Sukses

12 Panduan bagi Orangtua untuk Jaga Anak Saat Bencana Gunung Meletus

Liputan6.com, Jakarta - Bencana erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur berdampak pada puluhan ribu penduduk setempat baik dewasa maupun anak-anak.

Mengenai hal ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) membagikan rekomendasi panduan bagi orangtua untuk menjaga anak ketika terjadi bencana gunung meletus.

Panduan tersebut terdiri dari 12 poin yakni:

  • Orangtua harus tetap memantau dan mematuhi peringatan dari pemerintah selama terjadi bencana. Bila dianjurkan oleh pemerintah untuk segera mengungsi, maka lakukan segera dan lebih awal.
  • Orangtua sebaiknya memantau kualitas udara di lingkungannya terutama yang berhubungan dengan abu vulkanik.
  • Anak sebaiknya bermain dan beraktivitas di dalam ruangan dan cegah anak beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari hirupan udara abu secara berlebihan.
  • Agar anak tidak bosan maka sebaiknya orangtua atau anggota keluarga membuat dan mengajak anak membuat permainan di dalam ruangan.
  • Orangtua sebaiknya rutin membersihkan ruangan untuk mencegah paparan abu di dalam ruangan.

Doa dan Kesedihan di Tengah Evakuasi Jenazah Tertimbun Abu Semeru

2 dari 4 halaman

Selanjutnya

Panduan selanjutnya yakni:

  • Jika ada anggota keluarga harus keluar rumah maka wajib mengenakan masker.
  • Abu letusan gunung berapi dapat menimbulkan iritasi kulit, maka sebaiknya anak menggunakan pakaian lengan Panjang dan celana panjang untuk meminimalisasi kontak dengan abu vulkanik.
  • Selain melindungi tubuh anak dari debu dengan baju tertutup, pakaikan masker pada anak yang sudah bisa menggunakan masker, karena selain untuk mencegah debu terhirup juga mencegah penularan COVID-19 selama di pengungsian.
  • Untuk menghindari iritasi mata akibat abu letusan yang pekat, maka anak bisa menggunakan kacamata.
  • Sebelum mengungsi, orangtua sebaiknya menyiapkan obat-obatan emergensi dan perlengkapan emergensi dalam satu tas darurat.
  • Hindari mengungsi di daerah hilir letusan, dan sebaiknya mengungsi di posko yang sudah ditetapkan pemerintah.
  • Tetap disiplin menjaga protokol kesehatan selama di pengungsian.
3 dari 4 halaman

Mengirim Dokter Spesialis Anak

Sebelumnya, Pengurus Pusat IDAI telah mengirimkan sejumlah dokter spesialis anak yang tergabung dalam Satgas Bencana IDAI untuk membantu para tenaga kesehatan di wilayah bencana.

Ketua Umum IDAI, Dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) mengatakan, tim relawan Satgas Bencana IDAI dan anggota IDAI di wilayah terdekat sudah melakukan penyisiran awal. Ini dilakukan untuk memetakan kondisi kesehatan serta melakukan pelayanan kesehatan bagi korban bencana erupsi Gunung Semeru, khususnya anak-anak.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat, fasilitas kesehatan setempat, serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang dan Badan penanganan Bencana di wilayah tersebut agar dapat memaksimalkan potensi bantuan dari Relawan Satgas Bencana IDAI,” kata Piprim mengutip keterangan pers, Senin (6/12/2021).

 

4 dari 4 halaman

Infografis Kejutan Tak Terduga Erupsi Gunung Semeru