Liputan6.com, Jakarta - Kedutaan Besar China di Indonesia menggelar peluncuran buku Xi Jinping: The Governance of China (Volume V) edisi bahasa Inggris di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Acara ini menjadi momentum penguatan hubungan bilateral antara China dan Indonesia di tengah dinamika global.
Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong dalam sambutannya menyatakan bahwa buku tersebut merupakan pedoman penting dalam memahami arah pembangunan dan kebijakan luar negeri China di era baru.
Advertisement
“Buku ini menjadi rujukan utama bagi perkembangan China di era sejarah baru, sekaligus memberikan inspirasi dan perspektif baru bagi hubungan China-Indonesia,” ujar Wang.
Ia menambahkan, hubungan kedua negara memiliki nilai strategis yang besar di tingkat regional maupun global. Menurutnya, China dan Indonesia sama-sama merupakan negara berkembang, bagian dari kekuatan ekonomi baru, serta anggota penting Global South.
“Persahabatan tradisional kedua negara telah terjalin lama. Kedua bangsa saling memahami dan mendukung dalam perjuangan kemerdekaan serta pembangunan nasional,” katanya.
Wang juga mengajak masyarakat Indonesia untuk mempelajari isi buku tersebut guna memahami perkembangan China dan memperkuat kerja sama bilateral. Ia menekankan pentingnya kolaborasi untuk meningkatkan pengaruh bersama di tingkat regional dan global melalui kerja sama yang saling menguntungkan.
Pembangunan di China
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5568315/original/098658100_1777354463-WhatsApp_Image_2026-04-28_at_12.33.15.jpeg)
Sementara itu, Ketua MPR Ahmad Muzani menilai keberhasilan pembangunan China menjadi perhatian dunia, termasuk Indonesia. Ia merujuk pada hasil survei nasional pada Maret 2026 yang menunjukkan China sebagai negara yang paling banyak dijadikan contoh pembangunan oleh masyarakat Indonesia, dengan tingkat dukungan mencapai 28,2 persen.
Menurut Muzani, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari model kepemimpinan dan kebijakan pembangunan yang dijalankan oleh Presiden China Xi Jinping.
“Banyak pengamat internasional mulai mempertanyakan efektivitas demokrasi, terutama dalam menghasilkan kebijakan yang mampu menciptakan kesejahteraan dan pemerataan. Dalam konteks ini, China dinilai berhasil menghadirkan pembangunan yang stabil dan merata,” ujarnya.
Ia juga menyoroti capaian China dalam mengelola populasi besar hingga mencapai tingkat kesejahteraan yang tinggi, termasuk pengentasan kemiskinan. Menurutnya, pengalaman tersebut penting dipelajari Indonesia dalam menghadapi tantangan menuju visi Indonesia Emas 2045.
Muzani menekankan bahwa Indonesia memiliki kompleksitas serupa, seperti keberagaman suku, budaya, dan wilayah, sehingga membutuhkan strategi pembangunan yang tepat dan kepemimpinan yang mampu mengambil keputusan di tengah berbagai pilihan sulit.
“Buku ini memberikan gambaran bagaimana keputusan-keputusan strategis diambil dalam pembangunan, termasuk dilema antara stabilitas, pertumbuhan, dan pemerataan. Ini relevan bagi para pemimpin dan pemangku kebijakan di Indonesia,” katanya.
Acara peluncuran ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, akademisi, dan pelaku usaha, serta menjadi bagian dari upaya diplomasi budaya dan intelektual antara kedua negara dalam memperkuat hubungan jangka panjang.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317507/original/011159500_1786016808-cek_fakta_gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316854/original/006178900_1785992062-Screenshot_2026-08-06_113022.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5568316/original/042218200_1777354494-WhatsApp_Image_2026-04-28_at_12.32.55.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409459/original/084990600_1479451750-Xi_Jinping.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409523/original/014973200_1479454255-China.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2204388/original/075921900_1538981093-Xi_Jinping.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1983524/original/003453600_1520762707-AP18068588494177.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300077/original/038508100_1784289536-17_juli_2026-d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5839070/original/055768000_1778741107-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297540/original/035064600_1784098173-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2704247/original/044238300_1547530681-Bendera_China.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4314219/original/077360800_1675593617-237309.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8873443/original/045632400_1782932659-Untitled.jpg)