Sukses

Pentingnya Menyediakan Waktu Bersama Anak

Liputan6.com, Jakarta Jika anak merupakan prioritas hidup yang penting bagi orangtua, salah satu yang perlu dilakukan orangtua adalah menyediakan waktu bersama-sama dengan anak mereka. Adalah sebuah kebohongan saat orangtua mengatakan bahwa anak adalah prioritas hidupnya namun dia tidak pernah memiliki waktu yang dihabiskan bersama dengan anak-anaknya dalam sehari-hari. Penyediaan waktu bersama dengan anak setidaknya perlu memperhatikan dua aspek penting yakni kuantitas dan kualitas. Kuantitas merujuk pada seberapa banyak dan seberapa sering orangtua menyediakan waktu bersama anak-anak mereka.

Tentu saja semakin positifnya aspek kuantitas ini tergantung pada semakin banyak dan semakin seringnya waktu yang disediakan. Sementara itu, kualitas merujuk pada nilai atau mutu dari kebersamaan yang terjadi. Semakin tinggi nilai atau mutu kebersamaan tersebut akan ditandai dengan semakin positifnya perkembangan anak dan juga orangtua. Di zaman sekarang ini, menyediakan waktu bersama anak bukanlah perkara mudah bagi orangtua.

Alasan pertama adalah kesibukan kerja orangtua. Semakin meningkatnya tuntutan kebutuhan sosial ekonomi mendorong bertambahnya waktu kerja. Tambah lagi, berbeda dengan dahulu, sekarang ini tidak hanya salah orangtua yang bekerja namun kedua orangtua. Hal tersebut menyebabkan terancamnya penyediaan waktu untuk anak-anak mereka.

2 dari 3 halaman

Alasan kedua

Alasan kedua sulitnya menyediakan waktu bersama anak adalah semakin besarnya aspirasi para orangtua akan hobi, kesenangan, dan kebutuhan dirinya sendiri yang otomatis akan menyita waktu yang dimilikinya. Sekarang ini banyak ditemukan orangtua yang menghabiskan waktunya untuk melakukan hobi dan kesenangan dirinya. Selain hobi-hobi individual, banyak juga yang menghabiskan waktunya untu melakukan hobi yang berhubungan dengan orang lain misalnya yang banyak terjadi adalah kesibukan menjalin relasi di dunia maya (lewat facebook, whatsapp, dsb).

Menyediakan waktu bersama anak sendiri memiliki beberapa manfaat. Pertama adalah memperat ikatan relasi orangtua dan anak. Relasi yang erat dan berkualitas antara anak dan orangtua akan berpengaruh positif terhadap anak dan juga pada akhirnya pada orangtua sendiri. Anak yang memiliki relasi yang erat dan berkualitas akan mengalami kesejahteraan psikologis. Selain itu, dengan adanya dukungan dari orangtua yang terjadi dalam relasi yang erat, anak akan berkembang secara optimal dalam banyak aspek lainnya misalnya aspek kognitif, bakat, sosial dan sebagainya.

Manfaat kedua dari tersedianya waktu yang berkualitas bersama anak adalah kesempatan bagi orangtua untuk mengetahui bahkan berperan dalam berbagai aspek kehidupan anak tanpa anak merasa di intervensi secara sewenang-wenang. Lewat kebersamaan dengan anak, orangtua dapat mengikuti sekaligus memahami anak dalam berbagai tahap perkembangan hidup yang diajalaninya sehari-hari. Dengan demikian, lebih muda bagi orangtua menjadi pribadi yang diterima oleh anak untuk mengetahui bahkan memberikan masukan pada anak dalam kehidupan sehari-hari yang dijalaninya.

