Utusan BoP: Hamas Tidak Harus Hilang sebagai Kekuatan Politik

Lantas, apa yang diinginkan BoP dari Hamas?

Diterbitkan 14 Mei 2026, 10:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Yerusalem Timur - Nickolay Mladenov, perwakilan tinggi Dewan Perdamaian (BoP) yang mengawasi gencatan senjata di Gaza, mengatakan bahwa lembaga tersebut tidak menginginkan Hamas lenyap sebagai gerakan politik.

Berbicara dalam konferensi pers di Yerusalem Timur yang diduduki pada Rabu (13/5/2026), Mladenov seperti dikutip dari laporan TRT mengatakan, "Kami tidak meminta Hamas untuk menghilang sebagai gerakan politik."

Namun, ia kembali menegaskan tuntutan agar Hamas dan kelompok bersenjata lainnya melucuti senjata, seraya menggambarkan persoalan itu sebagai hal yang tidak bisa dinegosiasikan.

Tujuh bulan setelah gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025, Mladenov mengatakan bahwa "pintu menuju masa depan Gaza masih tertutup." 

"Ini bukan seperti yang dijanjikan kepada rakyat Palestina dan ini bukan yang layak mereka dapatkan. Dan ini juga tidak memberikan keamanan bagi Israel untuk melangkah maju, seperti yang juga diinginkan rakyat Israel," tambah Mladenov.

"Gencatan senjata masih berlangsung. Namun, kondisi ini tidak sempurna, bahkan jauh dari sempurna. Ada pelanggaran setiap hari dan beberapa di antaranya sangat serius," katanya, merujuk pada pelanggaran yang terus dilakukan tentara Israel. 

BoP dibentuk pada Januari atas prakarsa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai bagian dari apa yang diklaimnya upaya mencapai penyelesaian damai di Gaza.

AS kemudian mengatakan bahwa sejumlah negara telah bergabung dalam inisiatif tersebut, termasuk Indonesia. Namun, belakangan Indonesia menangguhkan pembahasan apapun terkait BoP seiring meningkatnya eskalasi di sejumlah negara Timur Tengah.

Menurut otoritas kesehatan Gaza, sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, serangan dan tembakan Israel telah menewaskan sedikitnya 856 warga Palestina dan melukai 2.463 lainnya.

     Â