Liputan6.com, Jakarta Banyak orang bertanya, +675 negara mana ketika menerima panggilan atau pesan dari nomor asing berawalan kode tersebut. Kode negara +675 adalah milik Papua Nugini, sebuah negara kepulauan yang terletak di wilayah Oseania.
Pertanyaan +675 negara mana kerap muncul karena kode ini tergolong jarang dikenali oleh masyarakat Indonesia. Papua Nugini sendiri merupakan negara yang menempati bagian timur Pulau Papua dan memiliki perbatasan darat dengan Indonesia di sebelah barat.
Kode +675 ditetapkan secara resmi oleh International Telecommunication Union (ITU) berdasarkan standar E.164 untuk mengidentifikasi Papua Nugini dalam jaringan telekomunikasi global. Melansir dari Worldometer, Papua Nugini memiliki kode ISO 3166-1 alpha-2 berupa PG dan alpha-3 berupa PNG, dengan kode panggilan negara +675.
Advertisement
Pengertian Kode Telepon +675 dan Negara Pemiliknya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2853879/original/076461000_1563185328-nugina_iyo.jpg)
Untuk menjawab pertanyaan +675 negara mana secara definitif, kode ini merupakan kode panggilan internasional yang ditetapkan khusus bagi Papua Nugini. E.164 adalah standar internasional dari ITU-T yang mendefinisikan rencana penomoran untuk jaringan telepon umum dunia (PSTN) dan beberapa jaringan data lainnya. Mengacu pada standar ini, setiap negara mendapatkan kode unik agar panggilan internasional bisa diarahkan dengan akurat.
Kode tiga digit +675 milik Papua Nugini menempatkannya di Zona ITU 6 dalam rencana penomoran global E.164. Zona 6 mencakup wilayah Asia Tenggara, Oseania, dan Australia. Kode nomor telepon ini diatur oleh International Telecommunication Union (ITU), sebuah organisasi yang sudah ada sejak 1865 dan berfungsi mengoordinasikan jaringan komunikasi internasional. Negara-negara tetangga Papua Nugini di zona yang sama antara lain Australia (+61), Indonesia (+62), Selandia Baru (+64), dan Singapura (+65).
Berikut beberapa identitas kode yang melekat pada Papua Nugini dalam sistem telekomunikasi global:
- Kode Panggilan Negara: +675, digunakan untuk semua panggilan internasional masuk ke Papua Nugini.
- Kode ISO 2 Digit: PG, dipakai dalam berbagai sistem administrasi dan pengiriman internasional.
- Kode ISO 3 Digit: PNG, sering digunakan dalam konteks diplomatik dan olahraga.
- Domain Internet Tingkat Atas: .pg, merupakan alamat situs web resmi Papua Nugini.
- Kode Keluar Internasional: Papua Nugini menggunakan kode IDD 05 dan beroperasi pada zona waktu UTC+10.
- Mata Uang: Mata uang resmi Papua Nugini adalah Kina Papua Nugini (PGK).
Baca juga: Ini Alasan Ada Tanda Plus pada Awal Nomor Telepon
Advertisement
Profil Papua Nugini, Negara Pemilik Kode +675
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/839625/original/048894600_1427701987-papua2.png)
Setelah mengetahui +675 negara mana, penting untuk mengenal lebih dalam profil negara pemilik kode tersebut. Papua Nugini adalah negara kepulauan di barat daya Samudra Pasifik yang menempati bagian timur Pulau Nugini, pulau terbesar kedua di dunia. Ibu kota negara ini, Port Moresby, terletak di tenggara Pulau Nugini di tepi Laut Koral.
Dilansir dari The World Factbook, populasi Papua Nugini diperkirakan mencapai 10.273.996 jiwa pada 2025, dengan luas wilayah 462.840 km persegi. Bahasa resmi negara ini adalah Tok Pisin, Bahasa Inggris, dan Hiri Motu, sementara terdapat sekitar 839 bahasa lokal yang masih hidup, menjadikannya negara paling beragam secara linguistik di dunia. Papua Nugini adalah negara berkembang yang hampir 40% penduduknya merupakan petani subsisten yang hidup relatif mandiri dari ekonomi uang tunai.
