Liputan6.com, Pyongyang - Korea Utara pada Jumat (13/2/2026) mengancam akan memberikan “tanggapan yang mengerikan” apabila kembali mendeteksi drone yang melintasi wilayah udaranya dari Korea Selatan. Pernyataan keras itu disampaikan di tengah upaya Seoul memperbaiki hubungan antar-Korea yang sempat memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Ancaman tersebut disampaikan oleh Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang juga pejabat senior berpengaruh di Pyongyang.
Dalam pernyataan yang disiarkan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Kim memperingatkan agar tidak ada lagi pelanggaran kedaulatan wilayah udara negaranya.
“Saya memberikan peringatan sebelumnya bahwa terulangnya provokasi seperti itu yang melanggar kedaulatan yang tidak dapat dicabut dari DPRK pasti akan memicu tanggapan yang mengerikan,” ujar Kim, menggunakan akronim nama resmi Korea Utara, dikutip dari laman France24, Jumat (13/2).
Advertisement
“Kami tidak peduli siapa dalang di balik penyusupan drone ke wilayah udara Korea Utara dan apakah itu individu atau organisasi sipil,” tambahnya.
Dugaan Drone dan Penyelidikan di SeoulPernyataan tersebut merujuk pada insiden bulan lalu ketika Korea Utara mengklaim telah menembak jatuh sebuah drone pengintai yang disebut membawa peralatan pengawasan. Menurut militer Pyongyang, drone itu menyimpan rekaman sejumlah “target penting”, termasuk kawasan perbatasan.
KCNA merilis foto-foto yang menunjukkan puing pesawat tanpa awak dengan komponen kamera yang diduga terpasang pada badan drone.
Awalnya, pemerintah Korea Selatan membantah keterlibatan resmi dalam dugaan penyusupan drone pada Januari tersebut. Para pejabat menyebut kemungkinan aksi itu dilakukan oleh warga sipil.
Namun awal pekan ini, satuan tugas gabungan militer dan kepolisian mengumumkan tengah menyelidiki tiga tentara aktif dan seorang staf badan intelijen untuk “menetapkan kebenaran secara menyeluruh”.
Menteri Unifikasi Korea Selatan Chung Dong-young menyampaikan “penyesalan mendalam” atas insiden tersebut. Ia sebelumnya mengisyaratkan bahwa jika benar ada keterlibatan aparat, tindakan itu bisa saja dilakukan oleh pihak-pihak yang masih loyal kepada mantan presiden garis keras Yoon Suk Yeol.
Ujian bagi Presiden LeeInsiden ini berpotensi merusak agenda Presiden Lee Jae Myung, yang sejak menjabat tahun lalu berupaya menurunkan ketegangan dengan Pyongyang. Lee secara terbuka mengkritik kebijakan pendahulunya yang dianggap konfrontatif, termasuk dugaan penggunaan drone untuk menyebarkan selebaran propaganda ke wilayah Korea Utara pada 2024.
Lee bahkan sempat mengisyaratkan kemungkinan menyampaikan permintaan maaf sebagai bagian dari pendekatan baru untuk membangun kembali dialog antar-Korea.
Hubungan Korea Utara dan Selatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4573576/original/038809000_1694584415-3f8dba38-884d-4c34-bf3d-483bbda0950b.jpg)
Menanggapi pernyataan Chung yang bernada damai, Kim Yo Jong menyebutnya sebagai “perilaku yang cukup bijaksana”, mengindikasikan bahwa Pyongyang mencermati dinamika politik di Seoul.
Analis hubungan antar-Korea, Yang Moo-jin, menilai pernyataan Kim menunjukkan bahwa Korea Utara “memantau dengan cermat perkembangan terbaru di pihak Korea Selatan”.
Momentum SensitifKetegangan ini muncul di tengah sejumlah perkembangan diplomatik. Komite Dewan Keamanan PBB baru-baru ini menyetujui pengecualian yang memungkinkan penyaluran bantuan makanan dan obat-obatan ke Korea Utara.
Sebagian analis menilai langkah tersebut dapat membuka ruang bagi upaya baru untuk mendorong Pyongyang kembali ke meja perundingan nuklir, termasuk dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Di sisi lain, Korea Utara bersiap menggelar kongres partai penting pada akhir Februari. Forum politik yang biasanya berlangsung lima tahunan itu diperkirakan akan menetapkan arah kebijakan luar negeri, strategi pertahanan, dan ambisi nuklir negara tersebut untuk lima tahun ke depan.
Ancaman terbaru terkait drone menambah ketidakpastian dalam hubungan antar-Korea, di saat kedua negara berada dalam fase yang sensitif secara politik dan diplomatik.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1238139/original/082014900_1521205275-pp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1884666/original/033449700_1518236836-Adik-Kim-Jong-Un2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1408447/original/031520300_1479368855-Kim_Jong-un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409540/original/032500600_1479454815-korea_utara.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409526/original/062736400_1479454522-Korea_Selatan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776149/original/009414100_1782856874-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8593999/original/023505700_1782562806-ekuador.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776135/original/014006000_1782843284-063_2284049459.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776134/original/059322300_1782843171-000_B8UA24W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504462/original/009512800_1771237713-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1884666/original/033449700_1518236836-Adik-Kim-Jong-Un2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2204388/original/075921900_1538981093-Xi_Jinping.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2037191/original/026362700_1522206893-20180328-Kim-Jong-Un-dan-Presiden-China-Xi-Jinping-Bertemu-di-Beijing-AP-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5175844/original/094848400_1743052388-4MD52IM_image_crop_119600.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1881704/original/035883300_1518159850-Kim-Yo-Jong-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7746308/original/051532400_1780554030-kim_jong_un.jpg)