Trump Klaim Perang Iran Hampir Selesai, Pertimbangkan Ambil Alih Selat Hormuz

Klaim Trump bertentangan dengan pernyataan yang disampaikan Kementerian Pertahanan AS.

Diterbitkan 10 Maret 2026, 11:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Donald Trump menyatakan bahwa perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kemungkinan besar hampir berakhir. Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara melalui telepon dengan CBS News pada Senin (9/3/2026) sore dari klub golf miliknya di Doral, Florida.

Dalam wawancara tersebut, Trump mengatakan bahwa kekuatan militer Iran telah sangat melemah akibat operasi militer AS.

"Saya pikir perang ini sudah sangat selesai, hampir sepenuhnya," kata Trump. "Iran tidak memiliki angkatan laut, tidak memiliki komunikasi, mereka tidak punya angkatan udara. Rudal mereka tinggal tersisa sedikit. Drone mereka dihancurkan di berbagai tempat, termasuk fasilitas produksi drone mereka."

Militer AS menyatakan mereka telah menyerang lebih dari 3.000 target militer Iran dalam minggu pertama operasi militer tersebut.

Trump juga menegaskan bahwa kemampuan militer Iran kini hampir tidak tersisa.

"Jika Anda lihat, mereka tidak memiliki apa pun lagi. Tidak ada yang tersisa dalam arti militer," ujar Trump.

Pada Minggu (8/3) malam, Iran mengumumkan bahwa Ayatullah Mojtaba Khamenei menggantikan ayahnya sebagai pemimpin tertinggi Iran. Ketika ditanya mengenai pesan untuk pemimpin baru tersebut, Trump mengatakan bahwa ia tidak memiliki pesan apa pun.

"Saya tidak punya pesan untuknya. Tidak sama sekali," kata Trump, seraya menambahkan bahwa ia memiliki orang lain yang ia bayangkan untuk memimpin negara tersebut.

Sementara itu, aktivitas pelayaran komersial melalui Selat Hormuz, jalur laut yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, dilaporkan hampir sepenuhnya berhenti.

Trump mengatakan AS dapat melakukan banyak hal terkait situasi di selat tersebut dan memperingatkan Iran agar tidak menghalangi jalur pelayaran itu.

"Mereka sudah menembakkan semua yang mereka miliki dan mereka sebaiknya tidak mencoba hal yang aneh-aneh atau itu akan menjadi akhir dari negara tersebut. Jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, itu akan menjadi akhir Iran dan Anda tidak akan pernah mendengar nama itu lagi," sebut Trump.

Trump menyatakan pula bahwa Selat Hormuz saat ini terbuka dan mengklaim bahwa kapal-kapal telah mulai memasuki selat tersebut. Namun ia menambahkan bahwa dirinya masih mempertimbangkan kemungkinan untuk mengambil alih kendali atas jalur laut tersebut.

 

 

"Akhir Perang Ada di Tangan Saya"

Sebelumnya Trump memperkirakan perang ini akan berlangsung sekitar satu bulan. Namun pada Senin ia menyatakan bahwa perkembangan operasi militer berlangsung lebih cepat dari perkiraan.

"Kami jauh lebih cepat dari jadwal," tutur Trump kepada CBS News.

Pada sore hari yang sama ketika Trump menyatakan bahwa perang "hampir selesai", Kementerian Pertahanan Amerika Serikat mengunggah pesan di platform X yang berbunyi, "Kami baru saja mulai bertempur" dan "tanpa belas kasihan".

Sejauh ini, tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam pertempuran.

Pada Senin malam, Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan menghadiri prosesi pemindahan jenazah secara resmi bagi Sersan Angkatan Darat Amerika Serikat Benjamin Pennington. Pennington tewas akibat luka yang dideritanya dalam serangan pada 1 Maret di Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi.

Ketika ditanya apakah perang tersebut dapat segera berakhir, Trump mengatakan bahwa keputusan untuk mengakhirinya sepenuhnya berada pada dirinya.

"Mengakhiri perang itu sepenuhnya ada di pikiran saya, bukan pada siapa pun," imbuhnya.