Liputan6.com, Gaza - Laporan bahwa Israel menggunakan senjata yang dilarang hukum internasional bukan hal baru. Investigasi berikut menambah daftar kasusnya.
Saat fajar menyingsing pada 10 Agustus 2024, Yasmin Mahani berjalan menyusuri puing-puing yang masih berasap di sekolah al-Tabin, Kota Gaza. Ia mencari putranya, Saad. Di lokasi itu, Mahani menemukan suaminya yang berteriak histeris, tetapi tidak ada jejak Saad.
"Saya masuk ke masjid dan mendapati diri saya menginjak daging dan darah," kata Mahani kepada Al Jazeera Arabic dalam laporan investigasi yang ditayangkan pada Senin (9/2/2026).
Advertisement
Ia mengaku telah mencari ke berbagai rumah sakit dan kamar mayat selama berhari-hari.
"Kami tidak menemukan apa pun dari Saad. Bahkan tidak ada jenazah untuk dimakamkan. Itu yang paling menyakitkan," ujarnya.
Mahani termasuk di antara ribuan warga Palestina yang anggota keluarganya dilaporkan hilang tanpa jejak selama perang Israel di Gaza yang disebut sebagai genosida dan telah menewaskan lebih dari 72.000 orang.
Ribuan Orang Dilaporkan "Menguap"
Menurut investigasi Al Jazeera berjudul "The Rest of the Story", tim Pertahanan Sipil Gaza telah mendokumentasikan 2.842 warga Palestina yang "menguap" sejak perang dimulai pada Oktober 2023. Dalam banyak kasus, tidak ada sisa jasad yang ditemukan selain percikan darah atau potongan kecil jaringan tubuh.
Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza Mahmoud Basal menjelaskan bahwa angka tersebut bukan perkiraan, melainkan hasil pendataan forensik yang dilakukan secara sistematis di lokasi serangan.
"Kami masuk ke rumah yang menjadi sasaran dan mencocokkan jumlah penghuni dengan jumlah jenazah yang ditemukan," tutur Basal kepada Al Jazeera.
"Jika keluarga menyebut ada lima orang di dalam, tetapi kami hanya menemukan tiga jenazah utuh maka dua sisanya kami anggap 'menguap' setelah pencarian menyeluruh tidak menemukan apa pun selain jejak biologis seperti percikan darah di dinding atau potongan kecil seperti kulit kepala."
Dugaan Penggunaan Senjata Termal dan Termobarik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495963/original/087647300_1770450486-1.jpg)
Para ahli dan saksi dalam investigasi mengaitkan fenomena hilangnya jasad dengan dugaan penggunaan senjata termal dan termobarik oleh Israel. Senjata jenis ini, yang sering disebut bom vakum atau bom aerosol, mampu menghasilkan suhu lebih dari 3.500 derajat Celsius.
Ahli militer Rusia, Vasily Fatigarov, menjelaskan bahwa senjata termobarik tidak hanya membunuh, tetapi ikut menghancurkan materi. Tidak seperti bom biasa yang langsung meledak, senjata ini lebih dulu menyebarkan bahan bakar dalam bentuk kabut halus ke udara, lalu menyalakannya. Proses ini menghasilkan bola api besar dan gelombang tekanan yang sangat kuat.Â
"Untuk memperpanjang waktu pembakaran, campuran kimia ditambahkan bubuk aluminium, magnesium, dan titanium," ungkap Fatigarov. "Ini meningkatkan suhu ledakan hingga antara 2.500 hingga 3.000 derajat Celsius."
Investigasi juga menyebutkan penggunaan tritonal, campuran TNT dan bubuk aluminium yang digunakan dalam bom buatan Amerika Serikat (AS) seperti MK-84, sebagai salah satu sumber panas ekstrem.
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza Munir al-Bursh menjelaskan dampak biologis dari suhu ekstrem terhadap tubuh manusia yang sebagian besar terdiri dari air.
"Titik didih air adalah 100 derajat Celsius," terang Bursh. "Ketika tubuh terpapar energi lebih dari 3.000 derajat disertai tekanan dan oksidasi besar, cairan tubuh mendidih seketika. Jaringan menguap dan berubah menjadi abu. Itu tidak terelakkan secara kimia."
Jenis Bom yang Diidentifikasi
Investigasi mengidentifikasi sejumlah amunisi buatan AS yang dikaitkan dengan kasus-kasus hilangnya jasad di Gaza:
- MK-84 dijuluki "palu godam": Bom seberat 900 kilogram yang diisi campuran bahan peledak tritonal. Saat meledak, bom ini dapat menghasilkan suhu hingga 3.500 derajat Celsius.
