-tahun, Odysseus sering digambarkan sebagai sosok pahlawan yang cerdas dan setia kepada keluarganya. Namun, pandangan tersebut tidak sepenuhnya disepakati oleh para ahli klasik.

Dalam ulasan National Geographic yang mengutip sejumlah akademisi, termasuk Joel Christensen, Eleanor Martin dari Yale University, dan Sarah Bond dari University of Iowa, dijelaskan bahwa banyak pembaca modern cenderung melihat Odysseus sebagai "orang baik". Padahal, teks asli karya Homer memperlihatkan karakter yang jauh lebih kompleks.

Odysseus memang luar biasa cerdas, tetapi ia juga sering bertindak licik, manipulatif, bahkan kejam. Setelah berhasil membutakan Cyclops Polyphemus, misalnya, ia tidak langsung melarikan diri. Sebaliknya, ia justru mengejek Polyphemus dan membanggakan identitasnya sendiri. Kesombongan itulah yang memicu murka Poseidon, ayah Polyphemus, sehingga perjalanan pulang Odysseus menjadi jauh lebih panjang dan penuh penderitaan.

Sarah Bond menyebut bahwa kejatuhan Odysseus berasal dari hubris, yakni kesombongan yang dalam mitologi Yunani sering menjadi penyebab kehancuran seorang pahlawan.

Selain itu, National Geographic juga mengingatkan bahwa tindakan Odysseus di akhir kisah tidak sepenuhnya mencerminkan sosok yang lembut. Setelah kembali ke Ithaca, ia membunuh para pelamar Penelope tanpa ampun dan mengambil berbagai keputusan keras yang hingga kini masih menjadi bahan diskusi di kalangan akademisi.

Karena itulah, banyak pakar sastra modern lebih memilih menyebut Odysseus sebagai antihero daripada pahlawan sempurna. Ia memiliki keberanian, kecerdasan, dan tekad luar biasa, tetapi juga menyimpan kelemahan, ego, serta sisi gelap yang membuat karakternya terasa sangat manusiawi.

Popularitas karakter inilah yang membuat kisah Odysseus tetap relevan selama lebih dari dua milenium. Setiap zaman menghadirkan penafsiran baru terhadap dirinya, mulai dari simbol kebijaksanaan, lambang perjuangan manusia, hingga figur antihero yang penuh kontradiksi.

Film The Odyssey Christopher Nolan Membuat Kisah Odysseus Kembali Populer

Popularitas pencarian siapa Odyssey meningkat pesat setelah sutradara Christopher Nolan merilis film The Odyssey pada 2026. Film ini merupakan adaptasi modern dari puisi epik karya Homer dengan pendekatan sinematik khas Nolan yang memadukan kisah mitologi, drama psikologis, dan petualangan berskala besar.

Dalam film tersebut, aktor Matt Damon memerankan Odysseus, sementara Anne Hathaway berperan sebagai Penelope dan Tom Holland sebagai Telemachus. Nolan tetap mempertahankan inti cerita mengenai perjalanan pulang sang raja Ithaca setelah Perang Troya, tetapi mengemasnya dalam narasi yang lebih sinematik sehingga mudah diikuti penonton modern.

Berdasarkan informasi produksi film, Nolan mempelajari berbagai terjemahan The Odyssey, termasuk karya Emily Wilson, Robert Fagles, dan E.V. Rieu sebelum menyusun skenario. Ia juga melakukan riset mengenai arkeologi Yunani Zaman Perunggu agar dunia yang ditampilkan terasa realistis meskipun dipenuhi unsur mitologi.

Film tersebut mendapatkan perhatian luas karena menjadi salah satu proyek terbesar sepanjang karier Nolan. Pengambilan gambar dilakukan di berbagai negara seperti Yunani, Italia, Maroko, Islandia, Skotlandia, dan Malta menggunakan kamera IMAX 70 mm. Skala produksinya yang megah membuat kisah Odysseus kembali menjadi bahan pembicaraan masyarakat dunia.

