Menlu AS Foto di Taj Mahal, Iran Ingatkan Akar Sejarah Persia di Baliknya

Bagaimana sebenarnya jejak kebudayaan Persia yang melekat kuat pada Taj Mahal? Berikut ulasannya.

Diterbitkan 27 Mei 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, New Delhi - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) Marco Rubio mengunjungi India pada 23-26 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, Rubio bersama istrinya, Jeanette Rubio, tidak ketinggalan mendatangi Taj Mahal, ikon paling terkenal di Hindustan.

Mereka pun berfoto di bangku ikonik dengan latar belakang Taj Mahal pada 25 Mei. Foto itu kemudian diunggah ke akun media sosial X milik Kementerian Luar Negeri AS.

Sepintas tidak ada yang salah dengan apa yang dilakukan Rubio. Namun, di tengah perang Iran yang masih berlangsung, unggahannya memicu sindiran dari pihak Iran. 

"Jika Rubio memahami sejarah atau arsitektur bangunan ini, dia tidak akan berpose untuk foto di sini. Monumen ini dibangun sebagai simbol cinta seorang kaisar kepada istrinya yang berasal dari Iran, serta dirancang oleh para arsitek jenius asal Iran — sementara pemerintahnya saat ini justru mengancam akan menghancurkan peradaban Iran," tulis akun X Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad.

Presiden AS Donald Trump memang pernah mengancam akan menghapus peradaban Iran.

"Malam ini, sebuah peradaban bisa musnah sepenuhnya dan tidak akan pernah dapat dipulihkan kembali. Saya tidak ingin hal itu terjadi, tetapi kemungkinan besar memang akan terjadi. Namun, setelah terjadinya perubahan rezim secara total dan menyeluruh, di mana pemikiran yang lebih cerdas, berbeda, dan tidak terlalu radikal mulai mengambil alih, mungkin saja sesuatu yang benar-benar luar biasa dan revolusioner dapat terjadi — siapa yang tahu?

Kita akan melihat hasilnya malam ini, dalam salah satu momen paling penting dalam sejarah dunia yang panjang dan kompleks. Selama 47 tahun, pemerasan, korupsi, dan kematian akhirnya akan berakhir. Tuhan memberkati rakyat Iran yang luar biasa!" tulis Trump di Truth Social pada 7 April.   

Sebagai tanggapan, para komandan militer Iran mengejek ancaman tersebut dengan membandingkan sejarah singkat AS yang hanya 250 tahun dengan warisan Iran yang telah berlangsung selama lebih dari 6.000 tahun.

 

Jejak Arsitektur Persia

Taj Mahal dibangun oleh Kaisar Mughal Shah Jahan pada tahun 1632 untuk mengenang istri ketiganya, Mumtaz Mahal.

Mausoleum itu dikenal sebagai mahakarya peninggalan Kekaisaran Mughal yang sarat pengaruh budaya dan arsitektur Persia. Pengaruh tersebut terlihat dalam berbagai aspek, mulai dari latar belakang keluarga kerajaan hingga keterlibatan para seniman dan arsitek asal Persia dalam proses pembangunannya.

Mumtaz Mahal, yang lahir dengan nama Arjumand Banu Begum, berasal dari keluarga bangsawan Persia terkemuka. Ayahnya, Abdul Hasan Asaf Khan, merupakan bangsawan Persia berpangkat tinggi di lingkungan Kekaisaran Mughal.

Sementara itu, kakeknya, Mirza Ghiyas Beg, yang kemudian mendapat gelar I'timad-ud-Daulah, berasal dari Teheran dan pindah ke India pada tahun 1577 untuk mengabdi kepada Kaisar Akbar.

Ibu Mumtaz Mahal, Diwanji Begum, berasal dari keluarga bangsawan Persia. Ia merupakan putri Khwaja Ghiyasuddin, bangsawan terkemuka asal Qazvin, Iran bagian utara.

Jejak Arsitektur Persia

Taj Mahal secara luas dianggap sebagai salah satu contoh arsitektur Persia paling menonjol di luar Iran. Pengaruh Persia terlihat dari sejumlah ciri khas bangunannya, seperti kubah besar bertingkat, ukiran marmer yang rumit, serta bentuk bangunan yang simetris, yang terinspirasi dari gaya arsitektur era Safawi.

Selain itu, pengaruh Persia terlihat pada taman Charbagh di kompleks Taj Mahal. Taman bergaya klasik Persia itu dibagi menjadi empat bagian oleh saluran air, sebuah simbolisme dari empat aliran sungai di taman surga.

Pengaruh tersebut juga tampak pada ayat-ayat Al-Qur’an berbahasa Arab yang menghiasi dinding marmer Taj Mahal. Kaligrafi itu dipilih dan ditulis oleh kaligrafer Persia asal Shiraz, Iran, Abdul-Haq, yang kemudian dianugerahi gelar "Amanat Khan" oleh Shah Jahan.

Perpaduan unsur-unsur tersebut menjadikan Taj Mahal sebagai simbol perpaduan seni dan arsitektur Persia dengan keahlian serta material asli India.