Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan ia yakin Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Mojtaba Khamenei (56) masih hidup. Pernyataan itu disampaikan setelah muncul laporan yang memuat dugaan bahwa Mojtaba meninggal akibat luka yang dideritanya ketika AS dan Israel memulai perang Iran.
The Atlantic melaporkan bahwa Iran tengah diramaikan oleh pembicaraan mengenai kemungkinan kematian Mojtaba. Media tersebut mengutip sejumlah sumber anonim di dalam dan dekat dengan pemerintahan Iran yang menduga Mojtaba akhirnya meninggal akibat luka-lukanya.
"Saya rasa dia masih hidup," kata Trump kepada pembawa acara radio Glenn Beck dalam wawancara pada 26 Agustus, ketika ditanya mengenai laporan The Atlantic.
Advertisement
"Dia terluka sangat parah. Bagian kiri tubuhnya, lengan, kaki, semuanya. Dia terluka sangat parah, tetapi saya rasa dia masih hidup."
Trump mengatakan para perunding Iran kerap menyebut harus kembali berkonsultasi dengan Mojtaba sebelum mengambil keputusan akhir. Karena itu, Trump menilai Mojtaba kemungkinan masih hidup. Menurut dia, jika Mojtaba sebenarnya sudah meninggal, berarti para perunding Iran berhasil berpura-pura seolah-olah ia masih bisa dimintai persetujuan.
"Mereka terus mengatakan akan kembali berbicara dengannya untuk mendapatkan persetujuan akhir mengenai berbagai hal," kata Trump.
AS dan Israel menewaskan banyak pejabat senior Iran dalam gelombang awal serangan, termasuk Ayatullah Ali Khamenei, ayah Mojtaba.
Mojtaba kemudian dengan cepat dipilih menjadi pemimpin tertinggi yang baru. Majelis Ahli Iran, lembaga yang terdiri dari 88 ulama, memilihnya untuk menggantikan sang ayah dan mengumumkan keputusan tersebut pada 8 Maret.
Sebelum menjadi pemimpin tertinggi, Mojtaba menyandang gelar hojjatoleslam, jenjang keulamaan di bawah ayatollah dalam tradisi Syiah Iran. Meski demikian, ia disebut memiliki pengaruh kuat di kalangan aparat keamanan dan jaringan bisnis Iran.
Namun, sejak diumumkan sebagai pemimpin tertinggi, Mojtaba belum pernah terlihat di depan publik. Menurut The Atlantic, ia tidak hadir dalam acara duka untuk ayahnya baru-baru ini. Tidak ada pula foto, video, maupun rekaman suara terbaru dirinya.
Dalam wawancara dengan Beck, Trump juga mengungkapkan kekesalannya terhadap para perunding Iran dan menyampaikan penilaian negatif terhadap mereka dalam menjalankan kesepakatan.
"Kalau Anda membuat kesepakatan dengan mereka ... saya katakan, mereka bukan pihak yang bisa dibilang terhormat," ujar Trump.
Setelah kesepakatan damai pada Juni gagal di tengah tarik-menarik kepentingan terkait Selat Hormuz, jalur penting bagi pengiriman minyak, Trump belakangan lebih memusatkan perhatian pada tekanan ekonomi terhadap Teheran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent baru-baru ini meluncurkan pembatasan ekonomi baru berskala besar terhadap Iran melalui program operasi penegakan hukum global yang dinamakan Operation Economic Outcast. Menurut laporan resmi Kementerian Keuangan AS, sanksi ini langsung membekukan aset dan memblokir jaringan global yang terdiri dari 60 individu, perusahaan, serta kapal di Hong Kong, Singapura, China, hingga Eropa yang dituduh membantu pendapatan minyak Iran.
Bantahan Iran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4905612/original/074102400_1722379583-Untitled.jpg)
Di tengah spekulasi mengenai kondisi Mojtaba, pemerintah Iran sebelumnya telah membantah kabar bahwa kesehatannya memburuk.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Senin, 10 Agustus 2026, mengatakan Mojtaba berada dalam kondisi fisik yang sepenuhnya sehat. Pezeshkian merujuk pada pertemuan mereka yang berlangsung selama tujuh hingga delapan jam pada hari Minggu (9/8), ketika keduanya membahas berbagai persoalan, termasuk kebijakan pertahanan dan ekonomi.
"Seseorang yang mampu duduk dan berdiskusi selama tujuh hingga delapan jam tentu tidak mungkin memiliki masalah kesehatan," kata Pezeshkian.
Menurut Pezeshkian, Mojtaba tetap terlibat penuh dalam pembahasan sepanjang pertemuan tersebut. Pernyataan itu menjadi salah satu bantahan terbuka dari pemerintah Iran terhadap kabar mengenai memburuknya kondisi kesehatan sang pemimpin tertinggi.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333114/original/023127400_1787732360-cek_fakta_sekolah_kedinasan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333293/original/079260900_1787741088-Add_a_heading.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333105/original/058967100_1787731972-Screenshot_2026-08-26_132052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5522304/original/046186800_1772753122-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1384773/original/024567600_1477395058-Donald_Trump.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411708/original/048619800_1479708636-Iran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333483/original/099625100_1787789742-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332313/original/044653600_1787650696-90-29.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365459/original/093580700_1541506163-040291100_1537702786-download_2.jpg)