Sukses

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Diimbau Ambil Keringanan Saat Ibadah

Liputan6.com, Jeddah - Jemaah haji lanjut usia (lansia) maupun yang sedang sakit dianjurkan mengambil keringanan dalam pelaksanaan ibadah hajinya. Ini agar ibadah haji mereka tetap sah.

"Misalnya pakai skuter atau kursi roda. Bagi yang Umrah pilih waktu teduh. Mulai maghrib sampai setelah subuh," jelas Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dr. Imran di Makkah, Minggu (21/7/2019).

Suhu yang berbeda antara Indonesia dan Arab Saudi kerap menimbulkan masalah kesehatan bagi jemaah haji Indonesia.

Terkait jemaah sakit, dia mengungkap, penyakit yang paling banyak ditemukan pada jemaah haji saat di kloter, adalah infeksi pernapasan dan hipertensi.

Sementara yang masuk ke klinik akibat penyakit paru menahun. Kemudian di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) yakni pneumonia dan jantung.

"Untuk ISPA penanganan dilakukan rehidrasi komposisi cairan tubuh. Kemudian layanan gangguan paru diterapi oksigen," dia menambahkan.

Bagi pasien yang dinilai kondisinya membaik, penanganan dilanjutkan melalui rawat jalan di kloter. Sebaliknya bila sulit ditangani akan dirujuk ke KKHI atau RSAS.

"Khusus di KKHI Makkah, ada 76 pasien jemaah haji yang dirujuk. Dari total itu 34 sudah dirawat dan 15 masih dirawat dan di RSAS 21 orang," ungkap dia.

 

 

Kondisi cuaca juga cukup berat bagi jemaah lansia. Keringanan pun diberikan bagi jemaah haji sakit atau lansia untuk tetap bisa beribadah.

Seperti diketahui, lebih dari 60 persen jemaah haji Indonesia merupakan lanjut usia. 69 jemaah haji yang berusia di atas 95 tahun telah tiba di Tanah Suci.

Jemaah lansia ini akan mendapatkan perhatian khusus agar pelaksanaan ibadah hajinya berjalan dengan lancar.Kurang lebih 63 persen calon haji tahun ini adalah lansia, kami akan berikan perhatian khusus," kata Kepala Daerah Kerja (Kadaker) PPIH 2019 Makkah Subhan Cholid, kemarin.

Sebanyak 69 calon haji yang berusia di atas 95 tahun ini berada di Madinah dan sebagian yang lain di Makkah.

Loading
Artikel Selanjutnya
Menag Lobi Arab Saudi Tetapkan Kuota Dasar Haji Indonesia Sebesar 231 Ribu
Artikel Selanjutnya
Pegadaian Tawarkan Layanan Umrah dan Wisata Halal ke Timur Tengah