25 November 1981: Ketegangan Rasial dan Diskriminasi Picu Kerusuhan di Inggris

Apa penyebab yang membuat warga Inggris marah dan berakhir menimbulkan kerusuhan?

Diterbitkan 25 November 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, London - Ketidakadilan yang terhubung dengan masyarakat selalu menimbulkan masalah besar karena mereka berjuang dalam mendapatkan kesetaraan, seperti kerusuhan di Inggris disebabkan oleh masalah sosial dan ekonomi yang parah, serta ketegangan rasial terhadap masyarakatnya pada 25 November 1981.

Kekacauan terjadi di Brixton pada bulan April, London Selatan, di mana mereka memberi kritik kepada polisi dan pemerintah akibat tindakan polisi yang diyakini melakukan pelecehan terhadap orang kulit hitam. Bahkan menjadi kerusuhan terburuk, di mana akar permasalahannya tidak dapat dilepaskan dari ketidaksetaraan ras, dilansir dari BBC, Selasa (25/11/2025).

Hal ini terjadi dikarenakan warga kulit hitam sering dihentikan, digeledah, hingga diperlakukan tidak adil oleh polisi. Di tengah ketegangan rasial ini, operasi polisi bernama "Operation Swamp" menargetkan kelompok muda kulit hitam semakin membuat situasi panas.

Pada malam 10 April 1981, dua polisi berusaha membantu seorang pemuda yang terluka akibat dugaan penusukan oleh kerumunan yang bermusuhan dan situasi pun berubah menjadi kekacauan.

Dampak Kerusuhan Tak Terkendali

Permasalahan dengan pemerintah yang tidak memberikan solusi dan seakan membiarkan kejadian tersebut tanpa adanya tindakan nyata tentu mengundang kerusuhan, di mana laporan investigasi resminya baru dirilis saat ini.

Korban terluka mencapai lebih dari 300 orang, 83 bangunan dan 23 kendaraan rusak selama kerusuhan dengan perkiraan kerugian mencapai £7,5 juta.

Meski laporan Scarman menyoroti kelemahan dalam pendekatan kepolisian dan juga kurangnya respons pemerintah terhadap ketegangan rasial. Ia tetap menekankan bahwa kekerasan massa tidak akan selesai jika tidak adanya solusi atau perdamaian.

Selain itu, diskriminasi terhadap ras ini semakin menyulitkan kalangan kelompok muda kulit hitam akibat ketidakadilan yang masih belum menemukan titik penyelesaian, di mana dampaknya mengakibatkan pengangguran mencapai 50 persen di Brixton.