Lebih dari 1.000 Murid dan Guru di Iran jadi Korban Serangan AS-Israel

Serangan Amerika dan Israel terhadap Iran sudah berlangsung sejak 28 Februari lalu.

Diterbitkan 27 Maret 2026, 22:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Lebih dari 1.000 murid dan guru serta 600 gedung sekolah di Iran menjadi korban agresi Amerika Serikat dan Israel ke negaranya. Serangan gabungan Amerika dan Israel pertama kali dilancarkan pada 28 Februari lalu.

"Lebih dari 600 sekolah hancur atau rusak di seantero Iran dan lebih dari 1.000 murid dan guru menjadi syahid atau cedera," kata Menlu Araghchi dalam agenda sidang Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jumat (27/3/2028).

AS dan Israel awalnya mengeklaim serangan tersebut diperlukan untuk menangkal ancaman dari program nuklir Iran. Tetapi belakangan, serangan tersebut dimaksudkan agar terjadinya pergantian kekuasaan di Iran.

Pada hari pertama serangan AS-Israel ke Iran, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei gugur sementara sebuah sekolah dasar putri di Iran selatan dibom hingga hancur.

Pemerintah Iran menyebut total korban tewas akibat serangan AS-Israel ke Iran hingga kini mencapai 1.300 orang.

 

AS Klaim Sepertiga Rudal Iran Hancur Selama Perang

Nyaris sebulan serangan dilancarkan, Amerika Serikat mengklaim sepertiga persenjataan rudal Iran telah dihancurkan. Dalam laporan Reuters yang mengutip sumber menyebut sementara sepertiga lainnya diyakini telah rusak atau terkubur di bawah tanah.

Informasi dari intelijen AS yang diperoleh juga serupa mengenai kemampuan drone Iran dengan menyatakan bahwa sekitar sepertiga dari persenjataan itu telah dihancurkan.

Salah satu tantangan utama adalah menentukan berapa banyak rudal yang telah ditimbun Iran di bunker bawah tanah sebelum konflik dimulai. Amerika belum mengungkapkan perkiraan tentang persediaan rudal yang disiapkan Teheran sebelum perang, dengan angka berkisar antara sekitar 2.500 hingga 6.000, kata laporan itu.

Akhir Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Namun kemudian, Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika di Timur Tengah. Demikian dikutip dari Antara.