Sukses

Cara Biasakan Anak Makan Sayur dan Buah

Liputan6.com, Jakarta Terkait asupan gizi anak, orangtua harus cermat memilih makanan. Bahan makanan segar akan membantu tumbuh kembang anak secara optimal.

Namun, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) terbaru, tahun 2018, menunjukkan lebih dari 90 persen anak usia 10 tahun ke atas di Indonesia kurang makan sayur dan buah. 

Guna mengatasi hal itu, ahli nutrisi Saptawati Bardosono menyarankan, perbanyak memberikan sayur dan buah pada anak.

"Sediakan sayur dan buah. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan, lebih dari 90 persen anak usia 10 tahun ke atas masih kurang makan sayur dan buah," ujar Tati, sapaan akrabnya, dalam acara temu media di Gedung IMERI FK-UI, Salemba, Jakarta, Senin (27/1/2020). 

Tati mengatakan, konsumsi sayur dan buah pada anak bisa dibiasakan dengan rajin memperkenalkannya pada anak. "Setiap kali makan, perkenalkan sayur dan buah. Dengan cara ini, otak anak akan merekam rasa sayur dan buah."

Anak bisa diperkenalkan makan pisang dan alpukat. Sayuran kaya vitamin, seperti wortel, brokoli, dan bit juga dapat diberikan.

 

2 dari 2 halaman

Hindari Pewarna dan Pengawet

Untuk pilihan makanan lain, sebaiknya hindari makanan yang mengandung pewarna dan pengawet. Makanan tersebut bisa mengganggu metabolisme anak.

"Yang pasti hindari makanan yang mengandung pewarna dan pengawet," kata ahli tumbuh kembang anak Soedjatmiko.

Ketika membeli makanan kemasan untuk anak juga harus perhatikan label.

"Jangan lupa baca label kemasan dengan cermat. Khawatirnya kan ada gula tambahan. Ini akan mengganggu kesehatan anak," Tati menambahkan.

Loading