6 Oktober 1995: Penemuan 51 Pegasi b, Planet Pertama di Luar Tata Surya

Bagaimana planet pertama di luar tata surya ini ditemukan?

Diterbitkan 06 Oktober 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bern - Dunia astronomi mencatat sejarah baru pada 6 Oktober 1995. Dua astronom asal Swiss, Michel Mayor dan Didier Queloz, mengumumkan penemuan planet pertama yang mengorbit bintang mirip Matahari.

Planet itu diberi nama 51 Pegasi b, mengacu pada bintang induknya, 51 Pegasi, yang berada sekitar 50 tahun cahaya dari Bumi di rasi bintang Pegasus, dilansir dari Earth Sky, Senin (6/10/2025).

Penemuan ini dipublikasikan di jurnal Nature dengan judul A Jupiter-Mass Companion to a Solar-Type Star.

Penemuan tersebut membuktikan untuk pertama kalinya bahwa sistem planet tidak hanya ada di sekitar Matahari.

Para astronom kemudian menjuluki planet ini sebagai Dimidium, bahasa Latin untuk "setengah", karena massanya sekitar setengah dari Jupiter.

51 Pegasi b termasuk jenis planet yang kini dikenal sebagai "Hot Jupiter", yakni gas raksasa yang mengorbit sangat dekat dengan bintangnya.

Planet ini membutuhkan hanya empat hari untuk mengelilingi bintangnya, jauh lebih cepat dibanding Bumi yang membutuhkan 365 hari.

Awal Penemuan

Karena jaraknya begitu dekat, satu sisi planet ini selalu menghadap ke bintangnya, sama seperti Bulan terhadap Bumi.

Ditemukan lewat metode kecepatan radial, 51 Pegasi b menjadi pelopor dalam pencarian eksoplanet.

Sebelumnya, ilmuwan telah mencari dunia di luar Tata Surya selama puluhan tahun tanpa hasil karena cahaya bintang induk terlalu terang.

Sejak penemuan ini, dunia astronomi berkembang pesat. Kini lebih dari 5.500 eksoplanet telah dikonfirmasi, tetapi 51 Pegasi b akan selalu dikenang sebagai yang pertama, awal dari era baru eksplorasi dunia di luar Tata Surya.