Pakaian yang Dipakai Ketika Melaksanakan Wukuf bagi Laki-Laki adalah Ihram, Ini Ketentuannya

Pakaian yang dipakai ketika melaksanakan wukuf bagi laki laki adalah pakaian ihram.

Diperbarui 16 Juni 2025, 13:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pakaian yang dipakai ketika melaksanakan wukuf bagi laki laki adalah pakaian ihram. Dikutip dari laman Kemenag Maluku Utara, wukuf adalah puncak ibadah haji umat Islam. Wukuf salah satu rukun haji yang tidak dapat ditinggalkan, tidak berhaji sesorang jika tidak melakanakan wukuf.

Pelaksanaan wukuf di Arafah menuntut jamaah pria memakai kain ihram tanpa jahitan, mencerminkan kesucian dan kesederhanaan dalam ibadah. Menurut penelitian Kajian Pakaian Ihram Laki-laki Perspektif Hadis oleh Noor et al. (2022), penggunaan kain tanpa jahitan adalah bentuk ketaatan terhadap sunnah, yang tetap berlaku saat wukuf.

Wukuf sendiri adalah puncak ibadah haji yang berlangsung pada 9 Dzulhijjah di Arafah. Sebagaimana dijelaskan dalam notasi Lembaga Tabung Haji, wukuf adalah syarat sah haji: jamaah wajib berada dalam keadaan ihram sejak miqat hingga selesai wukuf, melansir dari haji.kemenag.go.id.

Prof Quraish Shihab mengatakan, seperti dikutip dari laman Badan Pengelola Keuangan Haji, ada dua syarat bagi sahnya Wukuf, yaitu pertama terlaksana wukuf di wilayah Arafah. Kedua yang melaksanakannya adalah seorang calon haji yang sah, yakni Muslim, berakal, dan berpakaian ihram.

Adapun pakaian yang dipakai ketika melaksanakan wukuf bagi laki-laki adalah pakaian ihram. Pakaian ihram ini harus memenuhi persyaratan tertentu. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Senin (16/6/2025).

Pakaian yang Dipakai Ketika Melaksanakan Wukuf bagi Laki-Laki

Pakaian yang dikenakan saat wukuf bagi laki-laki adalah bagian dari dua helai kain ihram, yakni izar (kain bawah dari pusar hingga lutut) dan rida (kain atas diselempangkan di tubuh). Kedua kain tersebut wajib tidak berjahit, polos, putih, dan bersih.

Hal ini ditegaskan dalam penelitian Kajian Pakaian Ihram Laki-laki Perspektif Hadis oleh Noor et al. (2022) dalam Gunung Djati Conference Series, yang menyimpulkan bahwa “laki‑laki tidak dibenarkan memakai pakaian berjahit saat ihram” – hadis Bukhari No. 5348 menjadi rujukannya. Landasan ini berlaku juga saat wukuf di Arafah, karena wukuf berada dalam kondisi ihram.

Makna simbolik pakaian ihram laki-laki termasuk saat wukuf melambangkan “pembebasan diri dari hawa nafsu dan daya tarik duniawi” serta menegaskan kesederhanaan, kesetaraan, dan fokus spiritual dalam ibadah haji, dilansir dari haji.kemenag.go.id. Oleh karena itu, tata cara dan ketentuan yang sama saat mengenakan ihram juga tetap harus dijaga saat berada di Arafah, yakni kedua kain wajib tetap disarungkan tanpa jahitan, tanpa alas kaki tertutup, dan tanpa penutup kepala.

Dikutip dari laman UIN Alauddin, wukuf adalah merupakan puncak ritual ibadah haji di tanah suci dan menjadi salah satu rukun haji. Sebagaimana dalam hadits HR. Abu Daud dari Abd. Al-Rahman bin Yu’mar al-Dailiy, bahwa Nabi saw. bersabda, yang artinya:

"Haji itu adalah Wukuf Di ‘Arafah, maka barangsiapa yang mengetahui (wukuf di ‘Arafah) pada malam ‘Arafah, hingga menjelang terbitnya Fajar dari malam berkumpulnya para jama’ah, maka sungguh hajinya telah sempurna."

Wukuf dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah di Padang Arafah. Secara etimologi, wukuf berasal dari kata dalam bahasa Arab "wukuf", dengan akar kata waqafa berarti berhenti. Kemudian secara istilah, wukuf dimaknai sebagai berhenti sejenak meninggalkan aktivitas dunianya selama beberapa jam, yakni berhenti dari kegiatan apapun agar bisa melakukan perenungan jati diri.

Sedangkan Arafah berarti naik-mengenali. Dari makna bahasa ini dapat diperoleh suatu hikmah, bahwa Wukuf di Padang Arafah, pada hakekatnya, adalah suatu usaha di mana secara fisik, tubuh jemaah haji berhenti di Padang Arafah, lalu jiwa-spiritual mereka naik menemui Allah SWT.

Adapun Wukuf dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Dimulai dengan mendengarkan khoutbah wukuf.

2. Dilnajutkan dengan salat jama' taqdim untuk salat Dzuhur dan Ashar.

3. Wukuf dapat dilaksanakan secara berjamaah atau sendirian.

4. Memperbanyak istighfar, zikir, dan doa sesuai sunnah Rasulullah SAW.

Penting untuk dicatat bahwa wukuf oleh wanita yang sedang hadi maupun nifas. Wukuf juga boleh dilakukan dalam keadaan yang tidak suci dari hadas besar atau kecil. Waktu wukuf juga bisa dihitung ketika masuknya waktu Zuhur 9 Dzulhijjah hingga terbitnya fajar hari berikutnya.

