Sukses

68.947 Calon Haji Tiba di Madinah, Sebagian Bergerak ke Makkah

Liputan6.com, Madinah - Jumlah jemaah haji Indonesia di Madinah sudah mencapai 68.947 orang dari 170 kloter dengan jumlah petugas mencapai 850 orang.

Jemaah diberangkatkan dari 13 embarkasi di seluruh Indonesia. Embarkasi antara lain Jakarta (JKS dan JKG), Surabaya (SUB), Palembang (PLM), Lombok (LOM), Ujung Pandang (UPG), Batam (BTH), Medan (MES), Padang (PDG) dan Solo (SOC).

Demikian menurut data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag, Rabu (17/7/2019) pukul 07.30 Waktu Arab Saudi (WAS).

"Tercatat 6 sudah wafat," jelas Kepala Seksi Data dan Informasi Daerah Kerja Bandara, Ambari Julianto di Madinah.

Enam jemaah yang meninggal tersebut bernama Sumiyatun bin Sawi, Khairil Abbas bin Salim, Mudjahid Damanhuri Mangun dan Artapiah Armin Musahab. Kemudian Soeratno G Mangun Wijoto dan Subli bin Nasir.

Saat ini, sebagian jemaah haji di Madinah sudah mulai bergerak ke Makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji.

Pada tahun ini, Indonesia kebagian kuota haji sebesar 221 ribu dari Pemerintah Arab Saudi. Dengan rincian, 204 ribu jemaah haji reguler dan 17 ribu jemaah haji khusus.

Kemudian ada tambahan kuota yang diberikan pemerintah Arab Saudi sebesar 10 ribu jemaah. Indonesia merupakan negara terbanyak mengirimkan jemaah haji ke Tanah Suci setiap tahunnya dibandingkan dengan negara lain.

 

2 dari 2 halaman

Jemaah Haji Gelombang Dua Mulai Tiba di Jeddah pada 20 Juli

Jemaah haji Indonesia gelombang kedua akan tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, pada 20 Juli 2019. Jumlah jemaah yang tiba mencapai 50 persen dari total kuota haji tahun ini sebanyak 231 ribu orang.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Arsyad Hidayat pada hari ini akan memeriksa langsung kesiapan layanan kedatangan jemaah haji di Jeddah.

"Saya ingin cek sarana dan prasarana, layanan seperti katering karena jemaah yang tiba di Bandara King Abdul Aziz akan dapat makan," jelas dia di Madinah, Selasa (16/7/2019).

Selain itu, dia akan berkomunikasi dengan pihak ukala, unit di bawah Pemerintahan Arab Saudi, yang memiliki kewenangan dalam penyambutan kedatangan jemaah haji. Serta kesiapan layanan bagasi jemaah.

Kedatangan jemaah haji di Bandara Jeddah dikatakan akan lebih ramai dibandingkan dengan Bandara di Madinah. Ini karena negara-negara lain dari Timur Tengah atau Asia, ikut mendaratkan jemaahnya di Bandara King Abdul Aziz.

"Sehingga kondisi jauh lebih ramai dan mengharuskan petugas lebih cekatan dan kerja sama harus jauh lebih baik. Kedatangan jemaah bisa bersamaan dalam satu gate dan jarak gate cukup jauh dibandingkan dengan Madinah," ungkap dia.

Tak hanya jemaah, petugas haji untuk layanan bandara akan ikut berpindah ke Jeddah, yang terbagi dalam dua kelompok. Pembagian karena masih tersisa beberapa kloter jemaah haji gelombang pertama yang datang melalui Bandara Prince Mohammed bin Abudl Aziz di Madinah.

"Ada tiga kloter pada dini hari dan pagi hari jemaah yang datang, sebab itu kita taruh petugas di bandara," dia menandaskan.

Loading
Artikel Selanjutnya
Kini Jemaah Umrah Bisa Beli Tikar dan Tisu Basah Buatan Indonesia di Arab Saudi
Artikel Selanjutnya
Menag Lukman Bakal Tingkatkan 2 Pelayanan Ini di Musim Haji Tahun Depan