265 Contoh Kata Serapan dari Berbagai Bahasa, Pelajari dengan Benar

Kata serapan ini digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Diperbarui 17 Juni 2025, 15:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Dalam perkembangan bahasa Indonesia, pengaruh dari bahasa asing sangatlah besar, terutama melalui proses penyerapan kata. Kata serapan adalah bentuk kata yang diambil dari bahasa lain dan disesuaikan ejaannya ke dalam kaidah bahasa Indonesia.

Proses ini terjadi seiring dengan masuknya budaya, teknologi, agama, dan ilmu pengetahuan dari luar. Oleh karena itu, memahami contoh kata serapan dari berbagai bahasa menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan kebahasaan.

Menurut buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (2003) karya Hasan Alwi dkk., dijelaskan bahwa kata serapan merupakan unsur bahasa asing yang dimasukkan ke dalam bahasa Indonesia baik secara utuh maupun dengan penyesuaian bentuk.

Kata-kata seperti televisi dari bahasa Inggris (television), kursi dari bahasa Arab (kursiyy), dan bakteri dari bahasa Latin (bacterium) menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia bersifat terbuka dan dinamis. Penyesuaian ejaan serta pelafalan juga dilakukan agar kata-kata tersebut mudah digunakan dalam komunikasi sehari-hari.

Sementara itu, menurut Abdul Chaer dalam bukunya Linguistik Umum (2014), menjelaskan bahwa penyerapan kosakata terjadi melalui tiga cara: adopsi, adaptasi, dan penerjemahan. Melalui metode ini, contoh kata serapan bisa berasal dari bahasa Sanskerta, Belanda, Portugis, hingga Jepang. Kata seperti agama, menteri, meja, sabun, dan tsunami adalah sebagian dari hasil penyerapan lintas budaya yang kini menjadi bagian dari khazanah bahasa Indonesia.

Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Selasa (17/6/2025).

Mengenal Kata Serapan

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian kata serapan yaitu kata yang diserap dari bahasa lain dengan didasarkan pada kaidah bahasa penerima. Dengan kata lain, kata serapan adalah kata-kata yang diambil dari bahasa asing atau bahasa daerah yang kemudian disesuaikan penggunaannya dalam bahasa Indonesia.

Proses ini terjadi karena bahasa Indonesia bersifat terbuka dan adaptif terhadap pengaruh luar, baik dari sisi budaya, agama, teknologi, maupun hubungan antarbangsa. Kata-kata yang diserap ini dapat mengalami perubahan bentuk maupun makna agar sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan Indonesia.

Menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, kata serapan adalah unsur leksikal dari bahasa lain yang telah diterima dan digunakan dalam bahasa Indonesia melalui proses penyesuaian ejaan, pengucapan, dan tata bahasa.

Proses penyerapan kata dibedakan menjadi tiga cara, yaitu adopsi, adaptasi, dan penerjemahan. Adopsi adalah mengambil kata asing apa adanya tanpa perubahan bentuk, seperti kata "video" atau "internet". Adaptasi adalah mengambil kata asing dengan perubahan ejaan dan pengucapan, seperti philosophy menjadi filosofi. Sedangkan penerjemahan adalah mengalihkan makna kata asing ke dalam bahasa Indonesia, contohnya skyscraper menjadi gedung pencakar langit.

Kata serapan tidak hanya memperkaya kosakata dalam bahasa Indonesia, tetapi juga menjadi bukti perkembangan sejarah, ilmu, dan kebudayaan yang memengaruhi bangsa. Kata-kata dari bahasa Arab banyak masuk melalui jalur agama, bahasa Sanskerta melalui kebudayaan Hindu-Buddha, bahasa Belanda melalui kolonialisme, dan bahasa Inggris melalui globalisasi dan teknologi. Oleh karena itu, memahami kata serapan membantu kita mengenal lebih dalam dinamika bahasa dan perkembangan budaya bangsa.