Pakaian Ihram

Pakaian yang dipakai ketika melaksanakan wukuf bagi laki laki adalah pakaian ihram. Pakaian ihram merupakan salah satu dari syarat wukuf. Adapun syarat wukuf seperti yang telah disebutkan sebelumnya adalah dilaksanakan di wilayah Arafah, Muslim, dan berakal.

Perbedaan utama antara pakaian ihram laki-laki dan perempuan terletak pada bentuk, bagian tubuh yang ditutup, dan ketaatan terhadap unsur jahitan. Pria memakai dua lembar kain putih polos tanpa jahitan (izar dan rida), sedangkan perempuan memakai pakaian longgar sesuai syariat, menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan dengan fleksibilitas bentuk dan warna sesuai budaya asal.

Fidelitas pria terhadap “tiga syarat ihram”: tidak berjahit, putih polos, dan tidak menutup kepala, menjadi wajib, berbeda dengan wanita yang lebih bebas dalam pemilihan kain.

Pakaian Ihram Laki-Laki

Pakaian yang dipakai ketika melaksanakan wukuf bagi laki laki adalah pakaian ihram. Pakaian Ihram adalah pakaian putih yang yang disebut juga pakaian suci, pakaian ini tidak boleh dijahit. Cara mengenakan pakaian ihram adalah dengan melilitkan di sekeliling tubuh jamaah haji.

Pakaian ihram terdiri atas dua lembar kain putih yang tidak berjahit. Satu lembar digunakan untuk menutupi tubuh bagian bawah, dikenakan seperti menggunakan sarung. Sedangkan satu lembar lainnya digunakan untuk menutupi tubuh bagian atas.

Pakaian Ihram Wanita

Untuk wanita atau perempuan, pakaian ihram bisa menggunakan pakaian biasa yang sesuai dengan syariat, yang dapat menututpi seluruh tubuhnya. Namun tidak dibenarkan memakai cadar/niqab (penutup wajahnya) dan tidak dibolehkan memakai sarung tangan.

Cara Mengenakan Pakaian Ihram

Berikut adalah cara menggunakan pakaian ihram:

1. pilih kain yang lebih panjang untuk digunakan menutupi tubuh bagian bawah.

2. bentangkan kaki dan mulai sarungkan kain yang lebih panjang tadi ke badan

3. rentangkan tangan kanan sambil menggenggam dua ujung kain ihram yang disatukan,

4. tangan kiri diletakkan dibawah ketiak kanan untuk menahan lipatan kain

5. ujung kain ihram yang disatukan ditarik ke arah kiri,

6. sedangkan tangan kanan bergantian menahan lipatan dibawah ketiak,

7. ujung kain ihram yang disatukan dilipat kedalam sehingga tidak kelihatan dari depan dan tampak rapi,

8. lipatan kain ihram digulung ke bawah seperti saat hendak mengenakan sarung untuk sholat

9. gunakan kain satunya lagi untuk digunakan sebagai selendang di bagian atas tubuh,

10. posisikan kain ihram bagian atas dengan cara diselempangkan di bawah ketiak kanan dan dilampirkan di bahu kiri.

FAQ

1. Apa pakaian yang wajib dikenakan laki-laki saat melaksanakan wukuf di Arafah?

Laki-laki wajib memakai dua lembar kain ihram, yaitu izar (kain bawah) dan rida (kain atas). Keduanya harus tidak berjahit, berwarna putih, bersih, dan menutupi bagian tubuh sesuai aturan syariat.

2. Apakah boleh memakai pakaian dalam atau celana pendek di balik kain ihram saat wukuf?

Tidak boleh. Pakaian dalam atau celana pendek termasuk pakaian berjahit, dan ini dilarang saat dalam keadaan ihram, termasuk ketika wukuf di Arafah. Hal ini ditegaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, serta diperkuat dalam Kajian Pakaian Ihram Laki-laki Perspektif Hadis oleh Noor et al. (2022).

3. Bolehkah laki-laki menutup kepala dengan topi atau sorban saat wukuf?

Tidak boleh. Dalam kondisi ihram, termasuk saat wukuf, laki-laki dilarang menutup kepala dengan apa pun, baik itu topi, peci, maupun sorban.

4. Apakah boleh memakai sandal tertutup saat wukuf?

Tidak. Sandal yang digunakan harus terbuka dan tidak menutupi bagian punggung kaki dan mata kaki. Sandal tertutup dianggap melanggar syarat ihram bagi laki-laki.

5. Mengapa kain ihram tidak boleh dijahit?

Larangan mengenakan pakaian berjahit saat ihram termasuk simbol penghilangan status sosial dan kepemilikan, serta bentuk kesetaraan di hadapan Allah. Larangan ini berlaku sejak niat ihram hingga tahallul.

6. Apakah warna kain ihram laki-laki harus selalu putih?

Putih memang disunnahkan karena melambangkan kesucian dan kesederhanaan. Namun, tidak menjadi syarat sah. Warna lain diperbolehkan jika dalam kondisi darurat atau tidak tersedia kain putih, asalkan tetap tidak berjahit.

7. Apa makna filosofis dari pakaian ihram saat wukuf bagi laki-laki?

Pakaian ihram melambangkan ketundukan mutlak kepada Allah, penghilangan identitas duniawi, dan kesetaraan antarmanusia. Saat wukuf, simbol ini menjadi puncak spiritual dalam ibadah haji sebagai bentuk penghambaan total.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6