Bosan Tato Kulit, Remaja China Mulai Coba Tren Tato di Gigi

Bagaimana cara pembuatan tato di gigi?

Diterbitkan 29 September 2025, 09:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Para remaja di China kini ramai-ramai meninggalkan tato kulit dan beralih ke tren unik: tato gigi. Fenomena ini jadi sorotan publik karena dianggap sebagai cara baru mengekspresikan diri dengan gaya yang berbeda.

Mengukir simbol atau gambar di gigi mungkin terdengar berbahaya bagi kesehatan mulut. Namun sebenarnya, tato gigi bukan dibuat langsung di atas gigi asli, dilansir dari Oddity Central, Minggu (28/9/2025).

Pola itu digambar di permukaan mahkota gigi (crown) hasil teknologi cetak 3D, lalu ditempelkan di atas gigi asli.

Salah satu daya tarik utamanya adalah tato gigi bisa diganti dengan mudah. Berbeda dengan tato kulit yang permanen, tato gigi bisa dilepas hanya dengan mengganti mahkota.

Beberapa remaja merasa tato kulit sudah ketinggalan zaman, sehingga tato gigi dianggap sebagai cara baru yang lebih keren untuk tampil beda.

Banyak orang memilih desain berupa inisial pasangan, angka keberuntungan, hingga kalimat pembawa hoki seperti "cari uang" atau "capai tujuan".

Popularitas tren ini semakin meningkat setelah klinik gigi besar di China mulai menawarkan tato gigi gratis sebagai bonus bagi pasien yang memasang mahkota gigi.

Risiko dan Kritik

Meski ramai jadi tren, tidak semua pihak mendukung tato gigi. Seorang dokter gigi di Shanghai mengatakan kepada China.com bahwa menggambar huruf atau pola di mahkota gigi tidak disarankan secara medis.

"Hal itu bisa mengurangi kekuatan crown dan mempercepat aus," ujarnya.

Meski begitu, banyak warganet tetap menganggap tren ini keren dan berbeda. Namun jika dibandingkan dengan tren ekstrem lain di Asia, tato gigi masih terbilang ringan.

Contohnya, tren bibir berbentuk tanduk di Thailand atau filler bahu di Korea Selatan yang jauh lebih aneh.