Bos Geng Narkoba Los Lobos Ditangkap di Spanyol Setelah Bertahun-tahun Memalsukan Kematian

Penangkapan Pipo dimungkinkan melalui operasi gabungan.

Diterbitkan 17 November 2025, 11:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Quito - Salah satu gembong narkoba paling dicari di Ekuador ditangkap pada hari Minggu (16/11/2025), bertahun-tahun setelah ia memalsukan kematiannya dan pindah ke Spanyol.

Presiden Ekuador Daniel Noboa seperti dikutip dari Associated Press mengatakan bahwa Wilmer Chavarria, yang juga dikenal sebagai "Pipo", ditangkap di Kota Malaga, Spanyol, dalam sebuah operasi gabungan dengan polisi Spanyol. Melalui platform media sosial X, Kepolisian Nasional Spanyol mengunggah foto Chavarria yang mengenakan pakaian olahraga hitam dan hijau saat ia digiring oleh para petugas menuju mobil patroli.

Chavarria diyakini sebagai pemimpin Los Lobos, sebuah kelompok penyelundup narkoba dengan sekitar 8.000 anggota yang baru-baru ini ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat. Los Lobos telah dikaitkan dengan pembunuhan politik di Ekuador dan juga dituduh bekerja sama secara erat dengan Cartel de Jalisco Nueva Generacion (CJNG) dari Meksiko.

Noboa mengatakan bahwa Chavarria memalsukan kematiannya pada tahun 2021 selama pandemi COVID-19, memperoleh identitas baru dan pindah ke Spanyol, di mana ia mengoordinasikan pengiriman narkoba, memerintahkan pembunuhan, dan menjalankan pemerasan terhadap tambang emas di Ekuador.

Ekuador digambarkan sebagai salah satu negara paling damai di Amerika Selatan pada awal 2010-an. Tetapi negara berpenduduk 18 juta orang ini mengalami lonjakan pembunuhan dan kejahatan kekerasan lainnya karena menjadi titik transit utama bagi kokain yang diproduksi di Kolombia dan Peru yang bertetangga. Geng penyelundup narkoba telah menyerang calon presiden, pejabat kota, dan jurnalis saat mereka berebut kendali atas pelabuhan dan kota-kota pesisir.

Penangkapan Chavarria terjadi ketika rakyat Ekuador memberikan suara dalam sebuah referendum yang terdiri dari empat pertanyaan terpisah, di mana salah satunya menanyakan apakah konstitusi negara harus diamendemen untuk mengizinkan negara asing menjalankan pangkalan militer di Ekuador.

Noboa berpendapat bahwa reformasi ini diperlukan untuk memperkuat kerja sama pemberantasan narkoba dengan negara-negara seperti Amerika Serikat dan meningkatkan tekanan terhadap pengedar narkoba.