Liputan6.com, Jakarta Cukup banyak individu modern yang percaya dengan mitos yang menyebut kalau saat di malam pertama seorang wanita mengeluarkan darah, itu tandanya dia masih perawan. Sebaliknya, jika tidak berdarah, dia sudah tidak perawan.
Psikolog Seksual, Zoya Amirin M.Psi menganggap orang-orang seperti itu sedang hidup di zaman Siti Nurbaya, bukan hidup di zaman modern. Mitos darah perawan ini muncul ketika `musim` para orangtua memaksa anak gadisnya untuk menikah dengan orang yang tak dicintainya di kala itu.
"Anda bisa bayangkan, baru bertemu dengan orang tersebut satu atau dua bulan lamanya, apalagi laki-laki tersebut terlalu tua dan tak ada rasa cinta, tapi Anda harus tidur serta melakukan hubungan seksual dengan laki-laki itu. Keterpaksaan inilah yang membuat mereka berdarah saat melakukan malam pertama," kata Zoya untuk Sexpedia-Liputan6.com ditulis Senin (5/1/2015)
Setelah kejadian inilah muncul banyak rumor yang dipercaya hingga hari ini. "Bahkan di beberapa daerah, ada orangtua yang mengambil seprai putih yang digunakan saat malam pengantin, untuk menandai bahwa putri mereka masih perawan, dengan tanda darah," kata Zoya.
Padahal menurut Zoya, bila di malam pertama seorang wanita berdarah, itu bukan tanda si wanita tidak lagi perawan, melainkan tanda bahwa si pria tidak jago (dalam hal seksual).
"Kalau perempuan berdarah, tanda Anda kurang lubrikasi, sehingga wanita tidak dapat menikmatinya," kata Zoya.
"Jadi, dia perawan atau tidak, bisa saja terjadi pendarahan hanya karena dia tidak siap melakukan hubungan seksual atau tidak siap dipenetrasi oleh Anda sebagai pria." kata Zoya menambahkan.
Sekali lagi dia menekankan, jika wanita berdarah saat berhubungan seksual di malam pertama, sebagai pria Anda dianggap kurang merangsang saat melakukan aktivitas ranjang tersebut.
Berdarah di Malam Pertama Tanda Pria Tak 'Jago'
Perawan atau tidaknya? Tidak dinilai dari berdarahnya saat melakukan malam pertama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/721977/original/Sex-dolls-orient.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
- Mengikuti Perjalanan Sampah Organik dari Rumah sampai Jadi Kompos4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
- Konservasi Penyu Lekang di Pantai Biaung Perkuat Perlindungan Ekosistem Pesisir5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
- Taman Kuliner Ramah Lingkungan di Embung Doho Wonogiri, Dukung UMKM Lokal6 hari yang lalu
- Menag Nasaruddin Ajak Tobat Ekologis, Ingatkan Bahaya Eksploitasi Alam6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
- Sekolah Anak Pesisir di NTB Padukan Edukasi Lingkungan dan Ekonomi Lokal1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
- Petani dan Nelayan Bakal Ikut Menikmati Pembiayaan Karbon1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
- Biometana dari Limbah Sawit, Solusi Energi Rendah Karbon untuk Industri1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
- Hutan di Gunungkidul Jadi Sumber Pangan dan Penggerak Ekonomi Desa1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
- Green Economy Buka Peluang Karier Baru, Ini 5 Skill yang Perlu Disiapkan Gen Z1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
- Energi dari Olahan Sampah Didorong Jadi Alternatif Batu Bara dan Gas2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376757/original/016204500_1792391224-cek_fakta_jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376579/original/071076900_1792381433-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357854/original/064380600_1790310156-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-25T112030.995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2908044/original/001857300_1568187460-hop-design-dDo5fbDH5Ss-unsplash.jpg)