Liputan6.com, Islamabad - Sebuah bom mobil berkekuatan besar meledak di luar kompleks pengadilan distrik di ibu kota Pakistan pada Selasa (11/11/2025), menewaskan sedikitnya 11 orang.Â
Belum ada kelompok yang segera mengklaim tanggung jawab atas ledakan itu. Pakistan selama ini menghadapi gelombang serangan militan di berbagai wilayah dan kebangkitan kembali kelompok Taliban Pakistan.
Dua pejabat keamanan mengatakan kepada The Associated Press bahwa bom mobil menjadi penyebab ledakan dan mengonfirmasi 11 orang tewas. Keduanya berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang memberikan keterangan resmi kepada media.
Advertisement
Televisi pemerintah Pakistan melaporkan sedikitnya 13 orang terluka. Menurut laporan itu, sebagian besar korban adalah pejalan kaki atau orang yang datang untuk menghadiri urusan di pengadilan.
Serangan ke Sekolah Militer Digagalkan
Sebelumnya pada Selasa, pasukan keamanan Pakistan mengatakan mereka menggagalkan upaya militan untuk menyandera para taruna di sebuah sekolah militer yang dikelola tentara. Serangan itu terjadi pada malam sebelumnya, ketika seorang pelaku bom bunuh diri dengan mobil dan lima anggota Taliban Pakistan lainnya menargetkan fasilitas tersebut di provinsi barat laut negara itu.
Serangan dimulai pada Senin (10/11) malam ketika seorang pelaku bom bunuh diri mencoba menerobos sekolah taruna di Wana, sebuah kota di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa dekat perbatasan Afghanistan. Wilayah itu hingga beberapa tahun terakhir menjadi basis bagi Taliban Pakistan, al-Qaeda, dan militan asing lainnya.
Menurut kepala polisi setempat Alamgir Mahsud, dua militan segera tewas ditembak pasukan, sementara tiga lainnya berhasil masuk ke kompleks sebelum terkepung di gedung administrasi.
"Pasukan komando tentara termasuk di antara unit yang melakukan operasi pembersihan dan baku tembak sesekali berlangsung hingga Selasa," kata Mahsud.
Gedung administrasi itu terletak terpisah dari bangunan yang menampung ratusan taruna dan staf lainnya.
Taliban Pakistan Membantah Keterlibatan
Kelompok Taliban Pakistan (TTP) — yang terpisah namun bersekutu dengan Taliban Afghanistan — membantah terlibat dalam serangan terhadap sekolah tersebut. Kelompok itu semakin berani sejak Taliban merebut kekuasaan di Kabul pada 2021 dan banyak pemimpin serta anggotanya diyakini bersembunyi di Afghanistan.
Pakistan telah mengalami peningkatan serangan militan dalam beberapa tahun terakhir. Serangan paling mematikan terhadap sekolah terjadi pada 2014, ketika militan Taliban menewaskan 154 orang di sebuah sekolah militer di Peshawar. Menurut militer, para penyerang dalam insiden di Wana bermaksud mengulangi tragedi seperti serangan 2014 di Peshawar.
Â
Ketegangan dengan Afghanistan
Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Kabul menuduh Islamabad melakukan serangan drone pada 9 Oktober yang menewaskan beberapa orang di ibu kota Afghanistan dan bersumpah akan membalas. Bentrokan lintas batas berikutnya menewaskan puluhan tentara, warga sipil, dan militan sebelum Qatar menengahi gencatan senjata pada 19 Oktober yang masih berlaku.
Sejak itu, dua putaran perundingan damai telah digelar di Istanbul — yang terbaru pada Kamis lalu — namun berakhir tanpa kesepakatan setelah Kabul menolak memberikan jaminan tertulis bahwa TTP dan kelompok militan lain tidak akan menggunakan wilayah Afghanistan untuk menyerang Pakistan. Gencatan senjata sebelumnya antara Pakistan dan TTP yang ditengahi Kabul pada 2022 juga runtuh setelah kelompok tersebut menuduh Islamabad melanggarnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/535776/original/009019900_1469705798-share.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5409399/original/013145500_1762854676-Untitled.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261677/original/091626500_1781753480-063_2282078791.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8405832/original/011890700_1782288653-000_B83J62M.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261521/original/040972300_1781736777-Croatia_s_Josko_Gvardiol__4__challenges_for_the_ball_with_England_s_Noni_Madueke__20_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258037/original/028342400_1781299407-000_B6XD8QZ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1541481/original/029951000_1489915850-2022-World-Cup-006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8474318/original/030628400_1782384034-arBqcXAl4S06GV2iP1BncAeqifHEkt2QLfz1C2K5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264134/original/071602700_1782095311-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3545301/original/017030700_1629368526-pakistan-895319_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263898/original/073803900_1782029937-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263763/original/050665400_1782007986-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261822/original/039917500_1781759212-IMG_0024.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259893/original/008090100_1781518456-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1500474/original/061755100_1486515597-Iran_Hand.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4760375/original/028771000_1709476441-Untitled.jpg)