Tak Kunjung Menstruasi, Ini Tanda Remaja Putri Perlu Konsultasi ke Dokter

Usia minimal menstruasi adalah 10-11 tahun dan maksimal 16 tahun. Ketahui kapan mesti berkonsultasi ke dokter.

Diterbitkan 23 April 2026, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menstruasi merupakan proses pertumbuhan alami pada remaja putri. Bila umur 14 tahun belum menstruasi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kebidanan dan kandungan. 

"Kalau dia (remaja putri) belum menstruasi itu harus konsultasi pada dokter, maksimal usia 14 tahun kalau anak tidak ada tanda seks sekunder," kata dokter spesialis kebidanan dan kandungan Dinda Derdameisya.

Selain menstruasi, bila remaja putri belum mengalami perubahan fisik yang muncul saat pubertas seperti tidak tumbuhnya payudara dan bulu-bulu halus di beberapa bagian tubuh itu. Lalu, bila anak sudah mengalami  perubahan fisik, namun belum mengalami menstruasi di umur 16 tahun. 

"Tapi kita juga perlu melihat juga tinggi badannya, apakah masuk (sesuai) ke pertumbuhan kurva anak (atau tidak). Jadi minimal menstruasi itu pada usia sekitar 10-11 tahun, kemudian maksimalnya nanti 16 tahun," ujar Dinda.

Menstruasi ditandai dengan keluarnya darah dari kemaluan. Hal tersebut dapat terjadi karena hormon-hormon reproduksi dalam tubuh telah matang sempurna.

Anak perempuan sudah memiliki indung telur sejak lahir. Namun pada anak-anak di bawah usia 11 tahun, Dinda menyampaikan hormon tersebut masih belum matang dan jumlahnya sangat rendah.

"Ketika dia (hormon) sudah mencapai satu level, akan terjadi pematangan sel telur, dinding rahim menebal dan ketika sudah sampai level itu tidak ada pembuahan, darah menstruasi akan turun," tambah Dinda di Jakarta mengutip Antara.

 

Komunikasi Terbuka

Dinda berharap proses tersebut dapat dikomunikasikan secara lebih terbuka antara anak perempuan dengan orangtua. Sehingga setiap anak mendapatkan informasi yang akurat dan kesehatannya tetap terjaga.

Keluarga disebutnya menjadi tempat pertama anak dapat teredukasi dengan baik, dan dapat lebih mudah memahami perubahan yang terjadi pada tubuhnya masing-masing.

"Jadi jangan sampai si anak juga kebingungan, karena orangtuanya tidak mengerti," pesan Dinda.