Berdasarkan data dari Britannica, mayoritas penduduk Papua Nugini adalah petani subsisten yang menanam ubi, talas, sagu, ubi jalar, dan pisang. Sektor pertambangan juga menjadi sumber pendapatan, dengan emas dan tembaga sebagai komoditas ekspor utama, ditambah gas alam dan minyak bumi. Negara ini merdeka dari Australia pada 16 September 1975 dan hingga kini tetap menjadi bagian dari Persemakmuran Bangsa-Bangsa.
Papua Nugini memiliki ragam budaya desa yang tetap lestari, diekspresikan melalui ukiran kayu, cerita rakyat, nyanyian, tarian, dekorasi tubuh, serta pembentukan lanskap. Alat musik kundu berbentuk jam pasir menjadi elemen penting dalam nyanyian dan tarian, terutama saat perayaan nasional besar.
Baca juga: 6 Fakta Menarik Papua Nugini, Negara Dekat Indonesia
Cara Menelepon ke Papua Nugini dari Indonesia Menggunakan Kode +675
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4456383/original/072710600_1686111649-20230607-Bilum_Papua_Nugini-AFP-7.jpg)
Setelah memahami +675 negara mana, langkah berikutnya adalah mengetahui cara menggunakan kode tersebut untuk menelepon. Menggunakan kode negara (+675) yang benar untuk Papua Nugini memastikan komunikasi internasional yang efektif dan akurat, membantu menghindari kesalahan panggilan, mendukung kepatuhan telekomunikasi global, dan menjaga koneksi yang andal.
Berikut langkah-langkah menelepon ke Papua Nugini dari Indonesia:
- Tekan kode akses internasional dari Indonesia. Gunakan tanda + pada ponsel, atau tekan 001, 007, atau 008 dari telepon rumah.
- Tekan kode negara Papua Nugini, yaitu 675.
- Masukkan nomor telepon tujuan. Nomor telepon rumah di Papua Nugini terdiri dari 7 digit (kode area + nomor pelanggan).
- Untuk nomor ponsel, nomor telepon seluler Papua Nugini terdiri dari 8 digit dan diawali dengan angka 7.
- Hilangkan angka nol di awal jika nomor lokal dimulai dengan 0.
- Tekan tombol panggil dan tunggu koneksi tersambung.
Kode telepon Papua Nugini 675 ditekan setelah kode IDD, kemudian diikuti oleh kode area. Sebagai contoh, untuk menelepon nomor telepon rumah di Port Moresby dari Indonesia, format lengkapnya adalah: +675-3XXXXXX. Sementara untuk nomor ponsel, formatnya menjadi +675-7XXXXXXX.
Kode negara +675 Papua Nugini berlaku untuk nomor ponsel (dengan awalan seperti 7X) maupun telepon rumah (menggunakan kode area seperti 20, 30, 40, dan sebagainya). Digit setelah +675 menentukan jaringan atau wilayah tujuan panggilan.
Baca juga: 234 Kode Negara Mana? Simak Penjelasannya
Advertisement
Perkembangan Jaringan Telekomunikasi di Papua Nugini
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3581326/original/054828600_1632400771-phone-5300447_1280.jpg)
Memahami konteks di balik kode +675 akan lebih lengkap dengan mengetahui sejarah telekomunikasi Papua Nugini. Dilansir dari situs resmi Department of Information and Communications Technology Papua New Guinea (ict.gov.pg), pada tahun 1964, sebuah rencana sistem telepon nasional di Papua Nugini disusun ketika Divisi Telekomunikasi di bawah Departemen Pos dan Telegraf didirikan, dan saran ahli dari Australia diminta. Layanan telepon kemudian mulai diperkenalkan.
Setelah memperoleh kemerdekaan dari Australia pada September 1975, Departemen Informasi dan Layanan Komunikasi menjadi penanggung jawab layanan informasi, kebijakan komunikasi, serta riset dan pengembangan, sementara DPTS terus beroperasi hingga kemudian diinkorporasi sebagai Post and Telecommunication Corporation (PTC) pada Oktober 1982. Akibat perubahan kebijakan pemerintah pada 1996, PTC dipecah dan dikorporatisasi, melahirkan Telikom PNG Ltd, Post PNG Ltd, dan PNG Telecommunications Authority (PANGTEL, kini NICTA).