Mengapa Kisah Odysseus Masih Relevan Hingga Sekarang?

Walaupun berasal dari lebih dari 2.700 tahun lalu, The Odyssey masih dianggap sebagai salah satu karya sastra paling berpengaruh dalam sejarah.

Menurut Ashmolean Museum, kisah Odysseus telah menginspirasi ribuan karya seni, patung, lukisan, novel, hingga film sejak zaman Yunani Kuno. Adegan-adegan seperti Kuda Troya, Cyclops Polyphemus, Circe, Sirens, Scylla dan Charybdis, serta Penelope yang setia menunggu suaminya telah menjadi bagian dari budaya populer dunia.

Sementara itu, Britannica menjelaskan bahwa kata "odyssey" kini bahkan digunakan dalam bahasa sehari-hari untuk menggambarkan perjalanan yang sangat panjang, penuh tantangan, atau dipenuhi berbagai rintangan sebelum mencapai tujuan.

Makna tersebut menunjukkan bahwa kisah Odysseus telah melampaui batas mitologi dan berubah menjadi simbol universal tentang perjuangan manusia menghadapi cobaan hidup.

Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Kisah Odysseus

Salah satu alasan mengapa kisah ini terus dipelajari adalah karena karakter Odysseus tidak digambarkan sebagai manusia yang sempurna. Ia memang cerdas dan pemberani, tetapi juga memiliki ego, ambisi, dan kesalahan yang berulang kali membawa dirinya ke dalam bahaya.

National Geographic menjelaskan bahwa pembaca modern sering salah memahami Odysseus sebagai pahlawan tanpa cela. Padahal, Homer justru menghadirkan tokoh yang penuh kontradiksi. Keberhasilannya lahir dari kecerdasan dan keberanian, sedangkan penderitaannya banyak dipicu oleh kesombongan serta keputusan-keputusan yang keliru.

Dari sudut pandang sastra, Odysseus menjadi contoh bahwa seorang pemimpin dapat memiliki kualitas luar biasa sekaligus kelemahan yang sangat manusiawi. Inilah yang membuat karakternya tetap terasa relevan hingga sekarang.

Selain itu, perjalanan pulang menuju Ithaca sering dimaknai sebagai metafora kehidupan. Berbagai monster yang dihadapi Odysseus dapat dipandang sebagai simbol tantangan yang harus dihadapi setiap orang, mulai dari godaan, rasa putus asa, kehilangan arah, hingga konsekuensi dari keputusan yang pernah diambil.

Karena itulah, The Odyssey tidak hanya dikenang sebagai kisah petualangan, tetapi juga sebagai refleksi mengenai ketahanan mental, identitas, keluarga, pengampunan, dan arti sebuah rumah.

Tanya Jawab Seputar Odyssey

1. Siapa Odyssey yang sedang ramai dibicarakan?

Odyssey sebenarnya adalah judul puisi epik karya Homer. Tokoh utamanya adalah Odysseus, raja Ithaca yang melakukan perjalanan panjang pulang setelah Perang Troya.

2. Apa perbedaan Odyssey dan Odysseus?

Odyssey adalah nama karya sastra atau kisah epik, sedangkan Odysseus adalah tokoh utama dalam cerita tersebut.

3. Mengapa Odysseus terkenal?

Odysseus terkenal karena kecerdasannya dalam memenangkan Perang Troya melalui strategi Kuda Troya serta perjalanan legendarisnya yang penuh tantangan selama kembali ke Ithaca.

4. Apakah film The Odyssey mengikuti cerita asli Homer?

Sebagian besar alur utama tetap mengacu pada puisi epik Homer, meskipun Christopher Nolan melakukan beberapa penyesuaian untuk kebutuhan dramatik dan penyajian sinematik bagi penonton modern.

5. Apa makna kata "odyssey" dalam bahasa modern?

Dalam penggunaan modern, kata odyssey merujuk pada perjalanan yang panjang, penuh rintangan, dan membutuhkan perjuangan besar sebelum mencapai tujuan.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6