Sukses

Orangtua Enggan Bicara Seks, Ini Dampaknya Saat Anak Pubertas

Liputan6.com, Jakarta Memberikan edukasi tentang seks kepada anak-anak terkadang bisa menjadi sulit bagi orangtua. Padahal, hal semacam itu penting untuk diberikan sejak dini.

Orangtua sendiri punya pengaruh sikap terhadap anak-anak mereka tentang seks dan hubungan, bahkan lebih dari yang mereka sadari. Jika Anda menganggap bahwa anak-anak atau remaja menghindari pembicaraan dengan topik semacam ini, itu jelas salah. Bahkan, mungkin mereka menginginkan lebih banyak bimbingan.

Dilansir dari Healthline pada Senin (31/12/2018), sebuah laporan di Amerika Serikat menemukan bahwa banyak remaja dan dewasa muda bingung dan cemas tentang mengembangkan hubungan romantis yang sehat. Survei yang dilakukan peneliti dari Harvard University ini mencari jawaban dari dua ribu siswa sekolah menengah dan perguruan tinggi.

Selain itu, mereka menemukan bahwa pelecehan seksual dan perilaku misogini menyebar di kalangan kaum muda. Ini berlanjut pada tingkat kekerasan seksual yang tinggi.

Saksikan juga video menarik berikut ini:

 

2 dari 2 halaman

Tidak perlu tidak nyaman

Para peneliti mengatakan, orangtua perlu melakukan percakapan yang lebih dalam dengan anak-anak mereka tentang cinta, seks, dan komitmen. Sekitar 70 persen dalam survei itu mengatakan, mereka berharap orangtuanya bicara tentang aspek emosional dalam sebuah hubungan.

"Ini adalah tanggung jawab kita untuk bicara tentang seksualitas dan seks dari sejak lahir," kata pendidik seksulaitas Logan Levkoff.

Levkoff yang tidak terlibat dalam penelitian Harvard mengatakan, penting bagi orangtua untuk bicara dengan anak-anak tentang semua topik seputar seks. Misalnya seperti peran gender, keterampilan komunikasi, sertah hubungan yang sehat.

Selain itu, diskusi semacam ini juga tidak harus menimbulkan rasa tidak nyaman bagi siapa pun yang terlibat.

Pulang ke Rumah, Ini Sarapan Titi Wati

Tutup Video