Liputan6.com, Jakarta - Cara menyulap galon bekas menjadi kolam mini bergaya Jepang menjadi salah satu ide DIY yang semakin populer karena mampu mengubah barang bekas menjadi dekorasi rumah yang cantik dan fungsional. Dengan sentuhan konsep Zen khas Jepang, galon air minum bekas dapat disulap menjadi kolam mini atau akuarium sederhana yang menghadirkan suasana tenang.
Tidak hanya ramah lingkungan, proyek ini juga relatif murah karena sebagian besar bahan mudah ditemukan di rumah atau toko tanaman hias. Ukurannya yang ringkas membuat kolam mini cocok ditempatkan di teras, taman mungil, balkon, maupun sudut ruang tamu. Menariknya, Anda tidak memerlukan keahlian khusus untuk membuatnya. Dengan beberapa langkah sederhana, galon bekas bisa berubah menjadi kolam mini bergaya Jepang yang dipenuhi batu alam, tanaman air, dan ikan hias kecil.Â
Konsep taman Jepang identik dengan kesederhanaan, keseimbangan, dan kedekatan dengan alam. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan pada kolam mini berbahan galon bekas sehingga menghasilkan dekorasi yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memberikan efek relaksasi. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (23/7/2026).Â
Advertisement
1. Pilih galon bekas yang masih layak digunakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304771/original/073983200_1784770101-kolam_galon_jepang_2.jpeg)
Langkah pertama adalah memilih galon bekas berkapasitas sekitar 19 liter yang kondisinya masih baik. Hindari galon yang retak, bocor, atau menguning karena dapat mengurangi keindahan sekaligus berisiko mengalami kebocoran.
Pastikan galon pernah digunakan untuk air minum sehingga relatif aman sebagai wadah ikan setelah dibersihkan. Transparansi galon juga menjadi nilai tambah karena memungkinkan isi kolam terlihat dari berbagai sisi.
2. Siapkan alat dan bahan
Sebelum mulai bekerja, siapkan seluruh perlengkapan agar proses pembuatan berjalan lancar. Beberapa bahan yang diperlukan antara lain:
- Galon bekas 19 liter
- Cutter atau pisau tajam
- Amplas halus
- Spidol untuk membuat pola
- Pasir Malang atau kerikil hitam
- Batu kali berbagai ukuran
- Tanaman air
- Air yang telah diendapkan
- Ikan hias kecil
Jika ingin hasil lebih maksimal, Anda juga dapat menambahkan filter mini, pompa air berukuran kecil, atau lampu LED khusus akuarium.
3. Potong bagian atas galon
Gunakan spidol untuk membuat garis potong terlebih dahulu agar hasilnya lebih rapi. Setelah itu, potong bagian leher atau sisi atas galon menggunakan cutter tajam secara perlahan.
Bukaan yang cukup lebar akan memudahkan penataan dekorasi, penanaman tanaman air, sekaligus mempermudah proses perawatan nantinya.
Setelah selesai dipotong, haluskan seluruh sisi menggunakan amplas agar tidak tajam dan aman ketika disentuh.
Advertisement
4. Bersihkan galon hingga benar-benar steril
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304772/original/083045500_1784770101-kolam_galon_jepang_3.jpeg)
Tahap ini sering dianggap sepele, padahal sangat penting untuk menjaga kesehatan ikan.
Cuci bagian dalam galon menggunakan air mengalir hingga bersih. Jika sebelumnya galon pernah dicuci menggunakan sabun, bilas berkali-kali hingga tidak ada sisa busa maupun aroma deterjen.
Setelah itu, keringkan sejenak sebelum mulai menyusun isi kolam.
5. Susun lapisan dasar bernuansa alami
Agar tampil seperti kolam Zen khas Jepang, buat dasar kolam menggunakan material alami.
Pasir Malang hitam menjadi pilihan yang sangat populer karena memberikan kesan elegan sekaligus menyerupai dasar kolam alami. Anda juga dapat menambahkan kerikil kecil berwarna gelap agar tampil lebih dinamis.
Susun lapisan dengan ketebalan sekitar 3–5 cm sehingga cukup kuat menopang tanaman air.
6. Tambahkan batu sebagai elemen utama taman Jepang
Dalam filosofi taman Jepang, batu melambangkan kestabilan dan kekuatan alam.
Karena itu, susun beberapa batu kali dengan ukuran berbeda secara tidak simetris agar terlihat alami. Hindari menata batu terlalu rapi karena justru mengurangi kesan natural.
Batu dapat ditempatkan di dasar kolam maupun menghiasi bagian bibir galon sehingga tampil menyerupai kolam sungguhan.
7. Pilih tanaman air yang sederhana
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304023/original/052701400_1784704315-68f2b61e-3d53-408c-ab7a-eae0845da7d3.jpg)
Nuansa Zen tidak membutuhkan terlalu banyak tanaman.
Beberapa tanaman air yang cocok digunakan antara lain:
- Teratai mini
- Apu-apu
- Ekor kucing
- Anubias
- Java moss
- Bucephalandra
Kombinasi tanaman mengapung dan tanaman yang menempel pada batu akan menciptakan tampilan lebih hidup tanpa terlihat penuh.