- BLU-109 dijuluki penghancur bunker: Digunakan dalam serangan di al-Mawasi—wilayah yang pada September 2024 dinyatakan Israel sebagai zona aman bagi warga Palestina yang dipaksa mengungsi—bom ini dilaporkan membuat 22 orang "menguap". Bom ini memiliki selubung baja dan sekering tunda, sehingga akan tertanam terlebih dulu sebelum meledakkan campuran bahan peledak PBXN-109 yang menciptakan bola api besar dan membakar apa pun yang berada dalam jangkauannya.Â
- GBU-39: Bom luncur presisi yang digunakan dalam serangan ke sekolah al-Tabin. Bom ini menggunakan bahan peledak AFX-757 dan dirancang untuk meminimalkan kerusakan pada struktur bangunan, tetapi menghasilkan gelombang tekanan dan panas yang menghancurkan bagian dalamnya.
"Bom ini (GBU-39) membunuh melalui gelombang tekanan yang merobek paru-paru dan gelombang termal yang membakar jaringan lunak," beber Fatigarov.
Basal mengonfirmasi bahwa timnya menemukan pecahan sayap GBU-39 di lokasi-lokasi di mana jasad korban tidak ditemukan.
Dugaan Keterlibatan Pemasok Senjata
Sejumlah pakar hukum menilai penggunaan senjata yang dianggap tidak pandang bulu tersebut tidak hanya melibatkan Israel, tetapi juga negara-negara pemasoknya.
Pengacara Diana Buttu, dosen di Universitas Georgetown di Qatar, menyatakan dalam Forum Al Jazeera di Doha bahwa rantai pasokan senjata menunjukkan adanya keterlibatan pihak lain.
"Kita melihat aliran senjata yang terus-menerus dari AS dan Eropa. Mereka tahu senjata ini tidak membedakan antara kombatan dan anak-anak, namun tetap mengirimkannya," kata Buttu.
Ia menekankan bahwa berdasarkan hukum internasional, penggunaan senjata yang tidak dapat membedakan antara kombatan dan warga sipil merupakan kejahatan perang.
Advertisement
Sistem Hukum Internasional Dipertanyakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495480/original/065849100_1770372264-8.jpg)
Mahkamah Internasional pada Januari 2024 mengeluarkan perintah sementara (provisional measures) yang meminta Israel mencegah tindakan genosida. Selain itu, Mahkamah Pidana Internasional pada November 2024 mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Namun, kekerasan tetap berlanjut.
Profesor hukum internasional Tariq Shandab menyatakan bahwa sistem peradilan internasional dinilai gagal menghadapi krisis di Gaza.Â
"Sejak perjanjian gencatan senjata pada Oktober, lebih dari 600 warga Palestina telah terbunuh," tegas Shandab.
Ia menambahkan bahwa perang terus berlangsung melalui pengepungan, kelaparan, dan serangan udara.
"Blokade obat-obatan dan makanan itu sendiri adalah kejahatan terhadap kemanusiaan," ujarnya.
Shandab menyoroti penggunaan hak veto AS di Dewan Keamanan PBB yang dinilai memberikan impunitas bagi Israel. Meski demikian, ia menyebut pengadilan dengan yurisdiksi universal di negara-negara seperti Jerman dan Prancis dapat menjadi alternatif jalur hukum, jika ada kemauan politik.
Bagi Rafiq Badran, yang kehilangan empat anaknya di kamp pengungsi Bureij selama perang, perdebatan hukum internasional tidak mengurangi duka yang dirasakannya. Ia hanya dapat mengumpulkan potongan kecil tubuh anak-anaknya untuk dimakamkan.
"Empat anak saya menguap begitu saja," ungkap Badran sambil menahan tangis. "Saya mencarinya berkali-kali... Mereka pergi ke mana?"
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303115/original/003143700_1784619310-mahfud_md_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5478866/original/025973300_1768955677-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-21T071644.645.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302828/original/029922600_1784608224-744109091_2878715122499118_855064475453451994_nfd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302730/original/042892700_1784605254-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-21T103804.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495968/original/059480800_1770450501-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303199/original/035402400_1784622040-Argentina_s_Enzo_Fernandez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1345712/original/030389700_1473863666-000_G50CY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301650/original/002120800_1784510182-AP26200768196604.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301614/original/015685300_1784504538-063_2286808437.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302473/original/030559500_1784555002-Spain_s_Gavi__left__falls_as_he_scuffles_with_Argentina_s_Leandro_Paredes__5__and_Thiago_Almada.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302386/original/025200300_1784544811-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301730/original/072758800_1784514690-scaloni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301628/original/002576500_1784505654-ar7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301814/original/084260800_1784520494-simeone.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301640/original/047977900_1784506281-messi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301617/original/065063300_1784505165-ar1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302830/original/056884700_1784608291-Khalil_al-Hayya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302701/original/078409200_1784604096-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264385/original/069020300_1782109210-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301185/original/088668300_1784442378-WhatsApp_Image_2026-07-19_at_13.12.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4170379/original/028339100_1664085647-Potret_Pemukiman_Israel_Har_Homa_di_Yerusalem_Timur-AFP-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7754435/original/022027800_1780563225-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264386/original/088393100_1782109214-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4842620/original/006553500_1716651142-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6235685/original/014821300_1779112548-1.jpg)