Israel Lancarkan Serangan 'Skala Besar' ke Teheran, Iran Balas Kirim Rudal Kheibar di Jantung Tel Aviv

Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Teheran, Iran.

Diterbitkan 06 Maret 2026, 15:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke infrastruktur di Teheran, Iran pada hari Jumat (6/3/2026). Sementara, Iran mengatakan pihaknya menargetkan jantung Tel Aviv dengan rudal. Ledakan dan kilatan cahaya menerangi langit malam di pinggiran selatan Beirut.

Militer Israel telah melakukan 26 gelombang serangan semalaman di pinggiran selatan, dengan mengatakan sasarannya termasuk pusat komando milisi Hizbullah yang didukung Iran dan fasilitas penyimpanan senjata.

Korps Garda Revolusi Islam Iran mengatakan rudal Kheibar ditembakkan ke Tel Aviv pada hari Jumat sebagai bagian dari gelombang ke-21 dari “Operasi Janji Sejati 4”. Demikian dilansir daru Reuters.

IRGC mengatakan gelombang itu dimulai dengan operasi gabungan rudal dan drone yang menargetkan lokasi di jantung Tel Aviv.

"Semalam, pesawat tak berawak Iran menyerang pangkalan udara AS Al Udied di Qatar, pangkalan AS terbesar di Timur Tengah," kata para pejabat Qatar. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

IRGC mengatakan pasukan Iran telah menargetkan pangkalan udara Ramat David dan situs radar di Israel, kamp Al-Adiri di Kuwait tempat pasukan AS ditempatkan, dan serangan pesawat tak berawak terhadap pangkalan yang menampung pasukan AS di Erbil, Irak.

Juru bicara Garda Revolusi mengatakan inisiatif dan senjata baru akan segera dikerahkan untuk menghadapi agresi Israel dan AS, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Peringatan untuk Israel

Perang ⁠tujuh hari ini kini menyebabkan Iran menargetkan Israel, negara-negara Teluk, Siprus, Turki, dan Azerbaijan, dan menyebar ke Samudra Hindia. Kapal selam AS menenggelamkan kapal angkatan laut Iran di dekat Sri Lanka.

“Ini adalah ‘perang eksistensial’ bagi Iran, membuat kami tidak punya pilihan selain merespons dari mana pun serangan Amerika berasal,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh pada konferensi Dialog Raisina di New Delhi pada hari Jumat.

Hizbullah, dalam pesan yang diterbitkan dalam bahasa Ibrani di saluran Telegramnya pada Jumat pagi, memperingatkan warga Israel untuk meninggalkan kota-kota dalam jarak 5 km (3 mil) dari perbatasan.

“Agresi militer Anda terhadap kedaulatan Lebanon dan keselamatan warga negara, penghancuran infrastruktur sipil dan kampanye pengusiran yang dilakukannya tidak akan dibiarkan,” kata Hizbullah.

Data Korban Jiwa

Setidaknya 1.230 orang telah tewas di Iran sejak pertempuran dimulai seminggu lalu, menurut Masyarakat Bulan Sabit Merah Iran. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan 123 orang tewas dan 683 lainnya luka-luka akibat serangan Israel minggu ini.

Jumlahnya tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan. Belum ada laporan korban jiwa di Israel akibat serangan Hizbullah.

Azerbaijan sedang mempersiapkan tindakan pembalasan yang tidak ditentukan pada hari Kamis setelah mereka mengatakan empat drone Iran melintasi perbatasannya dan melukai empat orang di eksklave Nakhchivan. Iran, yang mayoritas penduduknya adalah minoritas Azeri, membantah pihaknya menargetkan negara tetangganya.