Terungkap Alasan Amerika Serikat dan Israel Serang Iran, Bukan Soal Gulingkan Rezim

Amerika Serikat tidak menampik keinginan melihat tergulingnya rezim di Iran. Namun hal tersebut bukan tujuan utama duet serangan AS-Israel.

Diterbitkan 03 Maret 2026, 11:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, blak-blakan mengungkapkan alasan negaranya menyerang Iran. Dia tidak menampik keinginan melihat tergulingnya rezim di Iran. Namun hal tersebut bukan tujuan utama duet serangan AS-Israel.

“Kami tentu ingin melihat rezim ini digantikan. Seperti yang telah disampaikan Presiden Donald Trump, ia ingin rakyat Iran memanfaatkan momentum ini sebagai kesempatan untuk bangkit dan menyingkirkan para pemimpin tersebut,” ujar Rubio kepada wartawan, Senin (2/3/2026) waktu setempat.

Dilansir Antara, Selasa (3/3/2026), Menlu AS tak segan membongkar bahwa Washington memiliki sasaran lain dalam melancarkan serangan terhadap Iran. AS khawatir dengan rudal dan nuklir yang dimiliki Iran.

“Tujuan dari misi ini adalah memastikan mereka tidak memiliki senjata yang dapat mengancam kami dan sekutu kami di kawasan. Itulah alasan kami melakukan apa yang kami lakukan saat ini,” tambahnya.

Rubio menegaskan target utama AS adalah mencegah Iran memiliki kemampuan menggunakan rudal balistik yang bisa digunakan untuk mengancam negara-negara tetangganya, pangkalan militer AS, serta kehadiran AS di kawasan tersebut.

Untuk diketahui, pada Sabtu (28/2), AS dan Israel melancarkan serangan terhadap banyak target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan sipil.

Iran membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel, serta ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan gugur akibat serangan pada hari itu, bersama sejumlah pejabat senior pemerintah dan militer Iran lainnya, sebagaimana dikonfirmasi otoritas setempat, Minggu (1/3).

Korban Tewas: 555 Orang

Sedikitnya 555 orang dilaporkan tewas akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menghantam 131 wilayah administratif di Iran. Data tersebut disampaikan oleh Bulan Sabit Merah Iran di tengah gelombang serangan intensif terbaru serta serangan balasan Iran terhadap Israel dan aset-aset AS di kawasan Timur Tengah.

Pada Senin (2/3/2026) pagi, menurut kantor berita Mehr, sedikitnya 35 orang dilaporkan tewas di Provinsi Fars, Iran selatan. Media tersebut juga melaporkan lebih dari 20 orang tewas dalam serangan di Lapangan Niloofar, Teheran.

Sementara itu, kantor berita Fars melaporkan sedikitnya dua orang tewas di Kota Sanandaj, Iran bagian tengah, setelah beberapa bangunan permukiman di dekat kantor polisi kota tersebut hancur. Kantor berita Tasnim menyebutkan bahwa pasukan AS dan Israel menjatuhkan enam rudal di berbagai titik kota, termasuk kawasan padat penduduk.

Duta Besar Iran untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Reza Najafi, mengatakan kepada wartawan bahwa serangan udara AS-Israel pada Minggu (1/3) menargetkan fasilitas pengayaan nuklir Natanz di Iran. Ia menyebut tuduhan bahwa Iran ingin mengembangkan senjata nuklir sebagai "kebohongan besar" dan menegaskan bahwa fasilitas tersebut bersifat "damai".

Hingga saat ini, Israel dan AS belum mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi adanya serangan di lokasi tersebut. Fasilitas Natanz sebelumnya pernah dibom oleh AS selama perang 12 hari antara Iran dan Israel pada Juni lalu.

Jurnalis Al Jazeera, Tohid Asadi, yang melaporkan dari Teheran, menyatakan bahwa serangan terbaru menunjukkan luasnya cakupan serangan terhadap Iran. Ia mengatakan serangan tidak hanya menyasar pusat-pusat politik dan markas militer, tetapi juga merusak bangunan sipil, dengan beberapa di antaranya hancur total. Menurutnya, kondisi ini memicu kekhawatiran karena jumlah korban sipil terus meningkat.

Video yang telah diverifikasi Al Jazeera memperlihatkan kepulan asap tebal membumbung di belakang gedung-gedung dekat bandara internasional di kota Kermanshah, Iran bagian tengah.

Pihak berwenang Iran melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan Israel terhadap sebuah sekolah putri di Minab pada Sabtu (28/2) meningkat menjadi 180 orang.

 

     

Rumah Sakit Diserang Rudal

Kepala hubungan masyarakat Kementerian Kesehatan Iran Hossein Kermanpour menambahkan bahwa jenis rudal yang sama digunakan dalam serangan terhadap Rumah Sakit Gandhi di Teheran pada Minggu. Rumah sakit tersebut mengalami kerusakan parah dan para pasien telah dievakuasi.

Di pihak lain, militer Israel pada Senin menyatakan bahwa Iran telah meluncurkan lebih banyak rudal dan sistem pertahanan udara mereka sedang beroperasi untuk mencegat proyektil tersebut. Militer Israel mengimbau warga untuk berlindung dan tetap berada di ruang perlindungan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

Polisi Israel melaporkan sembilan orang tewas akibat serangan rudal Iran di Kota Beit Shemesh, Israel tengah. Sebelas orang lainnya dilaporkan hilang sementara tim penyelamat masih melakukan pencarian korban selamat.

Iran juga melanjutkan serangan balasannya terhadap Qatar, Bahrain, Yordania, Oman, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Serangan dilaporkan terjadi di bandara, bangunan permukiman, serta hotel di sejumlah negara tersebut.

Negara-negara Teluk menyatakan komitmennya untuk mempertahankan diri dari serangan Iran, termasuk dengan "menanggapi agresi" yang terjadi.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak bermaksud mencari konfrontasi dengan negara-negara Teluk, melainkan bertujuan menyerang aset-aset AS di kawasan tersebut.