Perubahan besar terjadi ketika pemerintah membuka kompetisi di sektor telekomunikasi seluler. Sebagaimana dilaporkan BuddeComm, kemajuan di sektor telekomunikasi Papua Nugini terutama berasal dari jaringan seluler, yang aksesibilitasnya berkembang pesat dari cakupan populasi kurang dari 3% pada 2006 menjadi lebih dari 92% pada awal 2022. Digitec Communications, yang beroperasi dengan nama Vodafone PNG, meluncurkan layanan pada April 2022 sebagai operator jaringan seluler ketiga di negara tersebut, bergabung dengan Digicel dan Bmobile. Ketiga operator ini mengoperasikan jaringan berbasis GSM, 3G, dan LTE.
Marcelo Minc, Direktur ADB untuk Papua Nugini, dikutip dari Asian Development Bank menyatakan, "Warga desa akan segera dapat menggunakan telepon seluler untuk mengakses rekening bank mereka, dan nelayan serta petani akan dapat memeriksa harga pasar untuk hasil produksi mereka."
Charles Punaha, CEO National Information and Communications Technology Authority, dikutip dari Asian Development Bank menyatakan, "Kemitraan antara ADB dan Digicel telah menghasilkan pusat-pusat terpencil di PNG terhubung ke seluruh dunia melalui telepon seluler."
Warren Dipole, pemilik usaha ekowisata di Alotau, dikutip dari Asian Development Bank menyatakan, "Bisnis saya tidak akan bertahan tanpa layanan telepon seluler yang andal. Saya perlu bisa menghubungi tamu, staf, dan pemasok ekowisata."
Kabel komunikasi bawah laut APNG-2 menghubungkan Papua Nugini secara langsung ke Australia dan secara tidak langsung ke Selandia Baru serta seluruh dunia, hasil kolaborasi antara Telikom PNG, Telstra (Australia), dan Telecom New Zealand yang beroperasi sejak akhir 2006.
Baca juga: Viral Penemuan Makhluk Misterius di Pantai Papua Nugini
Tips Menghindari Penipuan dari Nomor Berawalan +675
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4564055/original/083994900_1693902510-calling-communication-connect-networking-concept.jpg)
Selain memahami +675 negara mana, masyarakat Indonesia juga perlu waspada terhadap potensi penipuan menggunakan kode ini. Berhati-hatilah terhadap panggilan tak diminta yang meminta informasi pribadi, terutama jika panggilan tersebut tampak berasal dari awalan +675 Papua Nugini. Selalu verifikasi identitas sebelum membagikan data sensitif melalui telepon.
Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menghindari penipuan menggunakan kode telepon internasional:
- Jangan angkat panggilan dari nomor asing yang tidak dikenal. Jika Anda menerima panggilan atau pesan dari nomor internasional yang tidak dikenal, sebaiknya hindari menjawab atau menelepon kembali. Nomor-nomor ini sering digunakan oleh pelaku penipuan dengan berbagai modus seperti phishing atau penipuan biaya tambahan.
- Jangan menelepon balik nomor tidak dikenal berawalan +675. Modus Wangiri (satu dering) sering digunakan agar korban menelepon balik ke nomor premium bertarif tinggi.
- Jangan klik tautan mencurigakan. Jangan pernah menekan tautan yang dikirimkan melalui pesan dari nomor yang tidak dikenal, karena tautan tersebut bisa mengarah ke halaman web berisi malware atau teknik phishing untuk mencuri informasi pribadi.
- Aktifkan verifikasi dua langkah pada WhatsApp. Fitur ini menambahkan lapisan keamanan tambahan terhadap upaya peretasan akun.
- Blokir dan laporkan nomor mencurigakan. Gunakan fitur Block dan Report di aplikasi WhatsApp atau ponsel Anda.
