China Gelar Latihan Militer di Dekat Taiwan, Aktivitas Penerbangan 100.000 Orang Terganggu

Akibat latihan militer ini, 296 penerbangan internasional keberangkatan, 265 penerbangan internasional kedatangan, serta 296 penerbangan transit diperkirakan terdampak.

Diterbitkan 30 Desember 2025, 17:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Taipei - Latihan militer dengan tembakan langsung yang digelar China di sekitar Taiwan dilaporkan telah mengganggu perjalanan udara lebih dari 100.000 penumpang internasional pada Selasa (30/12/2025). Hal itu disampaikan Administrasi Penerbangan Sipil Taiwan (Civil Aeronautics Administration/CAA).

CAA menyebut latihan tersebut akan berdampak pada penerbangan mulai pukul 08.00 hingga 18.00 waktu setempat. Selama periode itu, sebanyak 296 penerbangan internasional keberangkatan, 265 penerbangan internasional kedatangan, serta 296 penerbangan transit diperkirakan terdampak.

Selain penerbangan internasional, CAA juga mengonfirmasi pembatalan 68 penerbangan domestik tujuan Kinmen dan 16 penerbangan ke Matsu, yang memengaruhi sekitar 6.000 penumpang, dikutip dari laman Taiwan News, Selasa (30/12).

CAA memperingatkan, gangguan penerbangan berpotensi berlanjut meski latihan militer telah selesai. Penumpukan jadwal penerbangan diperkirakan membutuhkan waktu untuk kembali normal. Maskapai diminta memberi pemberitahuan lebih awal kepada penumpang serta memastikan kecukupan bahan bakar sebelum keberangkatan.

Menurut CAA, latihan tembak langsung tersebut menyebabkan pembatasan signifikan terhadap rute dan wilayah udara di dalam Wilayah Informasi Penerbangan (Flight Information Region/FIR) Taipei. Otoritas penerbangan Taiwan telah berkoordinasi dengan pengendali lalu lintas udara di FIR yang berdekatan untuk menerapkan langkah pengendalian arus penerbangan.

Latihan militer bertajuk Justice Mission 2025 itu mencakup tujuh area di sekitar Taiwan.

Dalam pernyataan resminya, CAA mengecam tindakan Beijing yang dinilai mengabaikan keselamatan penerbangan regional. CAA menyoroti pemberitahuan latihan yang dikeluarkan secara sepihak hanya satu hari sebelum pelaksanaan, dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap norma internasional serta praktik keselamatan penerbangan.

 

Upaya Jaga Keselamatan

CAA menegaskan, sesuai ketentuan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), setiap latihan yang berdampak pada penggunaan rute udara seharusnya diumumkan setidaknya tujuh hari sebelumnya. Selain itu, praktik standar juga mewajibkan adanya komunikasi dan koordinasi awal dengan wilayah informasi penerbangan yang terdampak.

FIR Taipei mencakup 14 rute internasional dan empat rute domestik. CAA menyebut sebagian besar rute tersebut terancam terganggu oleh latihan tembak langsung. Hanya penerbangan menuju dan dari Jepang melalui rute R595, R583, dan M750 di arah timur laut yang dipastikan tidak terdampak, sementara rute lainnya tidak dapat diakses selama latihan berlangsung.

Untuk menjaga keselamatan, pengendali lalu lintas udara akan mengarahkan penerbangan internasional menjauhi zona berbahaya atau menetapkan rute alternatif bagi penerbangan datang, berangkat, maupun transit. Langkah pengendalian arus akan diterapkan sesuai kondisi di lapangan sepanjang hari Selasa.

CAA juga meminta maskapai untuk menginformasikan penumpang terkait penundaan atau pembatalan penerbangan melalui pesan singkat, situs resmi, atau aplikasi seluler. Penumpang yang dijadwalkan terbang pada hari tersebut diimbau memantau informasi terbaru sebelum menuju bandara serta memperhatikan pengumuman resmi guna menyesuaikan rencana perjalanan.