3 dari 3 halaman

Jadi prioritas

Meskipun sulit, menyediakan waktu untuk anak perlu untuk dijadikan prioritas dalam kehidupan orangtua. Beberapa hal yang dapat diusahakan di sini antara lain:

1. Memanfaatkan waktu di sela-sela kegiatan rutin harian Meskipun tidak banyak, selalu ada sedikit waktu jeda yang terselip di antara kegiatan rutin yang ada di rumah. Waktu jeda itu bisa saja ditemukan sesaat sebelum makan, sebelum tidur, atau jeda waktu saat menunggu aktivitas rutin lainnya. Meskipun hanya 1 hingga 5 menit, orangtua dapat memanfaatkan waktu jeda tersebut untuk membangun kebersamaan dengan anak-anaknya. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan. Antara lain membangun percakapan pendek (misalnya menceritakan pertandingan olahraga yang disukai anak), memberikan perhatian kecil (misalnya tentang baju yang dipakai hari ini atau tentang gaya rambutnya), atau sekedar memberikan pelukan pada atau usapan pada anak. Percakapan dan sentuhan ini meskipun dilakukan dalam waktu yang pendek akan tetapi memiliki kekuatan karena memungkinkan untuk dilakukan dalam frekuensi yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari.

2. Memanfaatkan waktu bersamaan dengan kegiatan rutin harian Ada beberapa kegiatan rutin sehari-hari yang sekaligus dapat kita gunakan untuk membangun kebersamaan dengan anak. Misalnya saja saat makan bersama, saat belanja bersama, atau saat memasak bersama. Kegiatan-kegiatan ini sebenarnya sudah memiliki tujuan tersendiri namun karena sifatnya yang lebih fleksibel dan dapat dilakukan secara bersama, orangtua dapat memanfaatkannya juga sebagai waktu bersama dengan anaknya. Di sini, orangtua dapat membangun percakapan secara lebih santai dengan anak mengenai berbagai topik termasuk menyangkut kehidupan anak. Seperti halnya memanfaatkan waktu di sela-sela kegiatan rutin harian, memanfaatkan waktu bersamaan dengan kegiatan harian juga memiliki kekuatan dalam hal memungkinkan untuk dilakukan dalam frekuensi yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari.

3. Menciptakan waktu bersama dengan ikut dalam kegiatan anak. Selanjutnya adalah memanfaatkan kegiatan yang dilakukan anak. anak-anak kita seringkali memiliki kegiatan-kegiatan tertentu yang dilakukan. Meskipun tidak semua, orangtua dapat mencari peluang untuk bersama dengan anak. Misalnya saat anak melakukan aktivitas olah raga atau saat anak melakukan hobinya. Di sini, ada satu keuntungan yang tidak ada pada cara yang lain yakni munculnya perasaan dari anak bahwa mereka didukung oleh orangtua lewat kehadirannya dalam kegiatan yang dilakukan. Perasaan ini tentu saja akan mempermudah orangtua saat harus mendekati dan merebut hati anak-anaknya.

4. Menyediakan waktu khusus untuk membangun kebersamaan dengan anak Pada akhirnya, orangtua perlu mencari waktu khusus yang memang disediakan untuk membangun kebersamaan dengan anak-anak mereka. Waktu ini perlu dirancang supaya tidak tersingkirkan di tengah kesibukan orangtua dan anak. waktu ini bisa saja ditentukan oleh orangtua atau lewat kesepakatan dengan anak. Ini bukanlah waktu penilaian dan penghakiman dari orangtua terhadap anak-anaknya. Ini juga bukan waktu anak secara sewenang-wenang memaksakan keinginan dan tuntutannya kepada orangtua. Ini adalah waktu ketika anak dan orangtua duduk bersama untuk saling mendengarkan dan saling membuka dirinya pada yang lain sehingga masing-masing akan berkembang sebagai manusia yang semakin matang dengan tidak meniadakan eksistensi pihak yang lainnya.

Y. Heri Widodo Dosen Universitas Sanata Dharma,

Pemilik Taman Penitipan Anak Kerang Mutiara Yogyakarta