- Jangan berikan data pribadi. Penipu sering meminta data seperti username, password, kode OTP, atau CVV kartu debit. Penting untuk tidak memberikan informasi pribadi kepada nomor telepon yang tidak dikenal.
- Verifikasi identitas penelepon. Jika seseorang mengaku dari instansi resmi, konfirmasi melalui saluran komunikasi resmi instansi tersebut.
Perlu dicatat bahwa penipuan dilakukan oleh oknum, bukan representasi negara Papua Nugini. Kode +675 secara sah digunakan oleh jutaan penduduk Papua Nugini untuk komunikasi sehari-hari yang wajar. Memahami kode telepon penipuan dan cara menghindarinya menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan digital pribadi.
Baca juga: Benarkah Kode Telepon +1 Penipuan? Jangan Lakukan Ini Agar WA Tidak Diretas
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kode +675
Apa arti kode +675 pada nomor telepon?
Kode +675 adalah kode negara untuk Papua Nugini. Anda dapat menekan 00675 atau +675 untuk menghubungi Papua Nugini. Kode ini ditetapkan oleh ITU dan berfungsi sebagai identitas Papua Nugini dalam jaringan telekomunikasi internasional. Semua panggilan masuk ke Papua Nugini dari luar negeri harus menggunakan kode ini sebelum nomor lokal.
Berapa digit nomor telepon di Papua Nugini setelah kode +675?
Setelah kode negara +675, nomor telepon Papua Nugini biasanya terdiri dari 8 digit untuk ponsel, yang terdiri dari awalan 2 digit (mengidentifikasi area atau operator seluler) ditambah nomor pelanggan 6 digit. Untuk telepon rumah, nomor terdiri dari 7 digit termasuk kode area. Pastikan selalu menghilangkan angka nol di awal nomor lokal saat menelepon dari luar negeri menggunakan kode +675.
Apakah semua panggilan dari nomor +675 merupakan penipuan?
Tidak, kode +675 adalah kode telepon resmi Papua Nugini yang digunakan oleh jutaan warga dan pelaku bisnis di negara tersebut secara sah. Kode +675 sangat penting untuk menyambungkan panggilan internasional ke Papua Nugini dan memfasilitasi operasi bisnis global. Namun, tetap bijaksana untuk waspada terhadap panggilan tak dikenal dari nomor internasional mana pun, termasuk +675, terutama jika disertai permintaan data pribadi atau penawaran yang terlalu menggiurkan.
Dengan memahami +675 negara mana dan segala informasi yang melingkupinya, diharapkan masyarakat Indonesia dapat lebih bijak dalam merespons panggilan dari kode telepon internasional serta memanfaatkan pengetahuan ini untuk komunikasi lintas negara yang aman dan efektif.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672405/original/016646900_1782711897-D613YOY7nz52ZNzJumLDdFi9ia7pUk6Hix4B0S4P.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3864017/original/044019100_1738389296-1596670441577.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672241/original/011288900_1782711695-uOdLViaSevwP5RWV9LXkpvooDwoCNWkllMTljlmN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672515/original/005826100_1782712068-cGEnUi34sUD7HQpDRpwS1UAgNrnU0DRyvN4SJ0kK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672407/original/034609600_1782711899-Q1rZzQBICZhEld4Q5uEmQJC8Ee9B59qR7SBRx1Hc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672435/original/045723400_1782711961-Co6LSdEyHJDLBqFeHlQ1gcazHJ93LC6CoSQZI1uf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672426/original/060759900_1782711954-H5qY4IYIJnmcxuSpbyRMJfPmlr6Iruqi9ykqaj0p.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672400/original/096229500_1782711890-3QDLdecvVi0K3eiMCUhvFQklO26jlB4jPKK4Cj6L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8670015/original/046982400_1782706851-mp5JRII4Q1c6BcoTrXA7supEDmIu7wmPYiXdXKOC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672415/original/039964300_1782711944-lbhk9KxDziOMNuJX3S82O7sXnwFOmPBT451JrUvo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672475/original/023381200_1782712021-bdOalD9x53p2JNPWrnFCoJsGfV1I0XqpGu1ujqh4.jpg)