Video Aktivis Global Sumud Flotilla Ditahan Tentara Israel Viral, Netanyahu Buka Suara

Seperti apa respons Netanyahu soal video aktivis yang diikat tangannya oleh tentara Israel?

Diterbitkan 21 Mei 2026, 10:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan teguran terbuka kepada Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir terkait unggahan video yang memperlihatkan perlakuan terhadap para aktivis armada bantuan Gaza yang ditahan Israel.

Dalam pernyataannya, Netanyahu menegaskan Israel memang memiliki hak untuk mencegah armada yang dianggap mendukung Hamas memasuki wilayah perairannya. Namun, ia menilai cara Ben Gvir menangani para aktivis tidak mencerminkan nilai yang dijunjung Israel.

“Israel memiliki hak penuh untuk mencegah armada provokatif pendukung teroris Hamas memasuki perairan teritorial kami dan mencapai Gaza. Namun, cara Menteri Ben Gvir menangani para aktivis armada tersebut tidak sesuai dengan nilai dan norma Israel,” kata Netanyahu, dikutip dari Times of Israel, Kamis (21/5/2026).

Pernyataan itu menjadi teguran langka dari Netanyahu terhadap salah satu menteri garis keras dalam kabinetnya.

Netanyahu juga menyatakan telah memerintahkan otoritas terkait untuk segera mendeportasi para aktivis yang ditahan.

“Saya telah menginstruksikan pihak berwenang terkait untuk mendeportasi para provokator sesegera mungkin,” ujarnya.

Sebelumnya, Ben Gvir memicu kecaman internasional setelah mengunggah video yang memperlihatkan para aktivis Global Sumud Flotilla dalam kondisi berlutut dengan tangan terikat. Video tersebut diiringi lagu kebangsaan Israel dan diberi keterangan “Selamat datang di Israel”.

Insiden itu memicu protes dari sejumlah negara, termasuk Italia, Prancis, Kanada, Belanda, dan Spanyol, yang menilai perlakuan terhadap para aktivis melanggar prinsip kemanusiaan dan martabat sipil.