Contoh Kata Serapan dari Bahasa Sansekerta

Berikut contoh kata serapan dari bahasa Sansekerta:

1. agama (āgama): din; tradisi suci

2. aksara (akṣara): huruf

3. aneka (aneka): macam-macam

4. baca (vaca): mengartikan tulisan

5. bagai (bhāga): mirip

6. bahasa (bhāṣa): logat

7. cabai (cavi): lombok

8. cerita (carita): kisah

9. cara (ācāra): kelakuan

10. dahaga: haus, perlawanan terhadap pemerintah

11. dana: uang

12. derita (dhṛta): kesengsaraan

13. eka: satu

14. ganda: dua

15. gaya: gaya

16. graha (gṛha): rumah, gedung

17. harta (artha): uang, kekayaan material

18. hina: rendah

19. hasta: tangan

20. irama (virama): ritma

21. istana (āsthāna): tempat tinggal raja. Lihat astana

22. istimewa (āstām eva): khusus

23. jagat (jagat): dunia

24. jaksa (adhyakṣa): sang penuntut dalam mahkamah pengadilan

25. jiwa (jīva): roh

26. kabupaten (dari kata bhūpati): wilayah pemerintahan seorang bupati

27. karena (kāraṇa): sebab

28. karma (karma): hasil

29. laba (labha): untung

30. lagu (laghu): nyanyian

31. lintas: lintas

32. madu (madhu): cairan manis produk lebah

33. muda (mūḍha): tidak tua

34. mitra:Teman,rekan

35. nama (nāma): sebutan atau panggilan

36. negeri: bagian dari negara

37. neraka (naraka): neraka

38. padma: bunga

39. panca (pañca): lima

40. pasca (paścat): setelah

41. raga: badan

42. Rupiah (rūpya): mata uang Indonesia

43. rela: rela

44. sabda (sabda): kata, firman

45. sakti (śakti): kekuatan supranatural

46. samudra (samudra): laut besar

47. tega (tyaga): tidak perduli

48. tuna: Kehilangan (tadinya memiliki menjadi tidak) / tidak memiliki.

49. tani: tani

50. udara (udara): zat di atmosfer bumi

51. unta (uṣṭra): sejenis hewan yang hidup di gurun pasir

52. upaya (upāya): daya, siasat

53. wacana (vacana): wacana

54. wahana (vāhana): medium, kendaraan

55. warga: kaum

56. Wibawa (vibhava): Kewibawaan atau pengaruh kuat terhadap orang lain

57. yayasan (berdasarkan yaśa): lembaga. Lihat pula jasa

58. Yoga yoga Latihan fisik dan spiritual untuk keselarasan tubuh dan pikiran

59. Yudha (yuddha): Perang atau pertempuran.

60. Yatra (yātrā): Perjalanan suci atau ziarah.

 

Contoh Kata Serapan dari Bahasa Arab

Berikut contoh kata serapan dari bahasa Arab:

1. abad (ابد abad) – 100 tahun

2. alam (عالم `ālam) – dunia

3. abjad (ابجد abjad) – aksara

4. bab (باب bāb) – pasal, sargah

5. badan ( badan) – tubu

6. batin ( bāṭin) – dalam

7. dalil ( dalīl) – bukti, butir tesis, argumen

8. doa ( du`ā' ) – sembahyang

9. dunia ( dunyā) – jagat

10. eja (هجأ hijā' ) – cara penulisan, pasang aksara, spelling

11. faedah: makma

12. paham: mengerti

13. fajar: menjelang pagi

14. gaib ( ghaib) – hilang; tak nampak

15. gamis ( qamīṣ): baju panjang

16. gairah ( ghaira) – hasrat

17. Ibrani – bahasa bangsa Yahudi, nisbah kepada keturunan Nabi Ibrahim

18. Idul Adha, Idul Fitri: hari raya umat Islam

19. Jadwal: jadwal

20. Jumat – hari kelima dalam pekan

21. jenazah – mayat

22. kadar (قدر) - ukuran

23. Khawatir - Bersitan-bersitan

24. Kiamat (قيامة) - Hari Kebangkitan

25. lazim – umum, biasa, lumrah

26. logat – aksen, dialek

27. Mahir (ماهر) - Orang yang pandai atau pintar

28. Malas dari mallets (ملت) - capek, lelah

29. Makalah dari kata maqalatun

30. nabi – utusan Tuhan kepada umat manusia

31. Nakal - aniyaya

32. Nasrani – pengikut agama Kristen, dari serapan Nazaret

33. oknum – seseorang

34. Pas dari kata Bas yang biasa diartikan cukup

35. al-Qur'an – kitab suci umat Muslim

36. rakyat – warga

37. Resmi (رسمي): resmi

38. Rezeki: rezeki

39. Saat - jam (waktu)

40. Sabtu - hari ketujuh dalam satu pekan

41. setan: setan

42. sabun (dari sobuun)

43. Ta'jil - hidangan untuk berbuka puasa terutama makanan manis-manis seperti kolak, kurma, dsb.

44. Tasawuf – ilmu sufisme

45. Talak

46. ufuk ( ufuq) – cakrawala, horison

47. ulama (علماء ulamā' ) – guru agama

48. umat (أمة umma) – komunitas agama

49. wabah ( wabā' )

50. wafat ( wafāh) – meninggal

51. wajah ( wajh) – muka

52. Yahudi (يهودي Yahūdī) – sebuah bangsa di Timur Tengah

53. yakin (ياقين yaqīn) – percaya

54. yakni (يعني ya`nī) – yaitu

55. zaitun (زيتون zaitūn)– sejenis buah atau pohon dari kawasan Mediterania atau Laut Tengah

56. zakar – penis

57. ziarah - dharmawisata ibadah

58. Zakat - zakat 

59. Zikir - dhikr

60. Zuhud - zuhd

Contoh Kata Serapan dari Bahasa Belanda

Berikut contoh kata serapan dari bahasa Belanda:

1. absensi (absentie)

2. akademi (academie)

3. balada (ballade)

4. bangkrut (bankroet)

5. cokelat (chocolade)

6. dansa (dansen)

7. dasi (das)

8. dinas (dienst)

9. egois (egoistisch)

10. eselon (echelon)

11. faktur (factuur)

12. fungsi (functie)

13. gang (gang)

14. gratis (gratis)

15. halte (halte)

16. hampir (ampeer)

17. ide (idee)

18. impas (impasse)

19. jambore (jamboree)

20. jas (jas, overjas)

21. kalkun (kalkoen)

22. kantor (kantoor)

23. labil (labiel)

24. lakban (plakband)

25. makelar (makelaar)

26. mangkir (mankeren)

27. nanas (ananas)

28. necis (netjes)

29. oli (olie)

30. om (oom)

31. pabrik (fabriek)

32. paraf (paraaf)

33. persis (precies)

34. peterseli (peterselie)

35. rak (rek)

36. razia (razzia)

37. sablon (sjabloon)

38. anksi (sanctie)

39. taksir (taxeren)

40. tang (tang)

41. vandel (vaandel)

42. velg (velg)

43. wanprestasi (wanprestatie)

44. wastafel (wastafel)

45. Warung (warong) 

Contoh Kata Serapan dari Bahasa Hokkien (Tiongkok)

Berikut contoh kata serapan dari bahasa Hokkien:

1. angpau (紅包)

2. anglo (洪爐)

3. bakiak(木屐)

4. bakmi (肉麵)

5. cah (炒)

6. cincau (仙草) sejenis tumbuhan atau minuman

7. dim sum (tradisional: 點心, sederhana: 点心 hanyu pinyin: dianxin) - sejenis makanan kecil

8. encang (阿丈) (Om)/(Paman)

9. encing (Tante)

10. fu yung hai (芙蓉蛋)

11. gincu (胭脂)

12. giwang (耳環)

13. hoki (福氣)

14. hunkue (粉粿)

15. Imlek (陰曆)

16. jok

17. Kawin (交寅 kau-ín)

18. kecap (茄汁 atau 鮭汁) - sejenis penyedap makanan

19. loteng 楼 / 层 = lou / Ceng - [atas] lantai / tingkat)

