Trump Akan Kirim 300 Garda Nasional ke Illinois, Gubernur Pritzker: Ini Sudah Keterlaluan

Meski belum dijelaskan kapan dan di mana mereka akan dikerahkan, Trump sebelumnya memang telah berulang kali mengancam mengirim pasukan ke Chicago.

Diterbitkan 05 Oktober 2025, 13:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan akan mengirim 300 anggota Garda Nasional ke Illinois, menurut keterangan Gubernur Demokrat JB Pritzker pada Sabtu (4/10).

Pritzker menyebut bahwa Garda Nasional menerima pemberitahuan dari Pentagon pada pagi hari bahwa pasukan akan dipanggil.

Meski belum dijelaskan kapan dan di mana mereka akan dikerahkan, Trump sebelumnya memang telah berulang kali mengancam mengirim pasukan ke Chicago.

“Pagi ini, Departemen Perang pemerintahan Trump memberi saya ultimatum: panggil pasukan Anda, atau kami yang akan melakukannya,” kata Pritzker dalam pernyataannya.

“Ini sungguh keterlaluan dan bertentangan dengan nilai-nilai Amerika — menuntut seorang gubernur untuk mengirimkan pasukan militer ke wilayahnya sendiri tanpa persetujuan kami.”

Kantor gubernur belum memberikan rincian tambahan terkait langkah tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari eskalasi kebijakan penegakan hukum federal yang sebelumnya juga dilakukan di wilayah lain, termasuk Baltimore dan Memphis.

Pada musim panas lalu, Trump juga mengerahkan Garda Nasional ke Los Angeles, dan mengambil alih sebagian kendali penegakan hukum di Washington, D.C.

Pritzker menilai tindakan itu tidak lebih dari sebuah “pertunjukan politik,” yang justru akan menarik anggota Garda Nasional menjauh dari keluarga dan pekerjaan sipil mereka.

“Bagi Donald Trump, ini bukan soal keamanan. Ini soal kendali,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penegak hukum negara bagian, kabupaten, dan kota telah bekerja sama untuk menjaga keamanan fasilitas Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) di Broadview, pinggiran Chicago.

 

Penangkapan Para Demonstran

Pejabat federal sebelumnya melaporkan penangkapan 13 demonstran pada Jumat di dekat fasilitas tersebut, yang memang kerap menjadi titik protes di tengah meningkatnya operasi penegakan hukum imigrasi dalam beberapa bulan terakhir.

Trump juga pernah menyatakan niatnya untuk mengirim pasukan federal ke Portland, Oregon, yang ia sebut sebagai “kota yang dilanda perang.” Namun pejabat setempat menilai banyak klaim dan unggahan media sosial Trump mengacu pada gambar lama dari 2020, saat kerusuhan pecah setelah kematian George Floyd di Minneapolis.

Pemerintah kota dan negara bagian kemudian menggugat keputusan tersebut. Hakim Pengadilan Distrik AS Karin J. Immergut telah mendengarkan argumen pada Jumat, dan putusan diperkirakan keluar akhir pekan ini.

Sementara itu, sekitar 200 anggota Garda Nasional di Oregon telah difederalisasi, namun sejauh ini belum dikerahkan ke Portland. Mereka masih terlihat berlatih di wilayah pesisir, bersiap jika sewaktu-waktu diperintahkan turun ke lapangan.