6 Pemeriksaan Laboratorium yang Umum Dilakukan dan Peran Pentingnya bagi Tubuh

Setidaknya ada enam jenis pemeriksaan laboratorium yang umum dilakukan, ini jenis dan fungsinya.

Diterbitkan 20 November 2025, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemeriksaan laboratorium adalah langkah deteksi dini penyakit dalam tubuh. Hal ini penting lantaran banyak penyakit yang pada tahap awal tidak menimbulkan gejala, tapi sebenarnya sudah terjadi perubahan di dalam tubuh.

“Di sinilah pemeriksaan laboratorium berperan penting — menjadi langkah awal dalam deteksi dini penyakit agar pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan hasilnya lebih optimal,” kata dokter spesialis patologi klinis, Gaby Octavia Manz, dari RS EMC Pekayon mengutip laman EMC, Rabu (19/11/2025).

Gaby menjelaskan, setidaknya ada enam jenis pemeriksaan laboratorium yang umum dilakukan. Enam pemeriksaan laboratorium yang sering digunakan untuk deteksi dini yakni:

Pemeriksaan Darah Rutin

Pemeriksaan darah rutin atau hematologi lengkap digunakan untuk melihat kondisi umum tubuh dan mendeteksi adanya infeksi, anemia, atau gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

Pemeriksaan Gula Darah dan Kolesterol

Pemeriksaan gula darah dan kolesterol bermanfaat untuk menilai risiko diabetes dan penyakit jantung koroner, terutama bagi mereka dengan pola hidup tidak sehat atau riwayat keluarga.

Pemeriksaan Fungsi Hati dan Ginjal

Pemeriksaan hati dan ginjal dapat mengevaluasi apakah kedua organ vital ini bekerja optimal, serta mendeteksi gangguan seperti hepatitis atau gagal ginjal sejak dini.

Pemeriksaan Urine

Pemeriksaan urine berfungsi mendeteksi adanya infeksi saluran kemih, gangguan metabolisme, atau indikasi penyakit tertentu melalui analisis komposisi urine.

Pemeriksaan Tumor Marker

Pemeriksaan tumor marker dilakukan untuk mendeteksi potensi penyakit kanker pada tahap awal, sehingga pengobatan bisa dilakukan lebih cepat.

Pemeriksaan Imunologi

Pemeriksaan imunologi dilakukan untuk mendeteksi adanya infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit, serta membantu mengenali penyakit autoimun dan alergi.

 

Deteksi Dini Sebelum Sakit

Gaby menyarankan, pemeriksaan laboratorium sebaiknya tidak hanya dilakukan saat sakit, tetapi juga secara berkala sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin (medical check up).

Dengan deteksi dini, penyakit dapat ditemukan sebelum menimbulkan gejala serius, sehingga pengobatan menjadi lebih sederhana, cepat, dan efektif.

“Pemeriksaan laboratorium adalah jendela untuk melihat kondisi kesehatan tubuh kita. Melalui langkah sederhana ini, banyak penyakit dapat dicegah atau ditangani sejak dini,” ucap Gaby.

Dengan dukungan teknologi laboratorium modern dan keahlian dokter spesialis patologi klinis, masyarakat dapat menjalani hidup lebih sehat dan waspada terhadap risiko penyakit sejak awal.

 

Bukan Sekadar Cara Diagnosis Penyakit

Pemeriksaan laboratorium menjadi penting lantaran memberikan gambaran menyeluruh tentang fungsi organ dan kondisi metabolisme tubuh seseorang.

Melalui hasil pemeriksaan darah, urine, atau cairan tubuh lainnya, dokter dapat menilai apakah ada tanda-tanda gangguan pada organ penting seperti hati, ginjal, jantung, atau sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, hasil pemeriksaan laboratorium membantu dokter untuk:

  • Menegakkan diagnosis secara tepat
  • Menentukan terapi yang sesuai
  • Memantau perkembangan penyakit
  • Mengevaluasi efektivitas pengobatan.

“Dengan kata lain, pemeriksaan laboratorium tidak hanya berguna untuk mendiagnosis penyakit, tetapi juga menjadi acuan penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang,” pungkas Gaby.