Liputan6.com, Washington D.C - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mendesak warganya yang berencana bepergian ke Pakistan untuk mempertimbangkan kembali perjalanan mereka dengan alasan situasi keamanan.
Dalam pembaruan nasihat perjalanan tertanggal 26 Januari, Pakistan ditempatkan pada status Level 3, yang berarti wisatawan disarankan meninjau ulang rencana perjalanan karena tingginya risiko kejahatan, kerusuhan sipil, terorisme, serta penculikan, dikutip dari laman Dawn, Jumat (30/1/2026).
Pemerintah AS menilai ancaman serangan teroris di Pakistan dapat terjadi tanpa peringatan. Dalam keterangannya, Departemen Luar Negeri menyebut sejumlah lokasi berpotensi menjadi sasaran, antara lain pusat transportasi, hotel, pasar, pusat perbelanjaan, fasilitas militer dan keamanan, bandara, kereta api, sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, lokasi wisata, serta gedung-gedung pemerintahan.
Advertisement
Selain itu, beberapa wilayah di Pakistan, termasuk bagian dari Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, diklasifikasikan sebagai Level 4: Do Not Travel atau larangan bepergian. Status ini merupakan tingkat peringatan tertinggi dalam sistem advisori perjalanan AS.
Pemerintah AS menegaskan warganya tidak boleh bepergian ke wilayah Level 4 dengan alasan apa pun. Dalam peringatan tersebut disebutkan bahwa upaya pembunuhan dan penculikan kerap terjadi, dengan sasaran tidak hanya pejabat pemerintah tetapi juga warga sipil. Imbauan ini juga berlaku bagi warga negara AS keturunan Pakistan.
Departemen Luar Negeri juga mengingatkan bahwa hukum setempat di Pakistan melarang aksi demonstrasi tanpa izin resmi. Otoritas AS menyebut ada warga negaranya yang pernah ditahan karena terlibat dalam kegiatan semacam itu.
Dalam sistem peringatan perjalanan AS, Level 3 menunjukkan adanya risiko serius terhadap keselamatan, sehingga warga diminta mempertimbangkan kembali perjalanan. Sementara Level 4 merupakan peringatan tertinggi yang secara tegas menyarankan agar tidak melakukan perjalanan sama sekali.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1238139/original/082014900_1521205275-pp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3545301/original/017030700_1629368526-pakistan-895319_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826293/original/061766900_1715176240-fotor-ai-20240508204951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525189/original/026743800_1782455197-usha_vance.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8529068/original/035999300_1782460827-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520782/original/001156700_1782448403-turki.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8451107/original/036314100_1782347531-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046086/original/019208800_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)