Thailand Selatan Diterjang Banjir Parah, Lebih dari 465.000 Orang Terdampak

Informasi dari operasi tanggap darurat dan citra satelit menunjukkan bahwa bencana banjir telah berdampak luas di sedikitnya enam provinsi di bagian selatan.

Diterbitkan 24 November 2025, 10:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bangkok - Thailand Selatan sedang menghadapi bencana banjir yang terus memburuk. Provinsi Songkhla telah menetapkan Hat Yai dan distrik-distrik sekitarnya sebagai zona merah, serta memerintahkan evakuasi darurat sementara hujan lebat masih berlangsung akibat palung monsun yang kuat — zona tekanan rendah memanjang yang memicu terbentuknya awan hujan dalam jumlah besar. 

Gubernur Rattasart Chidchoo memimpin rapat Pusat Komando Penanggulangan Banjir, Badai, dan Tanah Longsor Provinsi pada Minggu, (23/11/2025), di Balai Provinsi Songkhla untuk menilai kondisi yang memburuk dengan cepat dan menetapkan langkah-langkah penanganan yang harus segera dijalankan.

Melansir The Nation, banjir di Songkhla selama 19–23 November telah berdampak pada 16 distrik, 100 subdistrik, 637 desa, dan lebih dari 465.000 orang. Sebanyak 235 orang telah dievakuasi.

Adapun wilayah yang paling parah terdampak antara lain Hat Yai, Rattaphum, dan Na Mom. Hat Yai adalah wilayah dengan jumlah penduduk terdampak terbanyak — lebih dari 243.000 orang — karena banjir sudah meluas sampai ke kawasan perkotaan dan permukaan air di Khlong U-Taphao hampir mencapai titik meluap. 

Menyusul instruksi Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, yang meninjau wilayah terdampak banjir pada Sabtu (22/11), gubernur memerintahkan seluruh instansi untuk mempercepat seluruh operasi penanganan dengan langkah-langkah berikut:

1. Pusat komando lapangan di Hat Yai

Sebuah Pusat Komando Insiden Lapangan telah dibentuk di Hat Yai, dipimpin oleh wakil gubernur, untuk mengawasi proses evakuasi dan mengoordinasikan tim-tim penyelamat.

2. Pengerahan kendaraan dan perahu

Pihak berwenang telah mengerahkan:

  • Truk militer dengan ground clearance tinggi yang dapat melintasi banjir dalam
  • Kendaraan dari Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana (DDPM)
  • Perahu dasar rata yang digunakan untuk operasi penyelamatan di air dangkal dan kawasan banjir
  • Permintaan tambahan perahu kepada seluruh lembaga pemerintah

Prioritas penyelamatan diberikan kepada anak-anak, lansia, pasien, dan seluruh kelompok rentan.

3. Evakuasi dari hotel

Unit militer ditugaskan untuk mengevakuasi orang-orang yang terjebak di hotel setelah pemadaman listrik diterapkan di sejumlah area yang tergenang.

4. Pengaliran air skala besar

Lebih dari 80 pompa air telah dipasang di 68 lokasi untuk mempercepat pengaliran air dari komunitas-komunitas yang paling kritis.

5. Distribusi bantuan harian

Palang Merah Songkhla dan Organisasi Administratif Provinsi menyiapkan 20.000 kotak makanan per hari untuk didistribusikan ke seluruh distrik yang terdampak.

Gubernur memerintahkan semua instansi untuk menjaga koordinasi yang sangat erat, merespons setiap panggilan darurat secara langsung, dan mempersiapkan pelaksanaan kompensasi serta pemulihan pascabanjir segera setelah air mulai surut.