Ini Alasan Kenapa Harus Puasa Sebelum Tes Darah

Sebelum mengambil darah atau tes darah, seseorang wajib berpuasa sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh tenaga medis.

Diterbitkan 28 April 2016, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sebelum melakukan pengambilan darah atau tes darah, seseorang wajib untuk berpuasa sesuai waktu yang ditentukan tenaga medis. Ini dilakukan demi mendapatkan hasil yang maksimal. Namun tak sedikit orang yang bertanya-tanya mengapa perlu menjalankan puasa sebelum melaksanakan tes darah.

Baca Juga

  • Lewat Tes Darah Bakal Diketahui Butuh Antibiotik atau Tidak
  • Setetes Darah Untuk Deteksi Jenis dan Letak Kanker
  • Tes Darah Kini Bisa Deteksi Penyakit Jantung

Melansir laman apath.co.nz, ditulis Kamis (28/4/2016), Max Reed sebagai Biochemistry Head of Department, menjawab pertanyaan perihal puasa dan tes darah.

Mengapa harus berpuasa?

Setelah makan, darah dalam tubuh akan mengalami perubahan, terutama pada tingkat glukosa, lipid yang meliputi lemak pada tubuh, dan besi. Jika seseorang menjalankan puasa selama 10 - 12 jam atau biasanya puasa semalaman, maka akan mengurangi tingkat variabilitas zat dalam darah, sehingga dapat dipastikan hasil dari tes darah tidak dipengaruhi oleh apa pun. Dengan berpuasa laboratorium dan dokter dapat menentukan hasil tes darah yang konkret.

Apakah diperbolehkan minum?

Saat hendak melakukan pengujian tes darah, seseorang diperbolehkan untuk minum. Hanya saja jenis yang diperbolehkan untuk dikonsumsi hanya air mineral.

Bagaimana jika harus mengonsumsi obat?

Kebanyakan orang yang sedang menjalankan perawatan dengan obat wajib dapat tetap meminumnya. Namun, obat yang masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi hasil tes darah. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal mintalah keputusan pada dokter Anda untuk hasil yang terbaik.

Apa yang terjadi jika tidak berpuasa?

Saat seseorang memaksakan dirinya untuk tetap makan atau minum sebelum pengambilan darah, potensi hasil tes akan tidak akurat. Sebab, saat makanan diserap dalam tubuh akan mengakibatkan diagnosis yang salah atau yang tidak perlu. Maka puasa menjadi awal yang penting untuk menghindari kesalahan diagnosis.