Menkes Inggris Mundur, Tekanan agar PM Starmer Turun Menguat

Streeting adalah menteri kelima yang mundur sebagai bentuk tekanan terhadap PM Inggris agar segera meletakkan jabatannya.

Diterbitkan 15 Mei 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, London - Wes Streeting mengundurkan diri dari jabatannya sebagai menteri kesehatan (Menkes) Inggris pada Kamis (14/5/2026) setelah mengakui telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Perdana Menteri (PM) Keir Starmer.

Dalam surat pengunduran dirinya seperti dikutip dari laporan BBC, Streeting mengatakan sudah jelas bahwa Keir tidak akan memimpin Partai Buruh menuju pemilu berikutnya. Ia mengkritik pemerintah karena mengalami "kemandekan" dan tidak memiliki "visi".

Streeting mengatakan para anggota parlemen dan serikat pekerja Partai Buruh menginginkan adanya perdebatan mengenai arah partai selanjutnya. Namun, ia belum secara resmi menyatakan akan menantang kepemimpinan Starmer. 

Peristiwa ini terjadi setelah berhari-hari spekulasi berkembang bahwa Streeting tengah menyiapkan langkah untuk menggantikan Starmer sebagai pemimpin Partai Buruh.

Streeting bertemu dengan Starmer di 10 Downing Street selama kurang dari 20 menit pada Rabu (13/5) pagi di tengah desakan puluhan anggota parlemen Partai Buruh agar sang PM meletakkan jabatannya.

Menyoroti rekam jejaknya sebagai menteri kesehatan, termasuk keberhasilannya menurunkan waktu tunggu layanan NHS, Streeting mengatakan, "Ada alasan yang baik bagi saya untuk tetap menjabat."

Namun ia menambahkan, "Seperti yang Anda ketahui dari pembahasan kita awal pekan ini, setelah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan Anda, saya menyimpulkan bahwa akan menjadi tindakan yang tidak terhormat dan tidak berprinsip jika saya tetap melakukannya."

Menyalahkan ketidakpopuleran pemerintahan ini atas hasil buruk Partai Buruh dalam pemilu pekan lalu, Streeting mengatakan Partai Buruh membutuhkan visi, tetapi saat ini justru tidak memiliki arah yang jelas.

"Para pemimpin memang harus bertanggung jawab, tetapi terlalu sering yang terjadi justru orang lain yang harus menanggung akibatnya," ungkap Streeting.

Menurutnya, Inggris sedang menghadapi tantangan besar yang membutuhkan visi berani dan solusi yang lebih besar daripada yang saat ini ditawarkan.

"Sekarang sudah jelas bahwa Anda (PM Starmer) tidak akan memimpin Partai Buruh menuju pemilu berikutnya. Anggota parlemen dan serikat pekerja Partai Buruh juga menginginkan pembahasan mengenai arah selanjutnya menjadi adu gagasan, bukan sekadar persaingan pribadi atau faksionalisme sempit," kata Streeting.

"Pembahasan itu harus terbuka luas dan menghadirkan kandidat-kandidat terbaik."    

 

 

 

 

Dipicu Kalah Pemilu Lokal

Empat menteri telah mengundurkan diri lebih awal pekan ini, sementara puluhan anggota parlemen Partai Buruh mendesak PM Starmer mundur setelah kekalahan besar Partai Buruh dalam pemilu lokal di Inggris, Skotlandia, dan Wales pekan lalu.

Starmer sendiri tengah berjuang menyelamatkan masa jabatannya, kurang dari dua tahun setelah Partai Buruh meraih kemenangan telak dalam pemilu 2024.

Pada Rabu malam, Starmer menggelar serangkaian pertemuan dengan anggota parlemen dan menteri Partai Buruh di parlemen. Dalam pertemuan itu, ia mengatakan kepada rekan-rekannya, "Kita tidak boleh membiarkan kontes kepemimpinan menjerumuskan kita ke dalam kekacauan — upaya mengganti pemimpin partai akan benar-benar menyebabkan hal itu."

 

Respons Starmer

Merespons pengunduran diri Streeting, Starmer dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan, "Hasil pemilu lokal pekan lalu benar-benar sangat berat. Saya tahu banyak rekan melihat teman dekat mereka kehilangan kursi. Semua orang di partai kita sangat menyadari bahwa lawan-lawan kita kini lebih berbahaya daripada sebelumnya. Mereka menjadi ancaman nyata bagi nilai-nilai yang kita yakini, bagi masyarakat yang kita wakili, dan bagi negara yang kita cintai."

"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menghadapi apa yang saya lihat sebagai pertarungan demi masa depan bangsa ini. Karena itu, kita harus memenuhi seluruh janji yang telah kita sampaikan kepada publik, termasuk janji untuk membawa Inggris keluar dari kekacauan politik dan pemerintahan yang sebelumnya ditolak tegas oleh rakyat Inggris dalam pemilu terakhir."Ia menutup pernyataannya dengan menyatakan, "Saya sungguh menyesal Anda tidak lagi duduk di meja kabinet untuk membantu mentransformasi Layanan Kesehatan Nasional (NHS) kita. Namun, saya tidak ragu Anda akan tetap memainkan peran penting di partai ini selama bertahun-tahun ke depan. Saya berharap kita tetap dapat bekerja sama untuk menunjukkan bahwa Partai Buruh yang berkuasa mampu mengatasi persoalan yang dimanfaatkan lawan-lawan politik kita, mampu menghadirkan harapan di saat mereka menebarkan keputusasaan, dan mampu mempersatukan masyarakat di saat mereka justru ingin menciptakan perpecahan."