Apabila ingin menghadirkan konsep aquascape sederhana, tambahkan kayu kecil sebagai hardscape sehingga tampil semakin alami.
8. Isi air secara perlahan
Sebelum memasukkan air, pastikan seluruh dekorasi telah tersusun rapi.
Gunakan air bersih yang sudah diendapkan selama sekitar 24 jam agar kandungan kaporit berkurang. Tuangkan air secara perlahan melalui piring kecil atau plastik agar susunan pasir tidak berantakan.
Bila ingin menerapkan konsep akuarium mini, Anda juga dapat memasang filter gantung berukuran kecil untuk menjaga sirkulasi air.
9. Diamkan beberapa hari sebelum memasukkan ikan
Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah langsung memasukkan ikan setelah kolam selesai dibuat.
Padahal, air sebaiknya didiamkan selama beberapa hari. Jika menggunakan filter dan tanaman air, proses ini dapat berlangsung sekitar satu hingga dua minggu agar bakteri baik mulai berkembang dan kualitas air menjadi lebih stabil.
Tahap ini membantu mengurangi risiko ikan mengalami stres saat dipindahkan ke habitat barunya.
Advertisement
10. Pilih ikan hias yang sesuai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304773/original/092719100_1784770101-kolam_galon_jepang_4.jpeg)
Ukuran galon yang terbatas membuat jumlah ikan sebaiknya tidak terlalu banyak.
Beberapa pilihan yang cocok antara lain:
- Ikan medaka
- Ikan koki ukuran kecil
- Guppy
- White cloud mountain minnow
- Cherry shrimp sebagai penghuni tambahan
Jika menggunakan filter mini, kondisi air akan lebih stabil sehingga ikan dapat tumbuh lebih sehat.
11. Tambahkan sentuhan dekorasi bergaya Jepang
Inilah tahap yang membuat kolam tampak benar-benar berbeda.
Anda dapat menambahkan ornamen seperti:
- Lentera mini bergaya Jepang
- Jembatan kayu mini
- Bonsai mini di sekitar kolam
- Batu lumut
- Pot keramik sederhana
Gunakan dekorasi secukupnya. Prinsip desain Jepang lebih mengutamakan ruang kosong daripada ornamen yang berlebihan sehingga hasil akhirnya terasa tenang dan elegan.
12. Lakukan perawatan secara rutin
Setelah kolam selesai dibuat, perawatan tetap menjadi kunci agar tampil indah dalam jangka panjang.
Ganti sekitar 20–30 persen air setiap satu hingga dua minggu. Bersihkan daun yang membusuk, angkat lumut berlebih, dan pastikan ikan mendapat pakan secukupnya.
Apabila menggunakan pompa atau filter, bersihkan media filternya secara berkala agar aliran air tetap lancar.
Dengan perawatan sederhana tersebut, cara menyulap galon bekas menjadi kolam mini bergaya Jepang tidak hanya menghasilkan dekorasi cantik, tetapi juga menciptakan sudut relaksasi yang menyegarkan di rumah. Suara gemericik air dari pompa mini, perpaduan batu alam, tanaman hijau, dan ikan hias kecil mampu menghadirkan nuansa damai khas taman Jepang meski dibuat dari bahan sederhana yang sebelumnya dianggap tidak terpakai.
Pertanyaan Seputar Kolam dari Galon Bekas
1. Apakah semua jenis galon bekas bisa dijadikan kolam mini?
Bisa, selama galon tidak retak, tidak bocor, dan telah dibersihkan hingga benar-benar steril sebelum digunakan.
2. Berapa lama air harus diendapkan sebelum digunakan?
Sebaiknya air diendapkan selama sekitar 24 jam agar kandungan kaporit berkurang dan lebih aman bagi ikan.
3. Apakah kolam dari galon bekas harus menggunakan filter?
Tidak wajib. Namun, filter mini sangat membantu menjaga kejernihan air, terutama jika jumlah ikan cukup banyak.
4. Ikan apa yang paling cocok dipelihara di kolam galon?
Ikan medaka, guppy, ikan koki kecil, white cloud mountain minnow, atau cherry shrimp merupakan pilihan yang cocok karena ukurannya relatif kecil.
5. Di mana sebaiknya kolam mini ditempatkan?
Tempatkan di lokasi yang terang tetapi tidak terkena sinar matahari langsung sepanjang hari agar suhu air tetap stabil dan pertumbuhan lumut tidak berlebihan.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2739072/original/057326800_1551245536-20190227-Mahfud-Md-Datangi-KPK-DWI-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304320/original/074308900_1784712554-cek_fakta_lowongan_SKK_Migas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365270/original/068589700_1537681835-20180923-Pawai-Kampanye-Damai-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304770/original/064187800_1784770101-kolam_galon_jepang_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4044057/original/051596000_1654504184-pexels-larisa-p-4965200.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304783/original/023066600_1784770428-1770edd3-e71d-43d9-8f32-716ff1c388ff.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499281/original/056555500_1770781933-unnamed__42_.jpg)