Liputan6.com, Juba - Sedikitnya 169 orang tewas dalam serangan kelompok bersenjata yang mengguncang wilayah administratif Ruweng, Sudan Selatan, Minggu (1/3/2026). Korban termasuk pejabat senior daerah, aparat keamanan, serta puluhan warga sipil.
Menteri Informasi Wilayah Administratif Ruweng, James Monyluak Mijok, mengatakan bahwa serangan dilakukan puluhan pemuda bersenjata yang diduga berasal dari negara bagian Unity dan memiliki keterkaitan dengan Sudan People's Liberation Army in Opposition (SPLA-IO).
SPLA-IO membantah tudingan tersebut dan menilai otoritas setempat mempolitisasi insiden kekerasan itu, dikutip dari BBC, Selasa (3/3).
Advertisement
“Korban tewas termasuk 90 anak-anak, perempuan, dan lansia, serta 79 anggota pasukan regional, termasuk polisi,” ujar Mijok. Sebanyak 50 orang lainnya dilaporkan luka-luka dan sebagian besar dirujuk ke Wilayah Administratif Abyei untuk mendapat perawatan.
Serangan terjadi sekitar pukul 04.30 waktu setempat di wilayah Abiemnom, ketika warga masih tertidur. Menurut Mijok, pasukan pemerintah kalah jumlah dan pertempuran berlangsung tiga hingga empat jam. Rumah-rumah dan pasar dibakar. Komisaris wilayah dan direktur eksekutif setempat termasuk di antara korban tewas.
Mijok mengklaim situasi kini telah dikendalikan setelah aparat berhasil memukul mundur penyerang. Ia juga menuding pejabat negara bagian Unity mengetahui rencana serangan tersebut, tuduhan yang belum ditanggapi.
United Nations Mission in South Sudan (UNMISS) melaporkan sekitar 1.000 warga sipil mencari perlindungan di sekitar pangkalan mereka. Pejabat sementara UNMISS, Anita Kiki Gbeho, menyatakan kekerasan harus segera dihentikan karena membahayakan warga sipil. Pasukan penjaga perdamaian telah memberikan perawatan darurat kepada sedikitnya 23 korban luka.
Kuburan Massal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1780905/original/048445800_1511528685-20171124-Sudan-AFP2.jpg)
Laporan media lokal menyebut para korban dimakamkan dalam kuburan massal karena tingginya jumlah jenazah dan situasi keamanan yang belum stabil.
Kekerasan juga meningkat di negara bagian Jonglei. Médecins Sans Frontières (MSF) melaporkan 26 stafnya hilang setelah bentrokan berkepanjangan antara pasukan pemerintah dan oposisi. MSF menghentikan layanan medis di Lankien dan Pieri, serta menyebut salah satu fasilitasnya terdampak serangan udara pemerintah pada 3 Februari.
Sudan Selatan, negara yang merdeka pada 2011, masih bergulat dengan konflik internal. Perserikatan Bangsa-Bangsa berulang kali memperingatkan risiko kembalinya perang saudara skala penuh menyusul rapuhnya kesepakatan pembagian kekuasaan 2018 antara Presiden Salva Kiir dan rivalnya Riek Machar.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302223/original/051263400_1784536914-cek_fakta_-_Ahok_kaesang_PSI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301916/original/013821200_1784525743-Screenshot_2026-07-20_115318.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3306157/original/029605700_1606270068-cek_fakta_flu_spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301777/original/086470100_1784517932-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-20T101416.918.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4238228/original/059872000_1669279810-Screenshot__22_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9235543/original/099244900_1783127691-000_B98R6HZ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302243/original/013845100_1784537891-063_2286809086.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301955/original/012346900_1784527977-1000126597.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301623/original/095037200_1784505166-ar6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301627/original/085125100_1784505408-MESSI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261022/original/011651800_1781674026-AP26168055762005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301730/original/072758800_1784514690-scaloni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301703/original/072952300_1784513338-AP26200795262872.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301645/original/011342100_1784508477-WhatsApp_Image_2026-07-20_at_06.14.43__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301615/original/050018500_1784504753-enzo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301648/original/090533900_1784509911-000_C2LJ4BG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/673193/original/pesawat-jatuh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5518196/original/091452600_1772483528-WhatsApp_Image_2026-03-03_at_03.30.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5518115/original/053040200_1772464325-20260302-news-flash-520712.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5518096/original/048065500_1772462029-WhatsApp_Image_2026-03-02_at_21.30.57.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5517824/original/046517100_1772439851-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3922536/original/062617300_1643859559-prince-patel-L-1hBbNj4Ug-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516204/original/055153900_1772266390-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4683178/original/070570500_1702364981-father-son-spending-time-together_23-2149150182.jpg)