Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Bebas Bersyarat Usai 8 Bulan Penjara di Bangkok

Ada sekitar 300 warga Thailand yang datang langsung ke penjara untuk menyambut kebebasan Thaksin Shinawatra.

Diterbitkan 11 Mei 2026, 14:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bangkok - Mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, dibebaskan dari penjara di Bangkok pada Senin setelah menjalani delapan bulan dari hukuman satu tahun atas kasus terkait korupsi. Pembebasan ini disertai status pembebasan bersyarat dengan masa percobaan selama empat bulan.

Sekitar 300 pendukung dan sekutu politik berkumpul di luar Penjara Pusat Klong Prem untuk menyambut tokoh politik berusia 76 tahun itu. Thaksin, yang dikenal sebagai miliarder sekaligus figur populis, keluar dari penjara dengan mengenakan kemeja polo putih dan celana biru, sebelum memeluk keluarganya dan menyapa para pendukung yang meneriakkan dukungan serta memberikan bunga mawar merah.

Ia kemudian langsung menuju kediamannya di Bangkok bagian barat. Dalam sebuah rekaman yang disiarkan media lokal, Thaksin tampak menyapa pendukung dari dalam mobil dan sempat menjawab singkat pertanyaan wartawan dengan mengatakan, “Saya sedang hibernasi, saya tidak ingat apa pun sekarang.”

Thaksin merupakan tokoh penting dalam politik Thailand modern. Ia menjabat sebagai perdana menteri dari 2001 hingga 2006 sebelum digulingkan melalui kudeta militer saat berada di luar negeri. Sejak itu, politik Thailand terus diwarnai polarisasi antara pendukungnya dan kelompok elit perkotaan, militer, serta kalangan royalis, dikutip dari laman Japan Today, Senin (11/5/2026).

Sebagai pendiri partai politik pada 1998, kebijakan Thaksin saat berkuasa—termasuk program layanan kesehatan nasional dan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan—mendapat dukungan luas dari masyarakat di luar kota besar. Namun, gaya kepemimpinannya juga menuai kritik keras dan berbagai tuduhan penyalahgunaan kekuasaan.

Ia sebelumnya divonis secara in absentia dalam beberapa kasus korupsi, termasuk dugaan konflik kepentingan dan proyek kebijakan yang merugikan negara. Thaksin kembali ke Thailand pada 2023 setelah bertahun-tahun tinggal di luar negeri, di tengah kesepakatan politik yang sempat memicu spekulasi luas di dalam negeri.

 

Pemangkasan Hukuman Penjara

Awalnya, ia dijatuhi hukuman delapan tahun penjara, namun hukuman tersebut dipangkas menjadi satu tahun oleh Raja Maha Vajiralongkorn. Thaksin kemudian menjalani masa tahanan di Rumah Sakit Polisi Bangkok dengan alasan kesehatan sebelum akhirnya dipindahkan ke penjara menyusul putusan Mahkamah Agung pada September 2025 yang menilai ia harus menjalani hukuman secara penuh.

Panel Kementerian Kehakiman kemudian menyetujui pembebasan bersyaratnya bulan lalu, dengan mempertimbangkan usia lanjut, perilaku baik selama masa tahanan, serta rendahnya risiko pengulangan pelanggaran.

Sebagai bagian dari syarat pembebasan bersyarat, Thaksin wajib menjalani masa percobaan selama empat bulan. Ia harus tinggal di alamat yang telah ditentukan di Bangkok, mengenakan gelang pemantau elektronik, serta melapor secara berkala kepada petugas pengawas.

Perjalanan politik keluarga Shinawatra sendiri masih berlanjut di panggung politik Thailand. Putrinya, Paetongtarn Shinawatra, sempat menjabat sebagai perdana menteri termuda pada 2024, namun diberhentikan oleh Mahkamah Konstitusi pada Agustus 2025. Sementara itu, partai politik keluarga tersebut, Pheu Thai Party, hanya menempati posisi ketiga dalam pemilu tahun ini.