27 September 2001: Tragedi Berdarah, 14 Tewas dalam Serangan Bersenjata di Gedung Parlemen Swiss

Selain korban jiwa, sepuluh orang lainnya mengalami luka-luka, delapan di antaranya dalam kondisi kritis.

Diterbitkan 27 September 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bern - Swiss diguncang tragedi memilukan ketika seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di gedung parlemen regional Zug, Swiss tengah, menewaskan sedikitnya 14 orang sebelum mengakhiri hidupnya sendiri. Peristiwa yang terjadi pada Kamis pagi itu menjadi pembunuhan massal terburuk dalam sejarah negara tersebut.

Selain korban jiwa, sepuluh orang lainnya mengalami luka-luka, delapan di antaranya dalam kondisi kritis, dikutip dari laman BBC, Sabtu (27/9/2025).

Pelaku, Friedrich Leibacher (57), memasuki gedung parlemen sekitar pukul 10.30 waktu setempat dengan mengenakan seragam polisi palsu. Ia membawa senapan serbu, beberapa pistol, dan granat. Menurut pihak berwenang, aksi ini terkait dengan perselisihan pribadi yang sudah lama ia alami dengan sejumlah pejabat daerah.

Begitu masuk ke ruang sidang yang tengah penuh sesak, Leibacher langsung mengumbar sumpah serapah lalu menembakkan senjata secara membabi buta.

“Pria itu berjalan mondar-mandir di lantai sambil menembaki orang-orang,” ungkap seorang jurnalis yang tengah meliput sidang parlemen.

Seorang saksi mata lain menuturkan, “Saya berada tepat di luar pintu ruang sidang ketika dia masuk membawa senapan, beberapa pistol, dan sesuatu yang tampak seperti granat tangan. Ia menembaki ke segala arah selama beberapa menit. Benar-benar mengerikan.”

Hari Kemarahan

Setelah menembak secara brutal, pelaku meledakkan bom sebelum akhirnya menembak dirinya sendiri. Polisi yang tiba di lokasi 10 menit kemudian menemukan Leibacher sudah tak bernyawa.

Dalam catatan yang ditinggalkan, Leibacher menyebut tindakannya sebagai “Hari Kemarahan bagi Mafia Zug.” Diketahui, ia sudah lama terlibat konflik dengan seorang sopir bus serta pejabat transportasi setempat, yang berlangsung selama dua tahun terakhir.

Guncangan Nasional

Tragedi ini langsung memunculkan pertanyaan serius mengenai keamanan pejabat publik di Swiss. Presiden Swiss, Moritz Leuenberger, menyampaikan belasungkawa mendalam dan keprihatinannya.

“Saya sangat terkejut hingga tak bisa berkata-kata. Demokrasi dan kebebasan kita kini dipertanyakan,” ujarnya.

Serangan berdarah di Zug ini menjadi salah satu titik kelam dalam sejarah modern Swiss, negara yang selama ini dikenal aman, netral, dan damai.