Banjir Bandang Nepal 2 Kali Menerjang Kawasan yang Sama dalam 14 Bulan

Ratusan orang dilaporkan masih hilang pasca banjir bandang Nepal.

Diterbitkan 27 Agustus 2026, 11:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kathmandu - Banjir bandang Nepal pada Rabu (26/8/2026) melanda kawasan aliran Sungai Lhende Khola di dekat perbatasan Tibet, China. Sungai tersebut tercatat telah dua kali dilanda banjir dalam 14 bulan, setelah kejadian serupa pada Agustus tahun lalu.

Jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Nepal dikonfirmasi otoritas setempat mencapai sedikitnya 162 orang, sementara di Tibet tercatat tiga orang.

Pembaruan data secara drastis dilakukan otoritas China terhadap orang hilang, yakni dari semula 265 orang menjadi 558 orang. Dari jumlah tersebut, 260 orang di antaranya teridentifikasi sebagai warga negara asing (WNA). 

Adapun di Nepal, jumlah orang hilang dilaporkan mencapai hingga 579 orang.

International Centre for Integrated Mountain Development (ICIMOD), lembaga riset yang berbasis di Kathmandu, menduga banjir kali ini dipicu longsoran es dan batu dari gletser di sisi Nepal.

"Lhende Khola telah mengalami banjir dua kali dalam 14 bulan. Kali ini, pemicunya adalah longsoran es dan batu dari gletser di sisi Nepal yang menyumbat sungai dan memicu gelombang air secara tiba-tiba ke hilir," kata spesialis pengurangan risiko bencana ICIMOD, Saswata Sanyal, seperti dilaporkan Associated Press.

ICIMOD menyebut banjir paling parah dalam kejadian kali ini terjadi di Lhende Khola, yang merupakan anak Sungai Bhote Koshi.

Kecepatan dan besarnya gelombang banjir juga tercatat di Sungai Trishuli. Permukaan air di salah satu titik sungai tersebut naik hingga sembilan meter hanya dalam waktu setengah jam.

Sementara itu, Sungai Bhote Koshi meluap sekitar pukul 09.00 pada Rabu hingga menghancurkan sejumlah desa dan proyek pembangkit listrik tenaga air.

Banjir pada Agustus tahun lalu dipicu oleh mekanisme berbeda. Saat itu, sebuah danau glasial di Tibet meluap akibat suhu tinggi.

Bencana tersebut menewaskan sembilan orang dan merusak sejumlah infrastruktur penting, termasuk jembatan yang menghubungkan Nepal dan China.

Dua kejadian dalam kurun 14 bulan itu terjadi di kawasan Himalaya yang rentan terhadap hujan lebat, banjir, dan longsor. Kerentanan kawasan tersebut meningkat seiring pemanasan akibat perubahan iklim yang disebabkan aktivitas manusia.

Para peneliti di Kathmandu pada awal tahun ini juga menemukan bahwa gletser di kawasan Hindu Kush Himalaya mencair semakin cepat. Laju kehilangan es tercatat telah meningkat dua kali lipat sejak 2000, terutama akibat kenaikan suhu global dan perubahan iklim.