Kenali Ciri-Ciri Menstruasi Tidak Normal yang Perlu Diwaspadai

Menstruasi tidak normal bisa ditandai dengan perubahan volume darah, durasi, frekuensi, nyeri, hingga warna. Kenali ciri-ciri menstruasi tidak normal dan kapan harus konsultasi ke dokter.

Diperbarui 28 Mei 2025, 13:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Menstruasi adalah siklus bulanan yang dialami wanita sebagai bagian dari proses reproduksi. Namun, tidak semua wanita mengalami siklus menstruasi yang sama. Ada kalanya menstruasi menjadi tidak normal, yang bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan. Penting untuk mengenali ciri-ciri menstruasi tidak normal agar dapat mengambil tindakan yang tepat.

Menstruasi yang tidak normal dapat bervariasi dalam beberapa aspek, termasuk volume darah, durasi, frekuensi, dan rasa sakit yang dirasakan. Perubahan-perubahan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari ketidakseimbangan hormon hingga kondisi medis tertentu.

Berikut beberapa ciri-ciri menstruasi tidak normal:

Volume Darah Menstruasi Tidak Normal

Menorrhagia adalah gangguan menstruasi berupa keluarnya darah menstruasi secara berlebihan. Hal ini ditandai dengan penggunaan pembalut yang banyak, yakni lebih dari 5 pembalut per hari, atau durasi menstruasi yang berlangsung lebih dari 5-7 hari seperti disampaikan dokter spesialis obstetri dan ginekologi Upik Anggraheni.

Selain itu, keluarnya gumpalan darah yang sangat besar juga bisa menjadi salah satu gejala dari menorrhagia. Jika menemukan gejala tersebut sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Pastikan tidak self diagnosed ya.

Jarak Menstruasi Lebih dari 45 Hari

Upik menerangkan dari haid hari pertama ke selanjutnya berkisar 24-34 hari. Jika pada wanita usia dewasa (non remaja) lebih dari 45 hari maka disarankan berkonsultasi ke dokter.

"Kalau lebih dari 45 hari enggak haid, ini terjadi peningkatan hormon estrogen yang menyebabkan penebalan dinding rahim," kata Upik dalam diskusi bersama RSPI beberapa waktu lalu. 

Apalagi bila perempuan tersebut disertai juga dengan gejala lain seperti kegemukan, riwayat diabetes melitus, jerawat, dan tumbuh bulu di badan lebih banyak.

"Kalau bulu tumbuh banyak itu biasanya mengarah ke hiperandrogen (kondisi hormon androgen di dalam tubuh wanita terlalu tinggi) yang merupakan salah satu kriteria PCOS," paparnya.

 

Nyeri Haid yang Sakit Sekali

Nyeri haid atau dismenore sering dikaitkan dengan endometriosis. Meski tidak semua kasus endometriosis menyebabkan nyeri hebat tapi nyeri haid yang berlebihan perlu diperiksa lebih lanjut.

"Nyeri haid yang sakit sekali setiap kali menstruasi itu juga harus dikonsultasikan ke dokter," kata Upik. 

Pemeriksaan transvaginal tidak bisa dilakukan pada remaja, tetapi dokter bisa melakukan pemeriksaan alternatif seperti MRI atau ultrasonografi transrektal jika dicurigai adanya masalah kesehatan. 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Anda mengalami perubahan signifikan pada siklus menstruasi Anda, seperti pendarahan yang berlebihan, nyeri yang hebat, atau pendarahan di luar siklus menstruasi, segera konsultasikan dengan dokter. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan atau ginekolog untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda.