Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai keberadaan bank emas atau bullion bank dapat memperkuat industri perhiasan nasional. Layanan tersebut dinilai mampu memberikan kepastian pasokan bahan baku emas, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, sehingga mendukung peningkatan daya saing pelaku usaha, khususnya yang berorientasi ekspor.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan industri perhiasan membutuhkan akses bahan baku yang lebih terjamin agar proses produksi dapat berjalan lebih efisien.
"Manfaatnya sebenarnya itu jaminan akan bahan baku yang secara kuantitas dan kualitas aman," ungkap Reni dikutip dari Antara, Kamis (23/7/2026).
Advertisement
Menurut Reni, kepastian pasokan bahan baku menjadi faktor penting karena dalam perdagangan internasional, transaksi ekspor perhiasan tidak selalu menggunakan pembayaran dalam bentuk uang tunai. Pada sejumlah transaksi, pembayaran juga dapat dilakukan menggunakan emas atau logam mulia.
Karena itu, ketersediaan bahan baku di dalam negeri dinilai dapat memberikan berbagai keuntungan bagi industri, mulai dari efisiensi biaya, percepatan proses produksi, hingga kemudahan dalam memenuhi permintaan pasar ekspor.
"Kalau logam mulianya, bahan bakunya bisa didapat di dalam negeri, otomatis kan lebih murah, lebih terjamin, dan dari waktu lebih cepat," tuturnya.
Â
Ekspor Perhiasan Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5298767/original/009113000_1753771561-ChatGPT_Image_Jul_29__2025__01_39_11_PM.jpg)
Kemenperin mencatat industri perhiasan nasional menunjukkan kinerja yang terus membaik dalam beberapa tahun terakhir.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, nilai ekspor barang perhiasan dan barang berharga mencapai US$ 9,1 miliar, meningkat sekitar 64,73 persen dibandingkan realisasi pada 2024 yang sebesar US$ 5,5 miliar.
Di sisi lain, permintaan emas dunia juga masih menunjukkan tren kenaikan. Berdasarkan data World Gold Council, permintaan emas batangan global mencapai 1.402 ton pada 2025 atau meningkat sekitar 16 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 1.208 ton.
Menurut Kemenperin, meningkatnya permintaan emas dunia menjadi peluang bagi industri perhiasan Indonesia untuk memperluas pasar. Namun, peluang tersebut perlu didukung oleh ketersediaan bahan baku yang memadai agar pelaku industri dapat memenuhi permintaan secara berkelanjutan.
Â
Advertisement
Bullion Bank Kelola 153 Ton Emas
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa layanan bank emas nasional atau bullion bank telah mengelola 153 ton emas sejak diluncurkan pada 2025.
Dalam taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026), Presiden menyebut pengelolaan emas tersebut memiliki nilai sekitar US$ 20 miliar.
"Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, Indonesia punya bank emas, bullion, yang sekarang sudah mengelola 153 ton emas," kata Prabowo.
Layanan bank emas nasional saat ini dikelola oleh PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI).
Pemerintah berharap kehadiran bullion bank dapat memperkuat ekosistem industri emas nasional, mulai dari pengelolaan cadangan emas, penyediaan bahan baku bagi industri, hingga mendukung pengembangan sektor hilirisasi logam mulia.
Dengan dukungan tersebut, industri perhiasan nasional diharapkan semakin kompetitif di pasar global sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian domestik.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302572/original/053634200_1784596820-Ruang_Kreatif_Liburan_Anak_-_Kelas_Kesenian_Pengenalan_dan_Pembuatan_Wayang_Suket_oleh_Wayang_Suket_Indonesia_Foto_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5551152/original/058707800_1775719613-Gubernur_DIY_-_Sri_Sultan_Hamengkubuwono_X.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3321403/original/043631400_1607672656-cek_fakta_badan_siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5298774/original/002952500_1753771615-9b18e62c-4294-4429-a2d2-a22deca5fc68.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8462692/original/049579800_1782362784-1__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5457547/original/055326500_1767005788-1__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292928/original/060228900_1783664721-1_Menperin.jpg)