Sukses

Jemaah Bergerak ke Makkah Besok, Ini Titik Krusial Ibadah Haji

Liputan6.com, Madinah - Jemaah haji Indonesia di Madinah akan mulai bergerak ke Makkah pada Minggu (14/7/2019) esok. Petugas pun mulai bersiap menghadapi puncak haji, yang salah satu titik krusialnya pada saat pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina.

"Hari Minggu itu pertama kali jemaah dari Madinah gelombang pertama didorong ke Makkah Al Mukaromah. Pada hari ini kami sudah melakukan koordinasi kepada seluruh petugas baik itu kloter maupun non kloter untuk kesiapan," jelas Kepala Bidang Bina Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Mahmudi Affan Rangkuti di Madinah, Sabtu (13/7/2019).

Petugas haji, kata dia, diharapkan untuk lebih mengeluarkan energi dalam melayani, membina dan memberikan perlindungan kepada jemaah haji. Sebab petugas ikut menjadi kunci kelancaran ibadah haji di Tanah Suci.

Dia menyebut jumlah petugas yang bersiaga melayani jemaah sangat besar. Semua tersebar antara lain di sektor mencapai, ketua rombongan, ketua regu, petugas haji daerah dan unsur petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

"Jadi begitu besarnya tenaga-tenaga petugas haji Indonesia, dan bersama kita doakan semoga proses di dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, dari hari pertama kedua dan seterusnya sampai kembali ke Tanah Air semuanya keadaan aman lancar," harap dia.

Dia menyebut jika ada beberapa titik krusial dalam penyelenggaran ibadah haji yang harus jadi perhatian petugas. Titik kritis tertinggi, pada proses Arafah Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

Di lokasi ini, perlu ada pemetaan petugas guna menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi terhadap jemaah. "Paling inti adalah pada proses Armuzna adalah salah satu titik kritis, tetapi titik kritis Ini bukan sebuah hal yang sangat menakutkan tapi harus kita selesaikan bersama," dia menandaskan.

2 dari 2 halaman

4 Wafat, 41.087 Jemaah Haji Sudah Berada di Madinah

Sebanyak 41.087 jemaah haji Indonesia tercatat telah berada di Madinah, Arab Saudi. Sementara jumlah petugas tercatat mencapai 505 orang. 

Kedatangan para jemaah ke Madinah untuk melaksanakan salat 40 waktu (Arbain), yang merupakan rangkaian ibadah sunah dari pelaksanaan ibadah haji.

Ini merupakan data terbaru dari Siskohat Kementerian Agama, hingga Sabtu (13/7/2019), pukul 07.15 Waktu Arab Saudi (WAS). "Tercatat 4 sudah wafat," jelas Kepala Seksi Data dan Informasi Daerah Kerja Bandara, Ambari Julianto di Madinah.

 

 

 

Jumlah jemaah tersebut berasal dari 101 kloter dari seluruh embarkasi di Indonesia. Embarkasi tersebut, antara lain Jakarta, Surabaya, Ujung Pandang, Solo, Batam, Palembang, Padang, Medan dan lainnya. 

Adapun 4 jemaah yang telah menghembuskan nafas terakhir yakni, Sumiyatun bin Sawi, Khairil Abbas bin Salim, Mudjahid Damanhuri Mangun dan Artapiah Armin Musahab.

Pada tahun ini, Indonesia kebagian kuota haji sebesar 221 ribu, terdiri atas 204 ribu jemaah haji reguler dan 17 ribu jemaah haji khusus. Kemudian ada tambahan kuota yang diberikan pemerintah Arab Saudi sebesar 10 ribu jemaah.

Indonesia merupakan negara terbanyak mengirimkan jemaah haji ke Tanah Suci setiap tahunnya dibandingkan dengan negara lain.

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Tiba di Makassar, Jemaah Haji Pria Gunakan Pakaian Ala Raja Salman
Artikel Selanjutnya
5.182 Jemaah Haji Khusus Mulai Kembali ke Tanah Air