Sukses

Kata Ahli Diet Tentang 2 Penyebab Utama Perut Buncit

Liputan6.com, Jakarta - Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan perut buncit, akibat tumpukan lemak yang makin menggunung.

Kurang tidur bisa jadi salah satu penyebab perut buncit. Namun, biang kerok dari permasalahn yang membuat penampilan jadi kurang oke ini adalah makanan.

Ahli Diet di Balance One Amerika Serikat, Trista Best, makanan yang dengan mudah menghasilkan lemak-lemak membandel sehingga perut buncit sulit dielakan adalah makanan olahan, keripik kemasan, roti, bahkan yang dipanggang.

Menurut Trista, makanan olahan yang tinggi karbohidrat dan rendah nutrisi berkontribusi nomor satu untuk lemak perut.

"Kita benar-benar apa yang kita makan, sampai batas tertentu. Makanan dan nutrisi yang kita konsumsi menjadi bagian dari sel, dan nutrisi yang salah dapat menyebabkan gas, kembung, penambahan berat badan, dan hasil negatif lainnya jika kita tidak mengikuti diet seimbang," katanya dilansir Eat This pada Senin, 20 September 2021. 

Lantas mengapa makanan olahan bisa membuat perut buncit? Trista bilang bahwa makanan olahan membuat Anda sulit kehilangan lemak perut, karena sebagian besar terbuat dari karbohidrat olahan dan gula.

 

2 dari 4 halaman

Karbohidrat Olahan vs Utuh  

Sebelumnya, ketahui dahulu apa itu karbohidrat olahan dan karbohidrat utuh. Menurut Trista, karbohidrat olahan bukanlah karbohidrat yang sama pada sepotong buah. Pada karbohidrat buah alias karbohidrat 'utuh', diproses secara minimal dan mengandung serat yang ditemukan secara alami dalam makanan.

Sedangkan karbohidrat olahan lebih banyak diproses sehingga serat alaminya---zat gizi makro yang membantu memerlambat pencernaan---sudah hilang atau berubah.

Dengan kata lain, karbohidrat olahan cenderung memiliki sedikit atau tidak ada nilai gizi dan tanpa serat, protein, atau lemak sehat, serta jumlah kalori kosong yang sering dapat berkontribusi pada penciptaan dan akumulasi lemak perut.

"Karbohidrat olahan diproses dengan cepat oleh tubuh dan mudah disimpan sebagai lemak. Mereka menyediakan sumber energi yang cepat, tetapi energi ini dalam bentuk lonjakan glukosa dan kerusakan yang tak terhindarkan," kata Trista.

Karena itulah karbohidrat olahan bisa membuat berat badan naik dengan dua cara. Pertama, individu menjadi cepat lapar setelah makan, terlepas dari berapa banyak kalori yang dikonsumsi. 

"Kedua, dapat menyebabkan tubuh menjadi lebih resisten terhadap insulin, yang dapat menyebabkan glukosa lebih tinggi dan penambahan berat badan saat tubuh mulai menyimpan kelebihan glukosa sebagai lemak," ujar Trista,

 

 

3 dari 4 halaman

Bahaya Lemak Perut  

Keberadaan lemak perut tidak hanya mengganggu penampilan. Akan tetapi berdampak pada kesehatan dalam beberapa cara.

"Lemak perut, juga dikenal sebagai lemak visceral, berbahaya bagi kesehatan karena dibawa di bagian depan tubuh sehingga menimbulkan tekanan signifikan pada jantung dan organ vital lainnya," Trista menjelaskan.

Kondisi tersebut membuat Anda berisiko penyakit jantung dan stroke, di antara kondisi kronis lainnya.

"Jika dibiarkan, itu akan terbentuk di sekitar organ dan jaringan yang membuatnya sulit untuk hilang, juga meningkatkan risiko penyakit kronis," katanya. 

Apabila Anda ingin menyingkirkan lemak di perut atau mencegah penumpukan lemak perut, Trista menyarankan untuk mempertimbangkan mengurangi makanan olahan. Konsumsi makanan ringan yang sehat juga membantu menyingkirkan lemak di perut.

 

 

4 dari 4 halaman

Infografis 3 Tips Atasi Fobia Jarum Suntik Sebelum Vaksinasi Covid-19