2,2 Juta Porsi MBG Disalurkan ke Penyintas Bencana Aceh hingga 27 Desember 2025

Total paket MBG yang telah dibagikan kepada penyintas bencana Aceh adalah sebanyak 2.298.670 porsi sejak 26 November hingga 27 Desember 2025.

Diterbitkan 30 Desember 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Selama masa tanggap bencana, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para korban terus berlangsung.

Di Aceh, sebanyak 158 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terlibat dalam proses pengalihan layanan selama masa tanggap bencana tersebut. Total makanan yang telah dibagikan sebanyak 2.298.670 porsi sejak 26 November hingga 27 Desember 2025.

"Penyaluran Program MBG tetap berjalan seperti pada hari aktif biasanya. Total akumulasi bantuan (untuk Aceh) yang tersalurkan sudah mencapai lebih dari 2,2 juta porsi," kata Kepala BGN, Dadan Hindayana, di Jakarta, Sabtu (27/12/2025).

Dadan menyebut, terdapat dua hari di mana SPPG di sana tidak beroperasi, yakni pada 25-26 Desember. Penghentian sementara tersebut dilakukan seiring momen perayaan Natal serta dalam rangka peringatan tsunami Aceh ke-21.

"Tetapi, pada Hari Kamis, 25 Desember, tidak beroperasional karena dalam posisi memperingati perayaan Natal. Selanjutnya, pada Hari Jumat, 26 Desember kembali memperingati hari tsunami Aceh yang ke 21 tahun, yang mana dua hari tersebut tidak melaksanakan operasional dapur SPPG," jelasnya.

Meski demikian, sejumlah SPPG di Aceh Timur dan Aceh Tengah memutuskan tetap melaksanakan penyaluran MBG pada 26-27 Desember. BGN memastikan bantuan MBG terus disalurkan kepada warga terdampak melalui berbagai skema.

"Kami terus mendistribusikan bantuan kepada korban banjir dan longsor, baik melalui posko maupun jemput bola langsung ke warga," ujar Dadan.

Dadan menuturkan, kehadiran BGN di tengah situasi darurat merupakan bentuk komitmen negara untuk memastikan pemenuhan gizi masyarakat tetap terjaga, sekaligus memperkuat peran MBG sebagai program yang adaptif terhadap kondisi krisis.

 

MBG pada 2026

Sementara, memasuki tahun 2026, program MBG akan dimulai secara serempak pada 8 Januari 2026.

Sebelumnya, 2, 3, 5, 6, dan 7 Januari 2026 ditetapkan sebagai hari persiapan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia, mencakup kesiapan dapur, distribusi, sumber daya manusia (SDM), serta penguatan standar keamanan pangan.

BGN juga menginformasikan bahwa pelaksanaan MBG pada akhir tahun 2025 masih berlangsung pada 26, 27, 29, 30, dan 31 Desember 2025, khususnya untuk memastikan keberlanjutan layanan bagi kelompok prioritas.

 

MBG untuk 3B

BGN menegaskan bahwa intervensi pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita (Kelompok B3) tetap menjadi prioritas utama dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk pada periode akhir tahun 2025.

Kelompok ini dinilai krusial karena berada dalam fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang merupakan masa emas dan tidak dapat ditunda.

Dadan menekankan bahwa kontinuitas layanan gizi bagi kelompok rentan harus dijaga tanpa terpengaruh kalender pendidikan maupun musim liburan.

“Intervensi pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita adalah bagian yang sangat penting dan tidak boleh terputus. Periode 1.000 hari pertama kehidupan waktunya pendek, dan kita harus menjaga golden time ini sebaik mungkin. Mereka tidak ada hubungannya dengan waktu sekolah,” ujar Dadan di Jakarta, Kamis (25/12/2025).

 

MBG Selama Libur Sekolah

Sementara itu, untuk penerima manfaat dari kalangan anak sekolah, BGN menerapkan kebijakan yang lebih fleksibel selama masa libur.

Program MBG bagi anak sekolah bersifat opsional, menyesuaikan dengan kondisi teknis di lapangan maupun aktivitas keluarga penerima manfaat.

“Untuk anak sekolah sifatnya opsional. Jika ada yang tidak memungkinkan mengambil atau dikirim karena alasan teknis, atau sedang berlibur, itu tidak menjadi masalah. Namun bagi yang membutuhkan, layanan tetap kami berikan,” jelas Dadan.