20. lumpia (润 饼 (Hokkian = lun-pia ⁿ) - springroll)

21. mi (面> 面 Hokkien mI - mie​​)

22. mihun (bihun) (米粉)

23. nyonya (娘惹)

24. pangsit (扁食)

25. pisau (匕首 bǐshǒu - pisau)

26. sampan (舢舨)

27. sate (三疊)

28. tahu (bahasa Hokkian (tauhu) (Hanzi: 豆腐, hanyu pinyin: doufu) - sejenis makanan yang dibuat dari kedelai

29. teko (茶壶> 茶壶 = cháhú [Mandarin], Teh-ko [Hokkian] = poci)

30. wushu (武术)

Contoh Kata Serapan dari Bahasa Portugis

Berikut contoh kata serapan dari bahasa Portugis:

1. akta (acta)

2. armada (armada)

3. bangku (banco)

4. batako (bataco)

5. dadu (dado)

6. dua (dois)

7. garpu (garfo)

8. gereja (igreja)

9. harpa (harpa)

10. Inggris (Ingles)

11. jendela (janela)

12. Jurnal (jornal)

13. kaldu (caldo)

14. kampung (campo)

15. lelang (leilão)

16. limau (limão)

17. mandor (mandador)

18. mentega (manteiga)

19. Natal (Natal)

20. nona (dona)

21. ombak (onda)

22. palsu (falso)

23. pena (pena)

24. renda (renda)

25. roda (roda)

26. saku (saco)

27. sekolah (escola)

28. tenda (tenda)

29. terigu (trigo)

30. tinta (tinta)

Contoh Kata Serapan dari Bahasa Inggris

Berikut contoh kata serapan dari bahasa Inggris:

1. account - akun

2. activist - aktivis

3. bomb - bom

4. bomb - bom

5. calm - kalem

6. campus - kampus

7. diagnose - diagnosa

8. design - desain

9. ethnic - etnik

10. evacuation - evakuasi

11. fermentation - fermentasi

12. feminine - feminin

13. homophone - homofon

14. homonym - homonim

15. innovation - inovasi

16. instant – instan

17. juice – jus

18. keeper – kiper

19. landscape - lanskap

20. legislative – legislatif

21. mark - marka

22. mascot – maskot

23. negotiation - negosiasi

24. nuance - nuansa

25. oasis - oase

26. okay – oke

27. pencil – pensil

28. quality - kualitas

29. quantity – kuantitas

30. relax - rileks

31. relation – relasi

32. science - sains

33. scheme - skema

34. taboo - tabu

35. taxi- taksi

36. unique - unik

37. unification - unifikasi

38. verandah - beranda

39. villa – vila

40. zone - zona

QnA tentang Contoh Kata Serapan

Q: Apa yang dimaksud dengan kata serapan?

A: Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing atau bahasa daerah yang telah dimasukkan ke dalam bahasa Indonesia, baik secara utuh maupun dengan penyesuaian ejaan, lafal, atau maknanya.

 

Q: Apakah “bahasa” merupakan kata serapan? Dari mana asalnya?

A: Ya, “bahasa” adalah kata serapan dari bahasa Sanskerta yaitu bhāṣā yang berarti “ucapan” atau “bahasa”.

Q: Apa bedanya adopsi dan adaptasi dalam kata serapan?

A: Adopsi adalah mengambil kata asing secara utuh tanpa perubahan (contoh: video), sedangkan adaptasi adalah mengambil kata asing dengan perubahan ejaan agar sesuai dengan kaidah Indonesia (contoh: philosophy menjadi filosofi).

Q: Mengapa bahasa Indonesia banyak mengadopsi kata dari bahasa asing?

A: Karena interaksi antarbudaya, agama, kolonialisme, perdagangan, dan globalisasi yang menyebabkan masuknya istilah-istilah asing yang belum memiliki padanan dalam bahasa Indonesia.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6